Berita Terbaru :
Masih Ada Warga Berjubel Saat Antri Pengurusan SIM
Angka Kesembuhan Pasien Positif Corona Bertambah
Keterlaluan, Baru Bebas Progam Asimilasi, Lalu Dimassa Lagi Karena Curi Motor
Jumlah Warga Nganjuk Positif Covid 19 Bertambah Jadi 7 Orang
Pemkot Probolinggo Siapkan Rp 57 Milyar Untuk Penanganan Corona
Geger, Seorang Pria Mendadak Meninggal Dunia di Dalam Masjid
Ari Lasso Menemukan Kembarannya Asal Manado
Berawal Dari Donasi Kini Layani APD Seluruh Negeri
Nasib Mahasiswa Thailand Ditengah Covid 19
Warga Gelar Senam Corona Setiap Siang
Hari Terakhir, 3.598 Napi Jatim Dibebaskan
Antisipasi Pemudik, Pemerintah Lumajang Siapkan Ruang Karantina
Relawan Berikan Bantuan Face Shield Kepada Rumah Sakit
Rujak Bawean Menjadi Kuliner Pelepas Rindu Perantau Dari Pulau Putri
Kabupaten Trenggalek Umumkan Pasien Pertama Positif Corona
   

Polda Jatim Kembali Tangkap Anggota Igata Cabuli Anak
Metropolis  Kamis, 20-02-2020 | 14:40 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Polda Jawa Timur kembali menangkap anggota komunitas Igata, atau komunitas gay di Tulungagung, lantaran mencabuli anak bawah umur. Tersangka merupakan mantan guru SD, yang mengaku telah mencabuli 3 orang anak dibawah umur.

Setelah menangkap Mochamad Hasan yang merupakan ketua Igata, sebuah komunitas gay di Tulungagung yang mencabuli 11 anak dibawah umur.

Irjen Pol. Luki Hermawan, Kapolda Jatim, menjelaskan, Polda Jatim kembali menangkap 1 orang anggota komunitas Igata,Ikatan Gay Tulungagung, yakni Hendri Mufida, (32), warga Bangoan Kecamatan Kedung Waru Kabupaten Tulungagung. Kasusnya pun sama pencabulan anak dibawah umur.

Bedanya, tersangka yang merupakan mantan guru SD ini hanya mencabuli 3 anak dibawah umur. Seluruh korbannya masih duduk di bangku SMK.

"Modusnya tersangka mengiming-imingi uang Rp 150 ribu, kepada korban agar mau diajak untuk berhubungan badan sesama jenis dan disodomi di rumah tersangka," kata Irjen Pol. Luki Hermawan.

Sementara menanggapi kasus komunitas Igata ini, Komnas Perlindungan Anak Indonesia, menyatakan, komunitas Igata terlarang, dan ilegal. Komunitas LGBT diakui oleh Ketua KPAI, Aris Merdeka Sirait, akan merusak tatanan masyarakat, dan melanggar norma agama.

"Pertama tentu kita ucapkan apressiasai karena membongar pencabulan di bawah umur yang melibatkkan anak-anak, ini perlu diberhentikan karena melanggar, apa yang dilakukan Polda Jatim adalah melakukan pengamanan dan keselamatan untuk anak-anak saya kira itu illegal soal perilaku bisa diubah kenapa dipertahankan ini bisa dipaparkan ke anak-anak," jelas Aris Merdeka Sirait.

Dari hasil pengembangan kasus pencabulan yang dilakukan oleh ketua dan anggota komunitas Igata ini, polisi berhasil menyita beberapa barang bukti diantaranya video porno sesama jenis, serta sejumlah pakaian korban.

Akibat perbuatanya, tersangka dijerat dengan undang-undang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar. (yos)

Berita Terkait

Waspada Penyimpangan Orientasi Seksual Pada Anak

Polda Jatim Kembali Tangkap Anggota Igata Cabuli Anak

Puluhan Anggota GMBI Tuban Luruk DPRD Tolak LGBT

LDII Nyatakan LGBT Tak Patut Ditolelir
Berita Terpopuler
Rujak Bawean Menjadi Kuliner Pelepas Rindu Perantau Dari Pulau Putri
Icip - Icip  8 jam

Baru Bebas Lantaran Progam Asimilasi, Residivis Dihajar Warga Usai Kepergok Cur...selanjutnya
Peristiwa  11 jam

Diduga Terobos Traffic Light, Beat Tabrak Vega
Peristiwa  12 jam

Antisipasi Pemudik, Pemerintah Lumajang Siapkan Ruang Karantina
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber