Berita Terbaru :
Laka Truk Vs Truk Marinir, Sopir Truk Alami Cidera
Diduga Puluhan Santrinya Positif Covid 19, Pengurus Tutup Sementara Pondok Al-Mubtadiin
Terjaring Operasi Masker, Para Pelanggar Diberikan Pilihan Hukumannya Setelah Diceramahi Camat
Meski Panen Raya, Petani Garam Masih Merugi Karena Hujan yang Masih Turun
Kepala Pusjarah Polri Kunjungi Monument Brimob Bukti Menghalau Belanda Tahun 1949
Hari PMI, Sugiri Bagi Bagi Masker dan Susu Telor
Ipong Muchlissoni Temu Komunitas Pemuda Milenial
Limbah Masker Medis Berserakan di Samping Rumah Sakit Covid
Warga Digegerkan Penemuan Bayi Laki-Laki di Sawah Belakang Puskesmas
78 Bangunan Semi Permanen Tanpa Izin Dirubuhkan
Siswi Berhenti Sekolah Karena Tidak Punya HP
Tak Menguanakan Masker Dengan Benar, Puluhan Awak Bus Jalani Sanksi Sosial
Empat Pj Orkes Dangdut Viral Diberi Sanksi Berlapis
Ratusan Pelanggar Protokol Kesehatan Berhasil Diamanakan Oleh Tim Gabungan Covid Hunter
Diduga Rem Blong, Truk Tronton Sasak 4 Rumah di Jalur Wisata Bromo
   

Cuaca Buruk, Nelayan Tuban Pilih Tak Melaut
Pantura  Minggu, 23-02-2020 | 01:25 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Cuaca buruk berupa angin kencang dan ombak besar di laut utara jawa, Kabupaten Tuban, membuat para nelayan berhenti melaut. Foto Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Cuaca buruk di laut utara Jawa, Kabupaten Tuban, membuat para nelayan berhenti melaut. Untuk mengisi waktu luang, mereka memilih memperbaiki alat tangkap mereka yang rusak, sembari menunggu cuaca kembali membaik.

Salah satunya terpantau di sepanjang pantai Desa Kradenan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Para nelayan memilih menyandarkan perahu mereka di tepi pantai. Untuk mengisi waktu luang, para nelayan memilih memperbaiki alat tangkap mereka yang rusak, akibat terjangan ombak saat mencari ikan.

Aktifitas mereka lakukan, sembari menunggu cuaca kembali membaik. Agar jika cuaca membaik, alat tangkap ini sudah siap dipergunakan untuk mencari ikan.

Para nelayan mengaku, angin kencang disertai ombak besar, setinggi hingga setengge empat meter, datang tidak pasti dan kerap berubah-ubah. Mereka menduga kondisi ini adalah pertanda awal , datangnya musim angin barat. Diperkirakan cuaca buruk ini dapat berlangsung setidaknya hingga tiga pekan ke depan.

Atas kondisi ini para nelayan mengaku hanya dapat pasrah. Mereka berharap cuaca segera normal,sehingga dapat beraktifitas mencari ikan sebagaimana hari biasa. (pul)

Berita Terkait

Perahu Terbalik, Satu Nelayan Lumajang Masih Dicari

Kapal Diterjang Ombak, Seorang Nelayan di Tuban Hilang

Hanyut 24 Jam Di Laut, Nelayan Ditemukan Selamat

Perahu Nelayan Ditemukan Mengapung di Tengah Laut Tanpa Pemilik
Berita Terpopuler
Pasutri di Ngawi Hidup Serba Keterbatasan
Peristiwa  8 jam

Diduga Rem Blong, Truk Tronton Sasak 4 Rumah di Jalur Wisata Bromo
Peristiwa  6 jam

Bencana Kekeringan Belum Bisa Diatasi, Terutama Daerah Kering Kritis
Metropolis  6 jam

Gudang Mesin Jahit Jalan Veteran Surabaya Ludes Dilalap Api
Metropolis  6 jam



Cuplikan Berita
Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Gudang Mebel dan Dua Rumah Hangus Terbakar
Pojok Pitu

Ratusan Driver Online Unjuk Rasa dan Sweping Rekan
Jatim Awan

KPU Surabaya Segera Publikasikan DPS Pada Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber