Berita Terbaru :
Penitipan Tahanan di Lapas Lowokwaru Dibatasi
Pemberlakuan PSBB Perlu Diimbangi Dengan Perubahan Pola Sosial Dan Pola Kerja
Satu Warga Positif Covid 19, Bangkalan Berstatus Tanggap Darurat Bencana
Siaga Satu Banjir Sungai Bengawan Solo
Orang Dalam Resiko Meningkat di Kabupaten Malang
Banjir Redam Jalan Poros dan Ratusan Hektar Lahan Tambak Warga
Korban Meninggal Baik Status PDP, ODP Atau Positif Covid-19 Sebanyak 100 Orang
Dari Data Dinas Tenga Kerja Jatim Ada 21 Ribu di Rumahkan maupun PHK
Isak Tangis Warna Kedatangan Jenazah TKI Dari Malaysia
Belum Ada Daerah di Jatim yang Menerapkan PSBB
Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Terus Meningkat di Jatim
Jokowi Larang ASN Mudik
Seorang Pengendara Motor Tewas Jadi Korban Tabrak Lari
Lima Warga Terkonformasi Positif Covid-19 di Lumajang
Satu Warga Terkonfirmasi Positif Corona, Pacitan Zona Merah
   

Warga Desa Tanggulangin Minta Pemda Berikan Bantuan Penyedotan Air Dari Dalam Rumah
Metropolis  Rabu, 19-02-2020 | 16:39 wib
Reporter : Usrox Indra
Sidoarjo pojokpitu.com, Dua bulan tidak kunjungan surut air banjir yang masuk ke dalam rumah, warga Desa Banjar Sari Tanggulangin menguras air dengan menggunakan alat sederhana, supaya rumah bisa lebih layak untuk ditempati. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk segera melakukan penyedotan air banjir dari dalam rumahnya.

Setelah 2 bulan lamanya digenang air banjir, akhirnya pihak Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, menyatakan bahwa 2 desa di Kecamatan Tanggulangin, ditetapkan sebagai daerah tanggap darurat. Tak hanya itu, dalam kurun 2 hari terakhir, pihak BPBD Provinsi, dan juga pihak BPBD Kabupaten Sidoarjo, mulai mengoperasikan 8 pompa air untuk mengurangi debit air.

Usaha untuk mengurangi debit air, yang telah menggenangi 2 desa, yakni Desa Kedungbanteng, dan Desa Banjar Sari, masih belum menampakkan akan surut. Bahkan sejumlah genangan air banjir, masih terus menggenangi sejumlah pemukiman warga antara 10 hingga 40 centimeter.

Mudiyah, salah satu warga Desa Banjar Sari, setiap harinya terpaksa menguras air yang masuk ke rumahnya dengan menggunakan peralatan seadanya, supaya rumahnya bisa ditempati karena air yang masuk ke dalam rumahnya sudah berlumut dan keruh.

Selain melakukan menguras air secara manual dengan alat yang sederhana, warga juga saat ini mulai melakukan peninggian lantai rumahnya dengan cara melakukan pengurukan pasir, supaya air banjir yang kotor terserap, sehingga rumah bisa ditempati dan lebih layak.(end)

Berita Terkait

Tidak Ada Hujan, Rumah Warga Makin Tenggelam Karena Banjir

Tim ITS Akan Melakukan Kajian Cepat Banjir di Sidoarjo

Pro-Kontra Atas Rencana Pembongkaran Bangunan Liar di Tanggulangin

PLT Bupati Sidoarjo Perintahkan Bongkar Bangunan Liar di Sepanjang Sungai
Berita Terpopuler
Positif Corona di Nganjuk Bertambah, Total 8 Orang
Covid-19  7 jam

Puluhan Rumah dan Hektaran Padi Siap Panen Terendam Banjir
Peristiwa  6 jam

Lima Warga Terkonformasi Positif Covid-19 di Lumajang
Covid-19  6 jam

Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah Menjadi 7 Orang
Covid-19  6 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber