Berita Terbaru :
Harapan Penemuan Obat Covid-19 Ada di Lamongan
Regrouping SD, Bangunan Tak Terpakai Dikembali ke Aset
Miliki Nilai Ekonomi Tinggi, Puluhan Hektar Pisang Raja Kresek Dibudi Daya
Panen Raya Hasil Perikanan Blitar, Cukupi Pangan Dimusim Pandemi
Wujudkan Ketahanan Pangan Dengan Manfaatkan Bozem Untuk Budidaya
Penyelenggara Pemilu, Komisioner, PPK PPS dan PPDP Wajib Rapidtes
Tim Gugus Tugas Lakukan Penyemprotan di Kantor BKPP
ASN Dispenduk Capil Kembali Dirapid Test
Tentukan 1 Zulhijjah, Kemenag Jadwalkan Pelaksanaan Ruqyatul Hilal
Penjual Sapi di Pasar Gondang Legi Masih Lesuh Jelang Idul Adha
Tahapan Pilkada Serentak, KPU Pacitan Gelar Rapid Test Massal
   

Busa Misterius Tutupi Aliran Sungai Wrati Resahkan Warga
Tapal Kuda Dan Madura  Sabtu, 15-02-2020 | 13:00 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Hamparan busa terlihat di sejumlah sungai di Pasuruan, pada Sabtu (15/2) pagi. Busa yang tidak diketahui asal muasalnya tersebut menutupi aliran sungai.

Bahkan peristiwa busa misterius itu meresahkan warga, pasalnya sungai selama ini oleh warga setempat digunakan untuk mandi dan cuci baju. Warga khawatir, akibat adanya busa tersebut akan berdampak pada lingkungan dan kesehatan warga.

Seperti pemandangan busa yang menutupi aliran sungai di Desa Pacarkeling Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan.

Tak heran jika peristiwa ini, menjadi tontonan warga sekitar karena penasaran dengan adanya busa yang seperti salju berada di aliran sungai.

Menurut warga setempat Musyafa, busa ini terjadi sejak pukul 07:00 Wib, bahkan busa ini terus banyak hingga hampir menutupi sepanjang aliran sungai. "Selain itu, kejadian busa misterius ini baru kali ini terjadi," ujarnya.

Warga menduga, hamparan busa ini dari limbah pabri yang sengaja di buang ke sungai. Tak hanya di sungai pacarkeling, namun juga juga di aliran sungai warati dan sungai welang. Ketiga sungai ini berada di satu aliran air sehingga dimungkinkan jika busa tersebut berhubungan satu sama lain.

Akibat adanya busa ini, sejumlah warga yang biasanya mandi dan cuci baju di aliran sungai ini, menjadi takut dan khawatir akan berdampak pada kesehatan.

Sementara itu, pada Jumat (14/2) kemarin busa juga mencemari kali demper pandaan, namun diduga disesabkan tumpahan hitam dari pengolaham plastik wilik warga. (yos)

Berita Terkait

Tercemari Limbah, Warga Gruduk Kantor LH Ponorogo

Limbah APD Covid-19 Berserakan di Pemakaman

Miniatur Kendaraan Berbahan Limbah Tembus Mancanegara

Limbah Beracun Ahirnya di Nganjuk Dievakuasi
Berita Terpopuler
Penjual Sapi di Pasar Gondang Legi Masih Lesuh Jelang Idul Adha
Ekonomi Dan Bisnis  9 jam

Tahapan Pilkada Serentak, KPU Pacitan Gelar Rapid Test Massal
Kesehatan  10 jam

ASN Dispenduk Capil Kembali Dirapid Test
Malang Raya  7 jam

Tim Gugus Tugas Lakukan Penyemprotan di Kantor BKPP
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber