Berita Terbaru :
Kurangi Resiko Tertular Covid-19 RS UMM Ciptakan APD
Pemkot Bersama Polri Terus Lakukan Penyemprotan Desinfentan di Jalan Raya
Ruas Jalan Protokol Sumenep Disemprot Menggunakan Damkar
Tebing Longsor, Pipa PDAM Putus, 1500 Pelanggan Terganggu
   

Disini Warga Miskin Masih Diwajibkan Bayar Iuran Sekolah
Pendidikan  Senin, 24-02-2020 | 03:24 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Suryati warga miskin mengaku berat dengan iuran sebesar Rp 6 ribu per siswa. Sebab ke 3 anaknya sekolah di SDN Paron Kecamatan Bagor Nganjuk. Foto Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Seorang wali murid sekolah dasar di Nganjuk mengeluhkan iuran wajib dari paguyuban yang dibentuk oleh komite sekolah.

Keluhan iuran Rp 6 ribu itu dialami Suryati seorang janda warga Desa Paron Kecamatan Bagor Nganjuk. Ia mengaku berat dengan adanya iuran Rp 6 ribu per siswa, sebab ketiga anaknya masih duduk di bangku sekolah dasar yang sama. Sehingga harus membayar Rp 18 ribu perbulannya. "Sebenarnya masih ada tambahan dana simpanan untuk tabungan Rp 9 ribu persiswa, namun bersifat tidak wajib," kata Suryati.

Suryati mengaku minta keringanan atau gratis kepada pihak komite sekolah, agar ke 3 anaknya dibebaskan dari iuran paguyuban sebesar Rp 6 ribu. Sebab statusnya janda yang bekerja serabutan tak mampu mencukupi kebutuhan hidup ke 6 anaknya, dan lima diantaranya masih sekolah. Karena tak mampu secara ekonomi, Suryati juga tak memiliki rumah. Beruntung ada warga yang prihatin dan menyuruh menempati rumahnya secara gratis.

Sementara itu Harsono Ketua Komite SD Negeri Paron Kecamatan Bagor Nganjuk membenarkan adanya iuran sebesar Rp 6 ribu persiswa. Uang itu untuk membayar orang yang bertugas menyeberangkan siswa di jalan saat pulang sekolah. Sementara terkait iuran lain, pihak komite tidak pernah menarik. "Di paguyuban ada tabungan siswa yang siafatnya menyesuaikan kemampuan wali murid, karena itu tabungan milik siswa sendiri," kata Harsono

Terkait permintaan keringanan hingga pembebasan biaya iuran Rp 6 ribu, komite akan berupaya berkomunkasi dengan pihak terkait. Serta akan berusaha semampunya untuk menggratiskan iuran ke 3 siswa tersebut, karena kondisi ekonominya sangat tidak mampu.

Atas keluhan warganya, Partono Kades Paron langsung menemui Sukarti. Pihak desa sudah memberikan bantuan berupa uang santunan dan bantuan sandang pangan melalui program desa berupa sembako. Serta juga memberikan bantuan rutin siswa miskin. "Kami juga akan berupaya berkoordinasi dengan pihak komite dan sekolah agar siswa miskin bisa di gratiskan dari iuran sekolah," kata Partono. (Pul)

Berita Terkait

Disini Warga Miskin Masih Diwajibkan Bayar Iuran Sekolah

Pemkot Madiun Keberatan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Demo Tolak Kenaikan Tarif Iuran BPJS Berlangsung Ricuh
Berita Terpopuler
Ruas Jalan Protokol Sumenep Disemprot Menggunakan Damkar
Peristiwa  1 jam



Cuplikan Berita
Viral, Wakil Bupati Sidoarjo Ikut Memakamkan Pasien Positif Corona
Pojok Pitu

Seorang Dokter Sidoarjo Tertular Virus Covid 19, Satu Perawat PDP
Pojok Pitu

Gubernur Jatim Takziah ke Kediaman Ibunda Presiden Jokowi
Jatim Awan

Santri di Jombang Gelar Sholat Ghoib Ibunda Presiden
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber