Berita Terbaru :
20 Ribu Liter Desinfektan Disemorotkan Ke 2 Kecamatan Hingga ke Desa Terpelosok
20 Ribu Liter Desinfektan Disemorotkan Ke 2 Kecamatan Hingga ke Desa Terpelosok
Pengadilan Negeri Malang Gelar Sidang Melalui Online
Bantuan Sembako Warga Terdampak Covid-19 Terus Mengalir
Kurangi Resiko Tertular Covid-19 RS UMM Ciptakan APD
Pemkot Bersama Polri Terus Lakukan Penyemprotan Desinfentan di Jalan Raya
Ruas Jalan Protokol Sumenep Disemprot Menggunakan Damkar
Tebing Longsor, Pipa PDAM Putus, 1500 Pelanggan Terganggu
   

Bau Menyengat, FKPS Gruduk DLH Bangkalan
Tapal Kuda Dan Madura  Kamis, 20-02-2020 | 14:02 wib
Reporter : Moch Sahid
Puluhan warga masyarakat Socah khususnya warga Desa Buluh Kecaatan Socah Bangkalanmendatangi Kantor DLH Kabupaten Bangkalan, tadi pagi di Jalan Soekarno Hatta Bangkalan. Foto: Moch Sahid
Bangkalan pojokpitu.com, Bau busuk dan menyengat yang ditimbulkan tumpukan sampah yang ada di Desa Buluh Kecamatan Socah Bangkalan, membuat gerah masyarakat sehingga menggruduk Kantor DLH Kabupaten Bangkalan, untuk segera menyelesaikan polemik tentang permasalahan sampah yang sampai saat ini belum segera selesai.

Aksi yang dilakukan puluhan masyarakat ini didorong karena adanya bau busuk dan menyengat yang disinyalir bersumber dari TPA, yang berada di Desa Buluh Kecamatan Socah Bangkalan, Hal ini diakibatkan karena belum maksimalnya sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir oleh DLH setempat.

Ada beberapa tuntutan yang disampaikan massa aksi kali ini diantaranya menuntut DLH Kabupaten Bangkalan, segera merealisasikan UU No 18 tahun 2008 dan perda bangkalan No 5 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah, menghapus retribusi dan pungli yang dilakukan DLH dan menutup aktifitas sampah di TPA Desa Buluh Kecamatan Socah Bangkalan.

Korlap Aksi Fkps Oktavianis Ismail, bahkan menyatakan jarak rumah warga dengan TPA terdekat hanya 20 meter, sedangkan jarak TPA dengan lahan pertanian milik warga hanya berjarak 5 meter saja. "Bahkan DLH juga tidak memberikan kompensasi terhadap warga terdampak dari TPA tersebut," Oktavianis Ismail.

Menanggapi aksi tersebut Joni Artiono, Sekretaris DLH Kabupaten Bangkalan, mengatakan DLH akan terus memaksimalkan sarana dan prasarana yang ada di TPA."Tahun 2020 ini DLH akan menyediakan buldozer san truk konverter, dan itu sudah dianggarkan di tahun 2020 ini. Sedangkan kompensasi terhadap warga terdampak dpa sejauh ini DLH belum pernah memberikan kompensasi," ujar Joni Artiono.

Setelah menyampaikan aspirasi dan tuntutannya massa FKPS meninggalkan Kantor DLH Kabupaten Bangkalan dengan satu keputusan bahwa besok setelah sholat Jumat massa aksi akan menutup TPA Desa Buluh Kecamatan Socah Bangkalan. (yos)

Berita Terkait

Warga Demo Menolak Puskes Sidodadi Dijadikan Tempat Isolasi Virus Covid 19

Warga Tlumpu Tolak Tempat Relokasi Kantor Kelurahan

Ratusan Warga Tugusari Tuntut Bekukan Ketua LMDH

Ribuan Petani dan Mahasiswa Demo Tolak Relokasi Irigasi Pabrik Semen PT Imasco
Berita Terpopuler
Ruas Jalan Protokol Sumenep Disemprot Menggunakan Damkar
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Viral, Wakil Bupati Sidoarjo Ikut Memakamkan Pasien Positif Corona
Pojok Pitu

Seorang Dokter Sidoarjo Tertular Virus Covid 19, Satu Perawat PDP
Pojok Pitu

Gubernur Jatim Takziah ke Kediaman Ibunda Presiden Jokowi
Jatim Awan

Santri di Jombang Gelar Sholat Ghoib Ibunda Presiden
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber