Berita Terbaru :
Atrian Panjang Saat Uji Coba Tiket Kapal Online Pelabuhan Ketapang
Satlantas Polres Madiun Kota Cek Posko Mudik Observasi Covid 19
PSBB 19 Titik Dihentikan, Pemkot Akan Evaluasi
Penumpang Kereta Terancam Tidak Bisa Naik, Jika Tidak Gunakan Masker
Gubernur Jatim Sebut Pengajuan PSBB Harus Memiliki Plan Of Action
KOI Jatim Bantu 22 Ton Beras ke Gubernur Jatim
Cek Kesehatan Penumpang dan Awak Bis, Petugas Temukan Dua Penumpang Bis ODP
Pemkab Ponorogo Akan Kucurkan Sembako Senilai Rp 200 Ribu
Kerap Bertengkar, Istri Diduga Nekat Curi Mobil Milik Suami
Tebing Longsor, Lalu Lintas Jatim Jateng Terganggu
Peternak Ayam Petelur Mulai Kehilangan Pelanggan
Satreskrim Polres Ngawi Bekuk Pelaku Pencurian Gabah
Spesialis Pencuri Toko Pakaian Lintas Kota Ditembak Polisi
Tim Medis Terus Pantau Kesehatan 3 Pasien Positif Corona Ponorogo
Covid Apalagi
   

Desa Kedung Banteng Tanggulangin Sidoarjo Direndam Air Sejak Desember 2019
Metropolis  Kamis, 20-02-2020 | 10:45 wib
Reporter : Usrox Indra
Sidoarjo pojokpitu.com, Terhitung sejak Desember tahun 2019 setiap harinya diDesa Kedung Banteng Tanggulangin direndam air setinggi 0 sampai 30 cm. Debit air bisa lebih dan mencapi lutut orang dewasa ketika musim penghujan sperti saat ini.

Warga menduga banjir yang tidak kunjung surut, diakibatkan adanya proyek bangunan pengeboran sumur lapindo yang berada didekat pemukiman warga.
 
Terhitung sejak bulan Desemeber tahun 2019 kemarin, banjir  yang terjadi didesa Kedung Banteng Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo, tidak kunjung suruthingga saat ini debit air banjir mencapai 30 sampai 50 cm setiap harinya. Kenaikan debit air banjir sentinggi lutut orang dewasa  bisa terjadi sewaktu-waktu dikarenakan hujan lebat.
 
Tercatat terdapat 10 kepala keluarga yang berada di Desa Kedung Banteng, yang terpaksa mengungsi, ketempat sanak saudara mereka. Karena rumah yang mereka tinggali kini tak lagi layak dihuni, akibat tingginya air banjir yang menggenangi rumah mereka.
 
Menurut warga, Yana, selain akibat dari drainase yang buruk serta curah hujan yang tinggi. Banjir ini juga diperparah oleh aktivitas pihak minarak brantas, yang tengah melakukan aktivitas pengeboran di sekitar pemukiman warga.

"Mereka tidak memperhatikan sistem drainase, yang juga membuat puluhan sawah warga tak lagi dapat digunakan," kata Yana.
 
Semetra itu  meskipun terjebak dengan kondisi banjir, namun bagi sebagian wargayang memilih untuk tetap bertahan.

Mereka terpaksa menaikkan barang-barang mereka, ke tempat yang tinggi, dengan menggunakan kursi maupun meja, agar tidak semakin rusak akibat genangan banjir. (yos)

Berita Terkait

Tidak Ada Hujan, Rumah Warga Makin Tenggelam Karena Banjir

Tim ITS Akan Melakukan Kajian Cepat Banjir di Sidoarjo

Pro-Kontra Atas Rencana Pembongkaran Bangunan Liar di Tanggulangin

PLT Bupati Sidoarjo Perintahkan Bongkar Bangunan Liar di Sepanjang Sungai
Berita Terpopuler
Nekat Pulang Kampung, 65 orang Dikarantina di Hotel Selama 14 Hari
Covid-19  9 jam

Rujak Bawean Menjadi Kuliner Pelepas Rindu Perantau Dari Pulau Putri
Icip - Icip  18 jam

Baru Bebas Lantaran Progam Asimilasi, Residivis Dihajar Warga Usai Kepergok Cur...selanjutnya
Peristiwa  21 jam

Keterlaluan, Baru Bebas Progam Asimilasi, Lalu Dimassa Lagi Karena Curi Motor
Peristiwa  11 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber