Berita Terbaru :
Data Terbaru Kasus Covid 19 Masih Ada Tambahan 479 Orang
Wisatawan Dipinggir Jalan Pacet Cangar Dibubarkan Petugas
Tidak Pernah Putus Asa, 17 Tahun Kiai Ini Berdakwah Tanpa Jemaah
Selama Lebaran Terminal Bayuangga Lumpuh
Jumlah Kasus Positif Covid 19 Ponorogo 24 Orang, Yang 8 Sudah Sembuh
Warga Binaan Lapas Wanita Silaturahmi Secara Virtual
Seorang Warga Ponorogo Tewas Menenggak Racun Serangga
Warga Serbu Amplop Lebaran Yang Dipasang di Pagar Rumah
Jamaah Thoriqah Syatariyah Shalat Ied Hari Ini
PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Tanpa Vaksin, Dokter Tiongkok Temukan Cara Baru Obati Pasien Covid-19
Rumah Via Vallen Didatangi Mobil Puskesmas dan Polisi
Lebaran Tim Medis Dan Pasien Covid 19, Sampaikan Pesan Protokol Kesehatan
Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
PSBB Tahap 2 Surabaya Raya Akan Berakhir, Namun Pertambahan Covid 19 Masih Tinggi
   

Kepsek Mengaku Tak Menahan Raport Siswa
Mataraman  Senin, 24-02-2020 | 14:01 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Wardi, Kepala Sekolah SD Negeri Paron Kecamatan Bagor Nganjuk
Nganjuk pojokpitu.com, Pasca keluhan wali murid terkait iuran siswa dan dugaan penahanan raport siswa dibantah oleh pihak sekolah. Pihak sekolah mengaku tidak pernah menahan raport siswa, karena raport adalah hak siswa. Terkait iuran paguyuban, itu merupakan diluar kewenangan sekolah.

Pasca adanya keluhan Suryati, seorang janda warga Desa Paron Kecamatan Bagor Nganjuk, atas iuran Rp 6 ribu per siswa, dan adanya penahanan raport dibantah oleh Wardi, Kepala Sekolah SD Negeri Paron Kecamatan Bagor Nganjuk. "Sekolah tidak pernah menahan raport siswa, karena raport merupakan hak dari siswa dan langsung diberikan oleh guru kelas ke masing masing siswanya," jelas Suryati.

Terkait adanya iuran yang dilakukan oleh paguyuban masing masing kelas, merupakan kesepakatan masing masing wali murid dan tidak ada kaitannya dengan pihak sekolah.

Sementara Partono, penanggungjawab Komite Sekolah, mengaku prihatin dengan kondisi fisik sekolah, sebab banyak bagian fisik sekolah yang harus dibangun tapi tidak juga dapat bantuan dari pemerintah.  "Sedangkan dana iuran paguyuban sebesar Rp 6 ribu persiswa digunakan untuk membangun pagar sekolah, taman bunga dan upah pekerja penyebrang jalan saat siswa pulang," kata Partono.

Sebelumnya seorang wali murid SDN Paron Bagor Nganjuk keberatan atas iuran dari paguyuban sekolah, ia meminta agar dirinya bisa digratiskan dari iuran tersebut. (yos)

Berita Terkait

Aksi Pungli Biaya Pemakaman PDP Corona RSUD Kota Mojokerto Viral di media Sosial

Kepsek Mengaku Tak Menahan Raport Siswa

Ratusan Sopir Self Loader Protes Pungli Pengawalan

Pelimpahan Tahap 2, Kades Kranggan Dijebloskan ke Bui
Berita Terpopuler
PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Covid-19  4 jam

Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Peristiwa  6 jam

Seorang Warga Ponorogo Tewas Menenggak Racun Serangga
Peristiwa  2 jam

Honda PCX Bakal Pakai Mesin Berkapasitas Lebih Besar dari Nmax?
Otomotif  17 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber