Berita Terbaru :
Begini Tanggapan Bupati Terkait Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19
Polisi Tetapkan Ibu Bayi Sebagai Tersangka Penelantaran
Hendak Menginap di Rumah Janda, TNI Gadungan Diamankan
Ajak Akhiri Polemik, Demokrat Sebut Jatim Butuh 10 Unit Mobil PCR
Politisi PDIP : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan Partai
Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
   

Ditinggal Penambang, Warga Reklamasi Bekas Tambang Pasir
Tapal Kuda Dan Madura  Rabu, 01-07-2015 | 18:15 wib
Reporter : Achmad Arif
Warga menunjukan lahan miliknya yang diuruk sendiri setelah ditambang pasirnya oleh penambang tak bertangung jawab. foto: rif
Lumajang pojokpitu.com, Persoalan tambang pasir, dimana-mana selalu menyisakan masalah. di Lumajang, warga harus melakukan reklamasi sendiri lahannya setelah ditambang pasir besinya. Para penambang membiarkan lubang-lubang menganga di bekas lahan tambang tersebut. Warga berharap, pemerintah maupun penambang melakukan reklamasi agar lahan mereka bisa ditanami kembali.

Bani, warga dusun Kajaran, kecamatan Pasirian, Lumajang, setiap hari harus membetulkan lahannya yang kini menjadi rawa. Lahan yang dulunya ditambang PT. IMMS dan diambil pasir besinya, kini sudah rusak dan ditinggal begitu saja serta tanpa ada tanggung jawab dari penambang.

Begitu juga dengan Mat Sholeh. Dirinya harus menyewa alat berat untuk menutup lubang bekas tambang pasir besi yang dalamnya sekitar lima meter itu. Tidak heran jika harus mengeluarkan uang puluhan juta untuk bisa memperbaiki lahannya. Mereka kecewa terhadap para penambang maupun pemerintah yang hanya bisa mengeruk keuntungan tanpa memperhatikan dampak lingkungannya.

Sementara itu menanggapi masalah tersebut, Bupati Lumajang, As ad Malik menyayangkan ulah pihak penambang yang tidak melakukan reklamasi. Sebab, tanggung jawab reklamasi adalah tanggung jawab mereka.

Di tempat terpisah, direktur utama PT Indomdern Minning Sejahtera (IMMS) Lamcongsan selaku penambang pasir besi, kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kejaksaan tinggi Jawa Timur, atas kasus korupsi pemberian ijin tambang pasir besi di wilayah tersebut. Selain Lamcongsan, kejaksaan  tinggi juga telah menetapkan tersangka lainnya yakni Abdul Ghofur, selaku sekretaris komisi penilai Amdal dan ketua tim tekhnis dokumen Amdal. Abdul Ghofur  diduga pemerintah telah dirugikan Rp 100 milyar lebih atas kasus tambang pasir besi ini.

Selain dua tersangka tersebut, kejaksaan tinggi Jatim juga telah memeriksa belasan pejabat Pemkab Lumajang terkait kasus tersebut. (tur/**)





Berita Terkait

Tolak Reklamasi untuk Pembangunan Tambak, Ratusan Warga Gelar Aksi Unjuk Rasa

Antisipasi Petambang Ingkar Janji, Biaya Reklamasi Didepositokan

Sowan ke Kyai Jatim, Rizal Ramli Ajak NU Awasi Reklamasi di Jawa Timur

Dianggap Tidak Berijin, Satpol PP Tutup Kegiatan Reklamasi Pantai
Berita Terpopuler
Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
Peristiwa  4 jam

Politisi PDIP : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan Partai
Metropolis  4 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber