Berita Terbaru :
Petugas Check Point Jaring Travel Gelap dan Ratusan Pelanggar PSBB
Fenomena Gelombang Tinggi Terjang Perairan Pacitan
Pria Kurus Masuk Kantor Dinas Perpustakaan dan Acak Acak Ruang Kerja, Terekam CCTV
Cegah Covid-19, Polisi Dirikan 10 Kampung Tangguh
Di Kabupaten Probolinggo, Positif Covid Bertambah 6 Orang, Total Menjadi 83 Orang
Polisi Olah TKP Kejadian Kebakaran Mobil Menewaskan Dua Anak
Kyai Tokoh Masjid Ampel Tutup Usia Saat Sholat
Risma : Belum Saatnya Bahas New Normal untuk Kota Surabaya
Pesta Narkoba di Villa Pacet, Dua Sopir Travel Digerebek Petugas BNN Kota Mojokerto
New Normal, Jokowi Kerahkan Aparat Disiplinkan Warga di Keramaian
Warga Giripurno Kembali Jalani Rapid Test, Pasien Reaktif Langsung di-Swab Massal
Tabrak Pejalan Kaki Hingga Tewas, Sepeda Motor Ini Terbakar
Tiga Karyawan Reaktif, Layanan Dispendukcapil Tulungagung Ditutup Sementara
Tak Terima Tanaman Pete Ditimbuni Sampah, Kakak Ipar Bantai Adik Ipar
Polisi Periksa 3 TKW Yang Mudik Dari Taiwan
   

Cuaca Buruk, Nelayan Tuban Pilih Tak Melaut
Pantura  Minggu, 23-02-2020 | 01:25 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Cuaca buruk berupa angin kencang dan ombak besar di laut utara jawa, Kabupaten Tuban, membuat para nelayan berhenti melaut. Foto Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Cuaca buruk di laut utara Jawa, Kabupaten Tuban, membuat para nelayan berhenti melaut. Untuk mengisi waktu luang, mereka memilih memperbaiki alat tangkap mereka yang rusak, sembari menunggu cuaca kembali membaik.

Salah satunya terpantau di sepanjang pantai Desa Kradenan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Para nelayan memilih menyandarkan perahu mereka di tepi pantai. Untuk mengisi waktu luang, para nelayan memilih memperbaiki alat tangkap mereka yang rusak, akibat terjangan ombak saat mencari ikan.

Aktifitas mereka lakukan, sembari menunggu cuaca kembali membaik. Agar jika cuaca membaik, alat tangkap ini sudah siap dipergunakan untuk mencari ikan.

Para nelayan mengaku, angin kencang disertai ombak besar, setinggi hingga setengge empat meter, datang tidak pasti dan kerap berubah-ubah. Mereka menduga kondisi ini adalah pertanda awal , datangnya musim angin barat. Diperkirakan cuaca buruk ini dapat berlangsung setidaknya hingga tiga pekan ke depan.

Atas kondisi ini para nelayan mengaku hanya dapat pasrah. Mereka berharap cuaca segera normal,sehingga dapat beraktifitas mencari ikan sebagaimana hari biasa. (pul)

Berita Terkait

Perahu Nelayan Ditemukan Mengapung di Tengah Laut Tanpa Pemilik

Gelombang Tinggi Menghambat Pencarian Nelayan Hilang

Perahu Pecah Dihantam Ombak, Satu Nelayan Dinyatakan Hilang

Seorang Nelayan Tewas Bersimbah Darah Dibunuh Rekannya
Berita Terpopuler
Banjir Bandang Terjang Pantura
Peristiwa  9 jam

Cegah Pemudik, Warga Pasang Portal Pocong dan Keranda Mayat di Pintu Masuk Kampu...selanjutnya
Covid-19  11 jam

Polisi Amankan Balon Udara Yang Nyaris Bakar Rumah Warga
Peristiwa  10 jam

Tak Terima Tanaman Pete Ditimbuni Sampah, Kakak Ipar Bantai Adik Ipar
Peristiwa  8 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber