Berita Terbaru :
Belajar di Pos Ronda Demi Mendapat Wifi Gratis
Pemkot Janji Segera Lunasi Anggaran Pilkada Surabaya
15 Hektar Tanaman Jagung Diserang Hama Ulat
Gus Ipul Masih Perlu Waktu untuk Menjawab Soal Maju Pilkada Kota Pasuruan
Surabaya Turun Status Jadi Zona Oranye
Diduga Kurang Hati - Hati , Pria Tak Dikenal Tabrak kereta
Pengambilan Paksa Jenazah Diduga Covid-19 Terjadi Lagi
Happy Ending, Pemkot Akhirnya Perbolehkan Pekerja Seni Kembali Tampil
Susah Sinyal, Guru dan Siswa Belajar Jarak Jauh Lewat HT
Pertahankan Tanah Suaminya, Istri Salim Kancil Diperiksa Polda Jatim
Polisi Rekrut Puluhan Sopir Angkot Untuk Kampanyekan Protokol Kesehatan Kepada Penumpang
Sampai 10 Agustus Ini, Pembayaran Wajib Pajak Sudah Mencapai Rp 1 Triliun Lebih
Era Normal Life Wajib Lakukan Protokol Kesehatan di Wisata Coba Jahe
KPU Pastikan PMI Tetap Masuk Dalam Daftar Pemilih
Pandemi Covid 19, BKKBN dan Komisi IX DPR RI Kampanye KB
   

Lomba Panah Tradisional Gunakan Pakaian Surjan dan Kebaya
Rehat  Senin, 24-02-2020 | 08:18 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Menariknya, gladen ageng atau perlombaan panah ini para pesertanya wajib memakai pakaian tradisional surjan dan kebaya. Foto Bagus
Surabaya pojokpitu.com, Sebanyak ratusan siswa sekolah dasar dari sejumlah daerah, mengikuti lomba panah tradisional atau Jemparingan se - Jawa Timur di SMP Muhammadiyah 9 Jojoran Surabaya.

Sedikitnya 171 peserta dari pelajar sekolah dasar, ikut ambil bagian dalam lomba yang dibagi dalam dua kategori. Yakni jarak 7 meter dan 12 meter. Khusus perlombaan panah tradisional, penilaiannya dihitung dari busur yang banyak mengenai sasaran atau gandul. Mulai dari angka 1 untuk warna putih, 2 warna kuning dan nilai 3 untuk warna merah.

Sementara, ada yang unik, pada lomba panah yang diikuti oleh sejumlah sekolah se - Jawa Timur. Yakni pesertanya mengenakan pakaian adat surjan dan jarik. Sedangkan untuk peserta perempuan memakai kebaya.

Menurut Imam Sapari penyelenggara, Kepsek Muhammadiyah 9 Surabaya, Gladen Ageng atau lomba panah tradisional bekerjasama dengan persatuan panahan tradisional ( Perpatri ) Jatim. Diharapkan dapat memunculkan bibit muda atlet panah tradisional yang bisa berprestasi di tingkat nasional. (pul)

Berita Terkait

Lomba Panah Tradisional Gunakan Pakaian Surjan dan Kebaya

Atlet Puslatda Ikuti LigaPora di Surabaya

Jaring Pemanah, Perpani Jatim Gelar Kejurda Terbatas

Pecahkan Rekor MURI, 30 Ribu Anak Panah Melesat dari 1000 Pemanah
Berita Terpopuler
Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  22 jam

Merah Putih Tegak Berkibar di Mabar
Peristiwa  7 jam

Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Covid-19  11 jam

Polisi Malang Ungkap Penjualan Motor Leasing
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber