Berita Terbaru :
Cegah Covid-19, Ormas Lakukan Penyemprotan Disinfectan Swadaya
Ini Alasan Penting Tidur Cukup Bagi Penderita Diabetes
Pencuri Bersajam Bawa Kabur Sepeda Motor Usai Satroni Kampung
Pedagang Diduga Terpapar Covid-19, Pasar Grosir Surabaya Ditutup
Mendapat Protes Pedagang, PD Pasar Surya Tetap Menutup Pasar Kapasan
Untuk Mengetahui Stok Darah Aman di Jatim, Gubernur Sidak ke Kantor PMI Jatim
Rusunawa Milik Pemkab Lamongan Disiapkan Untuk Ruang Isolasi Covid 19
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penundaan Penutupan
Pengalihan Arus Surabaya-Ponorogo dan Sebaliknya
Dinas Pendidikan Jatim Minta Gedung SD Jadi Ruang Isolasi Pemudik
Tanah Gerak, 5 Rumah Warga Ponorogo Dikosongkan
Kendaraan yang Terlambat Bayar Pajak Selama 5 Tahun Bebas Denda
Warga Tetap Protes Kendaraan Berat Mengaspal di Jalan Raya Munggut
Longsor, Batu Raksasa Tutup Jalan Raya Ngebel
Tidak Ada Penutupan Jalan, Hanya Dibuat Satu Arus
   

Banjir Landa 9 Desa, Belasan Lansia Dievakuasi Menggunakan Ban Bekas
Tapal Kuda Dan Madura  Minggu, 23-02-2020 | 21:13 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Debit air yang terus meninggi membuat puluhan ibu-ibu dan anak-anak terpaksa mengungsi di lokasi yang aman. Foto Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Belasan Lansia dan warga sakit dievakuasi dari dalam rumah menggunakan ban bekas saat banjir melanda 9 desa di Kabupaten Probolinggo Sabtu (22/2) malam.

Satu persatu warga lanjut usia di Dusun Sekolahan, Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo dievakuasi ke tempat yang aman menggunakan ban dalam bekas. Minimnya peralatan, membuat satu ban dalam bekas terpaksa dinaiki untuk dua nenek sekaligus. Tercatat belasan lansia dievakuasi akibat banjir kiriman ini.

Tidak hanya lansia, warga yang tengah sakit terpaksa juga harus diungsikan ke tempat yang lebih aman. 

Akibat banjir, puluhan ibu-ibu dan anak-anak diungsikan ke sebuah mushola di area sekolah dasar. Sedangkan sebagian mengungsi ke tetangga terdekat yang terbebas dari banjir. "Datangnya air begitu cepat, membuat kami nyaris tidak bisa menyelamatkan semua perabotnya, mulai meja, kursi hingga tempat tidur," kata Badriyah salah satu warga.
 
Banjir terjadi saat tanggul di Sungai Banyubiru, yang melintasi desa tersebut jebol sehingga akhir menggenangi rumah-rumah warga.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana setempat, ada 9 desa yang terdampak banjir. Diantaranya, Desa Pajurangan, Gending, Sebaung, Randupitu, Bulang, Sumberkerang, Pikatan, Curahsawo, dan Pesisir. "Kami sudah menerjunkan perahu karet untuk mengevakuasi lansia, warga sakit dan bayi," kata Nurwahyudi, Kasi Logistik Kedaruratan BPBD Kabupaten Probolinggo.

Hingga Minggu (23/2) dini hari, banjir berangsur surut, bersamaan dengan curuh hujan di hulu reda.

Petugas mengimbau agar warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai, maupun di bawah tebing atau lereng, selalu waspada, mengingat curah hujan hingga beberapa minggu ke depan masing sangat tinggi. (pul)


Berita Terkait

Banjir Akibat Tanggul Sungai Tak Memadai

Lagi, Ponorogo Diterjang Banjir Saat Malam Hari

Banjir di Ponorogo Beransur Surut

Tanggul Jebol Akibatkan Puluhan Rumah Warga Desa Ngablak Terendam Banjir
Berita Terpopuler
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penutupan Pasar Kapasan Ditunda
Metropolis  10 jam

Bondowoso Satu Keluarga Tewas Masuk Septic Tank 20 Meter
Peristiwa  9 jam

Kata Pasien COVID-19, Virus Corona Bukan Soal Penyakit Saja
Covid-19  15 jam

Dampak Covid-19, 34 Warga Binaan Madiun Dibebaskan
Hukum  22 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber