Berita Terbaru :
Pandemi Covid 19, Polisi Binmas Bagi Buku Gratis Ke Siswa Pedesaan
Suket Tak Lengkap, Pengguna Jasa Penyebrangan Balik Kanan
Arema Usulkan Liga 1 Berlanjut di Era New Normal
Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
LPT Unair Tutup, RS Rujukan Bingung Periksa Sampel Swab Pasien
19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
   

Musim Panen Profesi Menantang Pemanjat Pohon Durian
Mataraman  Kamis, 20-02-2020 | 23:07 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Seperti inilah aktifitas pemanjat pohon durian di desa Wonosalam Kecamatan Wonosalam Jombang. Foto: Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Dibalik kenikmatan buah durian, ada jasa pemanjat durian yang penuh resiko. Profesi pemanjat ini hanya bisa dilakukan oleh tenaga profesoinal yang memiliki nyali tinggi.

Bagaimana tidak, saat memanjat pohon yang memiliki ketinggian puluhan meter mereka hanya menggunakan tampar tanpa pengaman. Setiap menjelang panen jasa ini selalu kebanjiran permintaan.

Seperti aktifitas pemanjat pohon durian di Desa Wonosalam Kecamatan Wonosalam Jombang. Dengan berbekal tampar dan tali rafia, Ahmad Supriatin (26), ini langsung memanjat pohon durian yang berbuah dan siap di tali. Bak tupai, pemanjat dengan lihai memanjat pohon berusiapuluhan tahun dengan mudah.

Saat berada di atas, matanya langsung menyasar buahyang menjelang masak dan siap di pasang tali. Tujuannya agar saat masak di pohon tidak jatuh ke tanah yang bisa rusak atau hilang.  Jasa panjat pohon ini tidak hanya menali buah namun juga memanen buah berkulit duri tajam ini saat masak dan menggelantung terikat tali.

Ahmad Supriatin, mengaku, sudah menekuni profesi ini sejak 4 tahun silam, saat musim panen seperti ini dirinya bisa memanjat pohon 4 hingga 5 pohon dalam sehari. "Setiap buah untuk tali biasanya saya menarik biaya Rp 2000 dan jika satu paket dengan memanen dikenakan biaya Rp 5000," kata Ahmad Supriatin. Saat musim panen saat ini dirinya mampu menali dan memanen sekitar 300 hingga 500 buah dalam sehari.

Sampiyo, pemilik durian mengaku jasa pemanjat ini sangat penting baginya. Pasalnya jasa pemanjat ini bisa memaksimalkan hasil panen buah duriannya.

Bagaimana jika terjadi insiden pemanjat jatuh atau kecelakaan, Sampiyo, mengakui dirinya yang harus bertanggungnjawab. Di bulan Februari, Maret ini musim buah dan panen durian sejak memasuki masa puncak. Biasanya jasa pemanjat pohon ini akan kebanjiran order dari pemilik maupun penjual buah durian. (yos)

Berita Terkait

Ibu Hamil Boleh Makan Durian, Tapi Ini Syaratnya

Kecamatan Tlogosari Buka Wisata Durian Petik Pohon

Ribuan Warga Berebut 2020 Durian Dalam Kenduri Durian

Kampung Desa Sukowono Surga Durian Lokal Berbagai Jenis
Berita Terpopuler
19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
Peristiwa  8 jam

Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
Peristiwa  6 jam

LPT Unair Tutup, RS Rujukan Bingung Periksa Sampel Swab Pasien
Kesehatan  7 jam

Arema Usulkan Liga 1 Berlanjut di Era New Normal
Olah Raga  5 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber