Berita Terbaru :
Angka Kesembuhan Pasien Positif Corona Bertambah
Keterlaluan, Baru Bebas Progam Asimilasi, Lalu Dimassa Lagi Karena Curi Motor
Jumlah Warga Nganjuk Positif Covid 19 Bertambah Jadi 7 Orang
Pemkot Probolinggo Siapkan Rp 57 Milyar Untuk Penanganan Corona
Geger, Seorang Pria Mendadak Meninggal Dunia di Dalam Masjid
Ari Lasso Menemukan Kembarannya Asal Manado
Berawal Dari Donasi Kini Layani APD Seluruh Negeri
Nasib Mahasiswa Thailand Ditengah Covid 19
Warga Gelar Senam Corona Setiap Siang
Hari Terakhir, 3.598 Napi Jatim Dibebaskan
Antisipasi Pemudik, Pemerintah Lumajang Siapkan Ruang Karantina
Relawan Berikan Bantuan Face Shield Kepada Rumah Sakit
Rujak Bawean Menjadi Kuliner Pelepas Rindu Perantau Dari Pulau Putri
Kabupaten Trenggalek Umumkan Pasien Pertama Positif Corona
Tim Medis Minim APD, Awak Media Salurkan 100 Unit Baju Hazmat
   

Ikut Usaha Kemitraan Sapi Perah, Warga Tertipu Ratusan Juta
Mataraman  Kamis, 20-02-2020 | 12:42 wib
Reporter : Heru Kuswanto
Ponorogo pojokpitu.com, Sejumlah warga Ponorogo hingga Papua melaporkan CV Tri Manunggal Jaya ke Sat Reskrim Polres Ponorogo, mereka merasa tertipu lantaran modal ratusan juta hingga milyaran rupiah tak kunjung dikembalikan. Bahkan bonus yang seharusnya diberikan tiap bulannya juga tidak diberikan.

Hingga Rabu (19/2) malam, sejumlah warga baik dari ponorogo maupun papua masih bertahan di Polres Ponorogo, untuk diperiksa sebagai korban dugaan investasi bodong.

Sebelumnya mereka melaporkan CV Tri Manunggal Jaya yang beralamat di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Ponorogo, karena dinilai ingkar janji.

Para korban sempat meminta pertanggung jawaban dan uang mereka dikembalikan utuh, karena usaha kemitraan yang dibuat CV Tri Manunggal Jaya bermasalah. Ini juga didasari dengan surat perjanjian yang berbunyi CV Tri Manunggal Jaya, siap mengembalikan modal jika sewaktu waktu ada masalah.

Sumarno, salah satu korban, mengaku dirinya bersama para korban baru sadar jika mereka ditipu investasi bodong, dengan modus bagi hasil pembelian sapi perah dengan harga Rp 19 juta untuk satu paket.

"Sedangkan setiap satu paket senilai Rp 19 juta mendapat keuntungan sebesar Rp 2,3 juta per bulan, selama 18 bulan dalam kurun waktu 3 tahun," ujar Sumarno.

Karena tergiur keuntungan, 1 orang bisa membeli minimal 5 paket, bahkan tak jarang satu orang rela berinvestasi hingga Rp 500 juta.  "Lama-lama hasil keuntungannya tersebut tidak kunjung cair, meski para korban sempat mempertanyakannya," imbuhnya.

Sementara diperkirakan uang yang dibawa pemilik perusahaan CV Tri Manunggal Jaya,  ini mencapai ratusan milyar rupiah. Mengingat jumlah kemitraan usaha sapi perah ini tersebar diseluruh Indonesia dan berdiri sejak tahun 2016 lalu. (yos)

Berita Terkait

Tipu Investasi Rp 15 Miliar, Pasutri Divonis Berbeda

Polisi Terus Kejar Aset Istri Sirinya Galih Kusuma

Polisi Tangkap Buron Pelaku Utama Investasi Bodong

ASTAGA ! Brankas Yang Disita Polisi Ternyata Kosong
Berita Terpopuler
Rujak Bawean Menjadi Kuliner Pelepas Rindu Perantau Dari Pulau Putri
Icip - Icip  8 jam

Baru Bebas Lantaran Progam Asimilasi, Residivis Dihajar Warga Usai Kepergok Cur...selanjutnya
Peristiwa  10 jam

Diduga Terobos Traffic Light, Beat Tabrak Vega
Peristiwa  12 jam

Warga Gelar Senam Corona Setiap Siang
Peristiwa  4 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber