Berita Terbaru :
Pembagian Masker Berujung Kemacetan di Pintu Masuk Suramadu
Hujan Deras Lima Jam, Jalur Poros Pantura Banjir
Hari Pertama Penerapan PSBB Masih Banyak Pelanggaran di Jalan
Disnaker : 15 Perusahaan Rumahkan Pekerja Saat Pandemi Covid-19
Bapenda Prediksi PAD Terpenuhi 50 Persen Dengan Target Rp 715 Miliar
ODR Meningkat di Kabupaten Malang
Penitipan Tahanan di Lapas Lowokwaru Dibatasi
Pemberlakuan PSBB Perlu Diimbangi Dengan Perubahan Pola Sosial Dan Pola Kerja
Satu Warga Positif Covid 19, Bangkalan Berstatus Tanggap Darurat Bencana
Siaga Satu Banjir Sungai Bengawan Solo
Orang Dalam Resiko Meningkat di Kabupaten Malang
Banjir Redam Jalan Poros dan Ratusan Hektar Lahan Tambak Warga
Korban Meninggal Baik Status PDP, ODP Atau Positif Covid-19 Sebanyak 100 Orang
Dari Data Dinas Tenga Kerja Jatim Ada 21 Ribu di Rumahkan maupun PHK
Isak Tangis Warna Kedatangan Jenazah TKI Dari Malaysia
   

Pemkab Ngawi Ajak Masyarakat Peduli Sampah Dengan 3R
Mataraman  Jum'at, 21-02-2020 | 01:16 wib
Reporter : Ito Wahyu
Ngawi pojokpitu.com, Sampah menjadi perhatian serius, bagi Pemerintah Kabupaten Ngawi, berbagai upaya penanganan terus digalakkan untuk mengurangi sampah. Bahkan setiap hari produksi sampah yang dihasilkan warga perkotaan di Ngawi mencapai kurang lebih 40 ton.

Pemerintah Kabupaten Ngawi, melalui Dinas Lingkungan Hidup menggelar kegiatan penaburan benih ikan, penanaman pohon, dan membersihkan sampah di sekitar taman candi.

Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2020 yang diikuti oleh seluruh element masyarakat dan pelajar.

Sampah menjadi salah satu masalah tersendiri yang harus mendapat perhatian serius. Terlebih berbagai dampak permasalahan juga bisa saja terjadi dari sampah.

Di Kabupaten Ngawi sendiri kurang lebih sebanyak 40 ton sampah setiap hari dihasilkan oleh masyarakat wilayah perkotaan.
Wakil bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menjelaskan, perlu ada perubahan pola pikir masyarakat dalam hal penanganan sampah.

"Padahal jika dapat dipelajari dan dikelola secara benar, sampah juga dapat menghasilkan rupiah. Yakni dengan cara melakukan 3R (Reduce, Reuse, Recyle)," kata Ony Anwar Harsono.

Hal yang sama disampaikan, Setiyono menambahkan, dalam penangan sampah ini tidak bisa diserahkan langsung pada pemerintah,
namun juga harus mendapat dukungan dari masyarakat.

"Mengingat, rumah tangga merupakan salah satu penghasil sampah terbanyak. Ia juga menambahkan, jika Pemkab akan siap membantu memberikan pendampingan, serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam pengelolaan dan pengolahan sampah," kata Ony Anwar Harsono.

Seperti diketahui, tahun 2020 ini Indonesia merupakan negara no 2 penghasil sampah terbanyak didunia terutama sampah plastik.
Pemerintah pusat mencanangkan gerakan peduli sampah yang ditargetkan mengurangi 25 persen sampah plastik di tahun 2025.

Berita Terkait

Sampah Menumpuk di Pintu Bendungan Sungai Bengawan Solo

Jengkel Orang Buang Sampah Sembarangan, Tepian Jalan Dibangun Makam

SD Negeri 2 Sengon Terapkan Sekolah Tanpa Plastik

Mapala Sesali PT. Garam Tak Bisa Atasi Sampah Kumuh di Wilayah Industri Garam
Berita Terpopuler
Positif Corona di Nganjuk Bertambah, Total 8 Orang
Covid-19  9 jam

Puluhan Rumah dan Hektaran Padi Siap Panen Terendam Banjir
Peristiwa  8 jam

Lima Warga Terkonformasi Positif Covid-19 di Lumajang
Covid-19  7 jam

Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah Menjadi 7 Orang
Covid-19  8 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber