Berita Terbaru :
Dari Data Dinas Tenga Kerja Jatim Ada 21 Ribu di Rumahkan maupun PHK
Isak Tangis Warna Kedatangan Jenazah TKI Dari Malaysia
Belum Ada Daerah di Jatim yang Menerapkan PSBB
Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Terus Meningkat di Jatim
Jokowi Larang ASN Mudik
Seorang Pengendara Motor Tewas Jadi Korban Tabrak Lari
Lima Warga Terkonformasi Positif Covid-19 di Lumajang
Satu Warga Terkonfirmasi Positif Corona, Pacitan Zona Merah
Puluhan Rumah dan Hektaran Padi Siap Panen Terendam Banjir
Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah Menjadi 7 Orang
Positif Corona di Nganjuk Bertambah, Total 8 Orang
Pemkab Ponorogo Siapkan Tempat Isolasi Untuk Pemudik
Siswa SMK di Blitar Produksi 2000 APD Gratis Untuk Tim Medis
Pemanfaatan Gas Metan Hasil Pengolahan Sampah TPA Selopuro
Dua Minggu Tutup Pedagang Konveksi PBM Kembali Buka
   

Bantu Petani, Komunitas Bediler Buru Tikus Sukarela
Rehat  Rabu, 19-02-2020 | 20:14 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Serangan hama tikus yang sudah merusak tanaman padi petani di Jombang, membuat komunitas bediler melakukan aksi sosial. Foto Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Komunitas bediler dari berbagai wilayah bergabung untuk turut membasmi hama hewan tikus. Meskipun tanpa imbalan, para penghoby senapan angin rela berburu hingga larut malam.

Sebelum menyisir kawasan pertanian para penembak senapan angin berkumpul di salah satu rumah petani di Dusun Banjarsari, Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Jombang. Mereka akan berburu tikus yang selama ini meresahkan. 

Dalam berburu, puluhan penghoby senapan angin menyebar menjadi beberapa kelompok. Masing-masing dilengkapi dengan peralatan menembak, mulai dari amunisi hingga lampu senter. Juga anggota yang bertugas mengambil tikus hasil buruan. Mereka akan langsung menembak tikus yang tertangkap lampu senter.

Lek Damis, Ketua Komunitas Bediler Jombang mengatakan, perburuan hama sebagai bentuk kepedulian komunitas pada petani. Pasalnya serangan hama sudah mengganggu kenyamanan petani. "Tanaman padi yang baru ditanam hingga yang sudah berbuah tidak lepas dari serangan hama tikus. Dalam semalam biasanya komunitas kami bisa membasmi 300 tikus jika kondisi tidak hujan," kata Lek Damis.
 
Penghoby senapan angin membantu petani dengan sukarela. Komunitas yang ikut dalam setiap kali berburu, berasal dari berbagai wilayah. Jumlahnya bisa mencapai 100 penembak lebih dalam sekali aksi.  (pul)

Berita Terkait

Bantu Petani, Komunitas Bediler Buru Tikus Sukarela

Pro dan Kontra Jebakan Tikus Listrik
Berita Terpopuler
Lima Warga Terkonformasi Positif Covid-19 di Lumajang
Covid-19  2 jam

Puluhan Rumah dan Hektaran Padi Siap Panen Terendam Banjir
Peristiwa  3 jam

Positif Corona di Nganjuk Bertambah, Total 8 Orang
Covid-19  4 jam

Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah Menjadi 7 Orang
Covid-19  3 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber