Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Modal Rp 2 Ribu, Duda Cabuli Gadis Keterbelakangan Mental
Senin, 17-02-2020 | 13:16 wib
Oleh : M.Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Seorang pria duda di Kabupaten Magetan, tega mencabuli gadis yang mengalami keterbelakangan mental. Perbuatan asusila ini, dilakukan saat kedua orang tua korban sedang tidak berada di rumah.

Pria asal Mangunrejo Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan, berinisial PA, harus berurusan dengan Aparat Kepolisian Polres Magetan. Pria 55 tahun ini diringkus Satreskrim Polres Magetan, karena terlibat kasus pencabulan.

AKBP Festo Ari Permana, Kapolres Magetan, mengatakan, Tersangka tega mencabuli S(26), gadis yang mengalami keterbelakangan mental, yang masih tetangganya sendiri. "Perbuatan asusila tersebut dilakukan saat korban sedang berada di rumah sendirian," kata AKBP Festo Ari Permana.

Bermodal uang Rp 2 ribu , tersangka yang berstatus duda ini, membujuk korban untuk menunjukkan kemaluannya. "Pelaku memegang kemaluan korban, namun tidak sempat melakukan persetubuhan karena terlebih dahulu ketahuan saudara korban," jelas AKBP Festo Ari Permana, Kapolres Magetan.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 290 KUHP, tentang perbuatan cabul, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (yos)

Berita Terkait


Dilaporkan Orang Tua Korban, Pelaku Cabul Anak Laki-Laki Diamankan Polisi

Gauli Pacar Masih Bawah Umur, Pemuda Ditangkap Polisi

Kakek Paruh Baya Cabuli Tetangga yang Masih di Bawah Umur

Diduga Cabuli Jemaatnya, Pendeta Dilaporkan Ke Polda Jatim


Aksi Tandingan Kasus Dugaan Pencabulan Santri

Selama 2019, Polres Bondowoso Ungkap 20 Kasus Pencabulan dan Pemerkosaan Anak

Selama 2019, Polisi Ungkap 20 Kasus Pencabulan dan Pemerkosaan Anak

Ikatan Dokter Indonesia Cabang Mojokerto Belum Menentukan Sikap Atas Dugaan Pencabulan
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber