Berita Terbaru :
Korban Meninggal Baik Status PDP, ODP Atau Positif Covid-19 Sebanyak 100 Orang
Dari Data Dinas Tenga Kerja Jatim Ada 21 Ribu di Rumahkan maupun PHK
Isak Tangis Warna Kedatangan Jenazah TKI Dari Malaysia
Belum Ada Daerah di Jatim yang Menerapkan PSBB
Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Terus Meningkat di Jatim
Jokowi Larang ASN Mudik
Seorang Pengendara Motor Tewas Jadi Korban Tabrak Lari
Lima Warga Terkonformasi Positif Covid-19 di Lumajang
Satu Warga Terkonfirmasi Positif Corona, Pacitan Zona Merah
Puluhan Rumah dan Hektaran Padi Siap Panen Terendam Banjir
Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah Menjadi 7 Orang
Positif Corona di Nganjuk Bertambah, Total 8 Orang
Pemkab Ponorogo Siapkan Tempat Isolasi Untuk Pemudik
Siswa SMK di Blitar Produksi 2000 APD Gratis Untuk Tim Medis
Pemanfaatan Gas Metan Hasil Pengolahan Sampah TPA Selopuro
   

Lomba Panah Tradisional Gunakan Pakaian Surjan dan Kebaya
Rehat  Senin, 24-02-2020 | 08:18 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Menariknya, gladen ageng atau perlombaan panah ini para pesertanya wajib memakai pakaian tradisional surjan dan kebaya. Foto Bagus
Surabaya pojokpitu.com, Sebanyak ratusan siswa sekolah dasar dari sejumlah daerah, mengikuti lomba panah tradisional atau Jemparingan se - Jawa Timur di SMP Muhammadiyah 9 Jojoran Surabaya.

Sedikitnya 171 peserta dari pelajar sekolah dasar, ikut ambil bagian dalam lomba yang dibagi dalam dua kategori. Yakni jarak 7 meter dan 12 meter. Khusus perlombaan panah tradisional, penilaiannya dihitung dari busur yang banyak mengenai sasaran atau gandul. Mulai dari angka 1 untuk warna putih, 2 warna kuning dan nilai 3 untuk warna merah.

Sementara, ada yang unik, pada lomba panah yang diikuti oleh sejumlah sekolah se - Jawa Timur. Yakni pesertanya mengenakan pakaian adat surjan dan jarik. Sedangkan untuk peserta perempuan memakai kebaya.

Menurut Imam Sapari penyelenggara, Kepsek Muhammadiyah 9 Surabaya, Gladen Ageng atau lomba panah tradisional bekerjasama dengan persatuan panahan tradisional ( Perpatri ) Jatim. Diharapkan dapat memunculkan bibit muda atlet panah tradisional yang bisa berprestasi di tingkat nasional. (pul)

Berita Terkait

Lomba Panah Tradisional Gunakan Pakaian Surjan dan Kebaya

Atlet Puslatda Ikuti LigaPora di Surabaya

Jaring Pemanah, Perpani Jatim Gelar Kejurda Terbatas

Pecahkan Rekor MURI, 30 Ribu Anak Panah Melesat dari 1000 Pemanah
Berita Terpopuler
Lima Warga Terkonformasi Positif Covid-19 di Lumajang
Covid-19  3 jam

Puluhan Rumah dan Hektaran Padi Siap Panen Terendam Banjir
Peristiwa  3 jam

Positif Corona di Nganjuk Bertambah, Total 8 Orang
Covid-19  4 jam

Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah Menjadi 7 Orang
Covid-19  3 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber