Berita Terbaru :
Seorang Pengendara Motor Tewas Jadi Korban Tabrak Lari
Lima Warga Terkonformasi Positif Covid-19 di Lumajang
Satu Warga Terkonfirmasi Positif Corona, Pacitan Zona Merah
Puluhan Rumah dan Hektaran Padi Siap Panen Terendam Banjir
Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah Menjadi 7 Orang
Positif Corona di Nganjuk Bertambah, Total 8 Orang
Pemkab Ponorogo Siapkan Tempat Isolasi Untuk Pemudik
Siswa SMK di Blitar Produksi 2000 APD Gratis Untuk Tim Medis
Pemanfaatan Gas Metan Hasil Pengolahan Sampah TPA Selopuro
Dua Minggu Tutup Pedagang Konveksi PBM Kembali Buka
Tempat Duduk Bus Harus Diberi Pembatas
DPUTR: Semua Ada di LPSE, Jangan Asal Nuding
Stabilkan Ekonomi Terdampak Covid 19, Pemda Berikan Beras Ke Warga
Sering Dijadikan Tempat Berkumpul, Taman Tajamara Disemprot Disinfectan
Rusunawa Pesantren Jombang Siap Tampung 80 Pemudik
   

Uniknya Kampung Parikan Surabaya yang Letaknya di Bantaran Bozem
Metropolis  Jum'at, 21-02-2020 | 21:20 wib
Reporter : Nanda Andrianta
Inilah kampung gadukan rukun bozem morokrembangan Surabaya, atau yang lebih dikenal dengan sebutan kampung parikan Surabaya. Foto: Nanda Andrianta
Surabaya pojokpitu.com, Warga gadukan rukun, bozem morokrembangan Surabaya, punya cara unik untuk melestarikan seni parikan, yaitu dengan cara menyulap kampung mereka dengan warna warni tulisan khas diksi parikan. Beragam jenis parikan khas Suroboyoan terpampang disetiap tembok-tembok rumah warga.

Di kampung ini berjajar puluhan rumah bercat warna-warni, dimana beragam jenis parikan khas Suroboyoan terpampang di setiap tembok-tembok rumah warga.

Bagi generasi millenial, mungkin seni parikan terdengar cukup asing ditelinga mereka. Parikan atau kidungan khas Jawa Timuran ini nyatanya tidak terlalu asing bagi para pemuda ini. Sebab, para perangkat RT setempat sudah mulai mengenalkannya melalui tembok-tembok rumah warga yang dicat dengan tulisan parikan.

Pada masa lampau parikan sudah menjadi bagian kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa, karena setiap kalimat parikan sudah mengandung muatan nasihat, sindiran, bahkan sekedar senda gurau.

Menurut Muhammad Yusuf, Ketua RT setempat menegaskan, kampungnya sengaja disulap menjadi kampung seni parikan, sebagai upaya warga untuk melestarikan tradisi dan budaya yang sejak dulu sudah ada.

"Selain beragam kalimat parikan, tembok rumah warga juga terdapat mural yang bergambarkan tokoh ludruk legendaris asal Jawa Timur, diantaranya Cak Bambang Gentolet, Cak Markeso dan Cak Momon, 3 tokoh sentra ludruk Suroboyo itu kini diabadikan menjadi ikon kampung parikan," jelas Muhammad Yusuf.

Yusuf juga menambahkan, kedepannya kampung parikan ini bisa menjadi sebuah kampung yang mampu memberikan destinasi wisata pembelajaran seni parikan kepada seluruh masyarakat.

Terlebih para generasi millenial yang saat ini banyak bergantung pada gadget,dan banyak melupakan sejarah kesenian tradisional khas Suroboyoan. (yos)

Berita Terkait

Uniknya Kampung Parikan Surabaya yang Letaknya di Bantaran Bozem
Berita Terpopuler
Positif Corona di Nganjuk Bertambah, Total 8 Orang
Covid-19  2 jam

Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah Menjadi 7 Orang
Covid-19  1 jam

Puluhan Rumah dan Hektaran Padi Siap Panen Terendam Banjir
Peristiwa  55 menit

Pemkab Ponorogo Siapkan Tempat Isolasi Untuk Pemudik
Covid-19  3 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber