Berita Terbaru :
Lawan Covid-19, Komunitas Exodus Bagikan APD ke Puskesmas dan Ojol
Lawan Covid 19, Warga Perumahan di Mojokerto Bersama Berjemur Badan
Dampak Corona, Travel Umroh Dan Haji Alami Penurunan Omzet 75 Persen
Menyantap Gurihnya Lontong Pedal Khas Bojonegoro
Antisipasi Penyebaran Virus Covid 19, Muspika dan Pemdes Bagi Masker
Dirumahkan, Karyawan Homestay Produksi Masker
Selangkah Lagi Pasangan OK Kantongi Rekom Partai Golkar
Akibat Masker Mulai Langka, Warga Binaan Rutan Trenggalek Produksi Masker Sendiri
Bantuan 100 APD Hazmat Suit Berupa Baju Pelindung Untuk Tenaga Medis Bojonegoro
Pelaku Pembunuhan di Kebun Ternyata Suaminya Sendiri
Cerita Pengusaha Konveksi di Tengah Wabah Covid-19
Dampak Covid-19, Okupansi Hotel dan Restoran di Tulungagung Tinggal 8 Persen
Polisi Salurkan Bantuan Paket Sembako Untuk Warga Kurang Mampu
Calon Wisata Sumber Umis Dilirik Investor
Pencuri Spesialis Rumah Kosong Ditembak Polisi
   

Jadi Walikota Surabaya, Machfud Arifin Akan Tata Kampung Padat Penduduk.
Peristiwa  Kamis, 20-02-2020 | 18:54 wib
Reporter : Nanang Purwono
Kampung padat penduduk di Keputran Kejambon RW 12, Kelurahan Embong Kaliasin Surabaya
Surabaya pojokpitu.com, Partai Nasional Demokrat (NasDem) merekomendasikan Machfud Arifin sebagai calon Walikota Surabaya Periode 2021-2026 di Hotel Mojopahit Surabaya pada Rabu (19/2/2020). Dengan tambahan dukungan dari NasDem (3 kursi), Machfud Arifin untuk sementara mengantongi 21 kursi. Sebelumnya sudah ada 18 kursi yang terdiri dari kontribusi Partai Gerindra (5), Demokrat (4), PPP (1), PAN (3 ) dan PKB (5 ).

Dalam orasi politiknya, Machfud Arifin mengatakan bahwa rekomendasi oleh keenam partai ini tidak akan ada artinya kalau para partai koalisi  tidak dapat melipatgandakan perolehan suara pada Pilwakot Surabaya mendatang. Karenanya pembentukan Tim pemenangan yang diketuai oleh KH. Miratul Mukminin (Gus Amik) targetnya adalah kemenangan, bukan kekalahan.

Dalam deklarasI penyampaian rekomendasi itu, Gus Amik memang ikut mendampingi Machfud Arifin. Sebelum lebih lanjut meneruskan orasinya, Machfud Arifin mengundang sang istri tercinta untuk mendampinginya di atas panggung dan memperkenalkan kepada semua hadirin, termasuk kepada pimpinan partai pengusung, seraya mengatakan bahwa dukungan partai tidak ada artinya jika Machfud Arifin tidak mendapat dukungan istri dan anak tercinta.

"Sebelum saya memutuskan untuk maju sebagai calon Walikota, saya minta ijin kepada istri dan anak saya," kata Machfud yang kemudian melanjutkan pidato politiknya. "Alhamdulillah, mereka mendukung," tambahnya.

Machfud bersyukur di penghujung masa pensiun sebagai polisi Republik Indonesia, ia ditugaskan di Polda Jatim yang bermarkas di Surabaya, kota kelahirannya, dimana Ia mengawali karirnya sebagai polisi. "Jika di penghujung karir saya sebagai polisi, saya ditugaskan di Polda Metro Jaya, mungkin saya tidak menjadi calon Walikota Surabaya," Machfud menambahkan.

Machfud mengawali karir sebagai polisi di Surabaya dan mengakhirinya di Surabaya. Dengan pencalonannya  sebagai walikota Surabaya, Machfud merasa bahwa ia diberi amanah untuk melanjutkan pembangunan Surabaya. Inii adalah kesempatan bagi Machfud untuk mengabdi lagi di kota kelahirannya, Surabaya.

Bagi Machfud, pembangunan di Surabaya harus berkelanjutan. Apa yang selama ini sudah baik, maka harus dilanjutkan agar semakin baik dan semakin maju. Namun, bilamana masih ada yang belum baik, maka Pemerintah Kota harus hadir untuk membuatnya menjadi baik.

Ternyata, berdasarkan pantauan lapangan yang selama ini sudah dilakukan Machfud Arifin, masih ada persoalan kota yang harus diselesaikan. "Saya punya banyak program, salah satunya adalah persoalan pengentasan kemiskinan dan kekumuhan di kawasan jantung kota. Pemandangan ini begitu kontras bahwa selain terdapat kemegahan kota, di sekitarnya juga masih ada kekumuhan," kata Machud yang menunjukkan keprihatinan dan fakta ini sekaligus menjadi pendorong dirinya untuk maju sebagai calon Walikota Surabaya.

Dari data dan fakta yang dihimpun, persoalan sosial dan lingkungan ini juga terpotret di sejumlah kawasan di Surabaya Timur, Utara dan Barat. Sementara kepadatan yang dijumpai di pusat kota seolah membingkai Kota Surabaya ini sebagai Kota yang begitu kontras.
Salah satunya terdapat di perkampungan tengah kota, Keputran Kejambon, RW 12, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya. Machfud menggambarkan perkampungan di lingkungan Keputran Kejambon RW 12  begitu tidak layak huni. Gangnya sempit-sempit dan di lorong-lorong gang ini terdapat beragam kegiatan mulai dari cuci cuci pakaian dan piring, sumur, memasak dan bahkan menjadi tempat kongkow kongkow warga. Udaranya pun pengab, tidak segar. Rumah - rumahnya kecil dan umumnya dihuni oleh banyak orang. Akibatnya, satu ruangan, ruang tamu misalnya, menjadi multi fungsi. Selain untuk ruang tamu, ruang sempit itu juga menjadi ruang makan dan ruang tidur.

Perkampungan dengan kondisi yang seperti ini sangat tidak sehat dan tidak layak huni.  Belum lagi gang gang sempit itu dijejali dengan kegiatan masak memasak yang rawan terjadinya kebakaran. Di awal tahun 1980-an, di lingkungan perkampungan  RT 01 RW 12 pernah dilalap api sehingga kampung satu RT ini habis terbakar. Sebagai gantinya, Pemerintah Kota Surabaya membangunkan rumah susun di lahan kebakaran, RT 01, yang kini bangunannya terlihat menjulang di belakang food court Urip Sumoharjo. Karena kebakaran itu, RW 12 kehilangan RT 01. Kini hanya tinggal 9 RT dari 10 RT di lingkungan RW 12 kelurahan Embong Kaliasin.

Aktivitas warga, yang menyalakan kompor dan memasak di gang gang sempit ini, sangat berbahaya dan rawan kebakaran. Jika terjadi kebakaran, potensi kebakaran masal, habis satu kampung, sangat masuk akal karena akses untuk mobil pemadam kebakaran (damkar) sangat sulit. Pada akhirnya kawasan Keputran Kejambon ini menjadi kampung yang tidak ramah terhadap warga, apalagi terhadap anak anak.

Machfud Arifin menyinggung persoalan sosial dan lingkungan dalam orasi politiknya ini bukan tidak punya alasan. Justru karena kondisi inilah, Machfud siap maju dalam Pilwali Surabaya 2020.(end)

Berita Terkait

Bacalon Independen pada Pilwali Surabaya Serahkan Dokumen Syarat Dukungan di Hari Terakhir

Dinilai Berpotensi, Akar Rumput Golkar Minta Adies Kadir Maju Pilwali

Fandi Utomo Tegaskan Menunggu Keputusan PDIP

Jadi Walikota Surabaya, Machfud Arifin Akan Tata Kampung Padat Penduduk.
Berita Terpopuler
Keterlaluan, Bisnis Ganja di Tengah Wabah Corona
Hukum  11 jam

Isi Libur Sekolah, Siswi SMKN 1 Sidoarjo Membuat APD dan Masker
Pendidikan  8 jam

Cegah Corona, Puluhan Napi di Lapas Tuban Dibebaskan
Hukum  10 jam

Pemkab Ngawi Hentikan Sementara Kegiatan Dari Anggaran DAK
Politik  9 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber