Berita Terbaru :
Produksi Masker, Peluang Usaha di Tengah Pandemi Covid-19
PPNI Membuat APD Dari Helm Proyek dan Kaleng Plastik Bekas
Pembagian Masker Berujung Kemacetan di Pintu Masuk Suramadu
Hujan Deras Lima Jam, Jalur Poros Pantura Banjir
Hari Pertama Penerapan PSBB Masih Banyak Pelanggaran di Jalan
Disnaker : 15 Perusahaan Rumahkan Pekerja Saat Pandemi Covid-19
Bapenda Prediksi PAD Terpenuhi 50 Persen Dengan Target Rp 715 Miliar
ODR Meningkat di Kabupaten Malang
Penitipan Tahanan di Lapas Lowokwaru Dibatasi
Pemberlakuan PSBB Perlu Diimbangi Dengan Perubahan Pola Sosial Dan Pola Kerja
Satu Warga Positif Covid 19, Bangkalan Berstatus Tanggap Darurat Bencana
Siaga Satu Banjir Sungai Bengawan Solo
Orang Dalam Resiko Meningkat di Kabupaten Malang
Banjir Redam Jalan Poros dan Ratusan Hektar Lahan Tambak Warga
Korban Meninggal Baik Status PDP, ODP Atau Positif Covid-19 Sebanyak 100 Orang
   

Musim Panen Profesi Menantang Pemanjat Pohon Durian
Mataraman  Kamis, 20-02-2020 | 23:07 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Seperti inilah aktifitas pemanjat pohon durian di desa Wonosalam Kecamatan Wonosalam Jombang. Foto: Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Dibalik kenikmatan buah durian, ada jasa pemanjat durian yang penuh resiko. Profesi pemanjat ini hanya bisa dilakukan oleh tenaga profesoinal yang memiliki nyali tinggi.

Bagaimana tidak, saat memanjat pohon yang memiliki ketinggian puluhan meter mereka hanya menggunakan tampar tanpa pengaman. Setiap menjelang panen jasa ini selalu kebanjiran permintaan.

Seperti aktifitas pemanjat pohon durian di Desa Wonosalam Kecamatan Wonosalam Jombang. Dengan berbekal tampar dan tali rafia, Ahmad Supriatin (26), ini langsung memanjat pohon durian yang berbuah dan siap di tali. Bak tupai, pemanjat dengan lihai memanjat pohon berusiapuluhan tahun dengan mudah.

Saat berada di atas, matanya langsung menyasar buahyang menjelang masak dan siap di pasang tali. Tujuannya agar saat masak di pohon tidak jatuh ke tanah yang bisa rusak atau hilang.  Jasa panjat pohon ini tidak hanya menali buah namun juga memanen buah berkulit duri tajam ini saat masak dan menggelantung terikat tali.

Ahmad Supriatin, mengaku, sudah menekuni profesi ini sejak 4 tahun silam, saat musim panen seperti ini dirinya bisa memanjat pohon 4 hingga 5 pohon dalam sehari. "Setiap buah untuk tali biasanya saya menarik biaya Rp 2000 dan jika satu paket dengan memanen dikenakan biaya Rp 5000," kata Ahmad Supriatin. Saat musim panen saat ini dirinya mampu menali dan memanen sekitar 300 hingga 500 buah dalam sehari.

Sampiyo, pemilik durian mengaku jasa pemanjat ini sangat penting baginya. Pasalnya jasa pemanjat ini bisa memaksimalkan hasil panen buah duriannya.

Bagaimana jika terjadi insiden pemanjat jatuh atau kecelakaan, Sampiyo, mengakui dirinya yang harus bertanggungnjawab. Di bulan Februari, Maret ini musim buah dan panen durian sejak memasuki masa puncak. Biasanya jasa pemanjat pohon ini akan kebanjiran order dari pemilik maupun penjual buah durian. (yos)

Berita Terkait

Ibu Hamil Boleh Makan Durian, Tapi Ini Syaratnya

Kecamatan Tlogosari Buka Wisata Durian Petik Pohon

Ribuan Warga Berebut 2020 Durian Dalam Kenduri Durian

Kampung Desa Sukowono Surga Durian Lokal Berbagai Jenis
Berita Terpopuler
Positif Corona di Nganjuk Bertambah, Total 8 Orang
Covid-19  11 jam

Puluhan Rumah dan Hektaran Padi Siap Panen Terendam Banjir
Peristiwa  10 jam

Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah Menjadi 7 Orang
Covid-19  10 jam

Lima Warga Terkonformasi Positif Covid-19 di Lumajang
Covid-19  9 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber