Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Sorot 

Warga menunjukan lahan miliknya yang diuruk sendiri setelah ditambang pasirnya oleh penambang tak bertangung jawab. foto: rif
Ditinggal Penambang, Warga Reklamasi Bekas Tambang Pasir
Rabu, 01-07-2015 | 18:15 wib
Oleh : Achmad Arif
Lumajang pojokpitu.com, Persoalan tambang pasir, dimana-mana selalu menyisakan masalah. di Lumajang, warga harus melakukan reklamasi sendiri lahannya setelah ditambang pasir besinya. Para penambang membiarkan lubang-lubang menganga di bekas lahan tambang tersebut. Warga berharap, pemerintah maupun penambang melakukan reklamasi agar lahan mereka bisa ditanami kembali.

Bani, warga dusun Kajaran, kecamatan Pasirian, Lumajang, setiap hari harus membetulkan lahannya yang kini menjadi rawa. Lahan yang dulunya ditambang PT. IMMS dan diambil pasir besinya, kini sudah rusak dan ditinggal begitu saja serta tanpa ada tanggung jawab dari penambang.

Begitu juga dengan Mat Sholeh. Dirinya harus menyewa alat berat untuk menutup lubang bekas tambang pasir besi yang dalamnya sekitar lima meter itu. Tidak heran jika harus mengeluarkan uang puluhan juta untuk bisa memperbaiki lahannya. Mereka kecewa terhadap para penambang maupun pemerintah yang hanya bisa mengeruk keuntungan tanpa memperhatikan dampak lingkungannya.

Sementara itu menanggapi masalah tersebut, Bupati Lumajang, As ad Malik menyayangkan ulah pihak penambang yang tidak melakukan reklamasi. Sebab, tanggung jawab reklamasi adalah tanggung jawab mereka.

Di tempat terpisah, direktur utama PT Indomdern Minning Sejahtera (IMMS) Lamcongsan selaku penambang pasir besi, kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kejaksaan tinggi Jawa Timur, atas kasus korupsi pemberian ijin tambang pasir besi di wilayah tersebut. Selain Lamcongsan, kejaksaan  tinggi juga telah menetapkan tersangka lainnya yakni Abdul Ghofur, selaku sekretaris komisi penilai Amdal dan ketua tim tekhnis dokumen Amdal. Abdul Ghofur  diduga pemerintah telah dirugikan Rp 100 milyar lebih atas kasus tambang pasir besi ini.

Selain dua tersangka tersebut, kejaksaan tinggi Jatim juga telah memeriksa belasan pejabat Pemkab Lumajang terkait kasus tersebut. (tur/**)





Berita Terkait


Tolak Reklamasi untuk Pembangunan Tambak, Ratusan Warga Gelar Aksi Unjuk Rasa

Antisipasi Petambang Ingkar Janji, Biaya Reklamasi Didepositokan

Sowan ke Kyai Jatim, Rizal Ramli Ajak NU Awasi Reklamasi di Jawa Timur

Dianggap Tidak Berijin, Satpol PP Tutup Kegiatan Reklamasi Pantai


Waduh ! Ini Aksi Nelayan yang Segel Pulau Reklamasi

Reklamasi Liar Kini Hantui Pantai Surabaya

Nelayan Nambangan : Jangan Ada Reklamasi di Pesisir Timur

Jamrek Tambang Sangat Rendah, Reklamasi Tidak Sesuai Prosedur

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber