Berita Terbaru :
Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Terus Meningkat di Jatim
Jokowi Larang ASN Mudik
Seorang Pengendara Motor Tewas Jadi Korban Tabrak Lari
Lima Warga Terkonformasi Positif Covid-19 di Lumajang
Satu Warga Terkonfirmasi Positif Corona, Pacitan Zona Merah
Puluhan Rumah dan Hektaran Padi Siap Panen Terendam Banjir
Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah Menjadi 7 Orang
Positif Corona di Nganjuk Bertambah, Total 8 Orang
Pemkab Ponorogo Siapkan Tempat Isolasi Untuk Pemudik
Siswa SMK di Blitar Produksi 2000 APD Gratis Untuk Tim Medis
Pemanfaatan Gas Metan Hasil Pengolahan Sampah TPA Selopuro
Dua Minggu Tutup Pedagang Konveksi PBM Kembali Buka
Tempat Duduk Bus Harus Diberi Pembatas
DPUTR: Semua Ada di LPSE, Jangan Asal Nuding
Stabilkan Ekonomi Terdampak Covid 19, Pemda Berikan Beras Ke Warga
   

Diprediksi Stok Pupuk Bersubsidi Hanya Sampai 3 Bulan Mendatang
Ekonomi Dan Bisnis  Sabtu, 22-02-2020 | 00:19 wib
Reporter : Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, Jatah pupuk subsidi selama tahun 2020 untuk Kabupaten Madiun diperkirakan akan habis . Sebab , kampung pesilat mendapat alokasi pupuk subsidi hanya 50 persen dibandingkan dengan alokasi tahun sebelumnya.

Stok pupuk bersubsidi tersimpan di gudang penyangga pupuk Desa Sumberbening Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun.  Masih aman dalam kurun waktu 3 bulan atau Mei mendatang. Namun , setelah itu stok pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Madiun akan habis .

Kondisi tersebut bakal terjadi,  jika rencana pengajuan penambahan alokasi yang dilakukan pemerintah tidak disetujui kementrian pertanian. Sehingga pasca bulan Mei mendatang tidak akan ada lagi penambahan stok pupuk bersubsidi. Mengingat jatah alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Madiun hanya , 42.548 ton .

M Fajar Ismail,  SPDP PT Petrokimia Gresik di Madiun mengatakan, jumlah alokasi itu terpaut jauh dibandingkan dengan jatah pupuk bersubsidi tahun 2019 lalu, mencapai , 92.247 ton. "Jumlah stok di gudang sudah sesuai ketentuan yakni 30 persen dari total alokasi untuk setahun ," kata Fajar.

Pihaknya menyiapkan beberapa langkah untuk antisipasi kelangkaan pupuk, diantaranya melakukan penguatan koordinasi dengan Disperta, Disperindag,  dan KP3. Termasuk menyediakan stok pupuk non subsidi bagi para petani yang membutuhkan .

Sementara itu,  pemerintah setempat sudah ancang-ancang mengajukan penambahan alokasi pupuk subdisi. Pengajuan dari Dinas Pertanian Pemkab Madiun ke Dispertan Provinsi Jatim agar diajukan ke tingkat Kementrian Pertanian. (pul)

Berita Terkait

Pemkab Ngawi Ajukan Penambahan Alokasi Pupuk Bersubsidi

Diprediksi Stok Pupuk Bersubsidi Hanya Sampai 3 Bulan Mendatang

Pupuk Subsidi Makin Langka, Harganya Juga Mahal

Muhtarom Ungkap Faktor Kelangkaan Pupuk Bersubsidi
Berita Terpopuler
Lima Warga Terkonformasi Positif Covid-19 di Lumajang
Covid-19  1 jam

Puluhan Rumah dan Hektaran Padi Siap Panen Terendam Banjir
Peristiwa  2 jam

Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah Menjadi 7 Orang
Covid-19  2 jam

Pemkab Ponorogo Siapkan Tempat Isolasi Untuk Pemudik
Covid-19  3 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber