Berita Terbaru :
Jumlah Warga Nganjuk Positif Covid 19 Bertambah Jadi 7 Orang
Pemkot Probolinggo Siapkan Rp 57 Milyar Untuk Penanganan Corona
Geger, Seorang Pria Mendadak Meninggal Dunia di Dalam Masjid
Ari Lasso Menemukan Kembarannya Asal Manado
Berawal Dari Donasi Kini Layani APD Seluruh Negeri
Nasib Mahasiswa Thailand Ditengah Covid 19
Warga Gelar Senam Corona Setiap Siang
Hari Terakhir, 3.598 Napi Jatim Dibebaskan
Antisipasi Pemudik, Pemerintah Lumajang Siapkan Ruang Karantina
Relawan Berikan Bantuan Face Shield Kepada Rumah Sakit
Rujak Bawean Menjadi Kuliner Pelepas Rindu Perantau Dari Pulau Putri
Kabupaten Trenggalek Umumkan Pasien Pertama Positif Corona
Tim Medis Minim APD, Awak Media Salurkan 100 Unit Baju Hazmat
Kondisi Dua Warga Bapak Anak Positif Corona Terus Membaik
Wabah Corona, Pengusaha Konveksi Produksi Masker Handmade Dengan Motif Kekinian
   

Ketinggian Ombak 4 Meter, Nelayan Berhenti Melaut
Pantura  Jum'at, 21-02-2020 | 00:06 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Cuaca buruk berupa gelombang tinggi dan angin kencang kembali melanda, Perairan Laut Utara Jawa Kabupaten Tuban. Ketinggian ombak yang mencapai 4 meter, membuat nelayan berhenti melaut dan menyandarkan perahu mereka. Bahkan, untuk menghindari kerusakan, sejumlah perahu dievakuasi ke darat.

Cuaca buruk berupa gelombang tinggi dan angin kencang kembali melanda, Perairan Laut Utara Jawa Kabupaten Tuban. Kondisi tersebut salah satunya seperti terpantau di pantai Desa Keradenan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Kamis (20/2) pagi.

Para nelayan terpaksa berhenti melaut dan menepikan perahunya di pantai. Bahkan, sebagian perahu harus dievakuasi ke tepi pantai, karena berbenturan dengan perahu lainnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerusakan pada perahu.

Kondisi cuaca ini memaksa para nelayan untuk berhenti mencari ikan, demi keselamatan mereka. Selain itu, mereka secara bergilir juga berjaga ditepi pantai. Agar bisa memantau perahu-perahu mereka jika ada yang bertabrakan dan talinya putus, saat di parkir. Mereka gotong-royong menepikan perahu ke daratan.

Nur Jihat, nelayan, mengaku angin kencang disertai gelombang besar, setinggi 2 meter dipantai dan di tengah mencapai 4 meter ini, datang tidak pasti dan kerap berubah-ubah. "Datangnya musim angin barat ini, diperkirakan dapat berlangsung setidaknya 2 hingga 3 pekan ke depan," kata Nur Jihat.

Sementara itu, data prakiraan cuaca Badan Meteorologi Geofisika Dan Klimatologi Kabupaten Tuban, gelombang tinggi saat ini mencapai 2,5 meter, sedangkan kecepatan angin mencapai 25 knot.
Untuk itu, para nelayan dihimbau untuk selalu memantau prakiraan cuaca, sebelum melaut agar dapat mengetahui kondisi laut saat ini. (yos)

Berita Terkait

Ketinggian Ombak 4 Meter, Nelayan Berhenti Melaut

Diterjang Ombak Tinggi, Belasan Perahu Nelayan di Pesisir Situbondo Karam dan Rusak

Gelombang Tinggi, Nelayan di Pesisir Utara Tuban Berhenti Melaut

Ombak Tinggi di Laut Selatan , Nelayan Tidak Melaut
Berita Terpopuler
Rujak Bawean Menjadi Kuliner Pelepas Rindu Perantau Dari Pulau Putri
Icip - Icip  7 jam

Baru Bebas Lantaran Progam Asimilasi, Residivis Dihajar Warga Usai Kepergok Cur...selanjutnya
Peristiwa  10 jam

Diduga Terobos Traffic Light, Beat Tabrak Vega
Peristiwa  11 jam

Warga Gelar Senam Corona Setiap Siang
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber