Berita Terbaru :
8 Pelaku Pemerkosa Janda Muda di Kokop Bangkalan Akhirnya Dibekuk
Interpelasi Dinilai Sangat Prematur dan Bukan Kewenangan Komisi C
Sekolah Mulai Sosialisasikan Pembelajaran Daring Untuk Siswa Baru
Timbul Kritikan, Program Kartu Prakerja di Jatim Dihentikan
RDP Soal Program BPNT Memanas
Pemkab Bojonegoro Siapkan 1.000 Tangki Air Bersih Atasi Dampak Kekeringan
Harga Hewan Kurban Naik Jelang Idul Adha
Ratusan Warga Gelar Aksi Protes Pembangunan Double Track Tanpa Underpass
Akhirnya Bapak-Anak Kompak Tinggal di Penjara Karena Maling HP
Wisata Tematik Beiji Park Gelar Simulasi New Normal
   

Bandar Narkoba Jaringan Malaysia Madura Ditembak Mati Anggota Satnarkoba Polrestabes Surabaya
Metropolis  Sabtu, 15-02-2020 | 11:15 wib
Reporter : Ayul Anhdim
Foto: Dokumentasi Pojokpitu.com
Surabaya pojokpitu.com, Pengedar sabu di Surabaya terpaksa ditembak mati oleh anggota Satnarkoba Polrestabes Surabaya, karena berusaha menyerang polisi menggunakan senjata tajam pada saat ditangkap. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 26 kilo dan ekstasi sebanyak 12 ribu butir.

Dengan luka tembak dibagian dada, jasad Mustofa Ali Faris (24), Jumat (14/2) malam langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD Dokter Soetomo Surabaya.

Pemuda yang beralamat di Desa Kedung Kandang Kabupaten Pasuruan ini, terpaksa ditembak mati karena menyerang dengan menggunakan senjata tajam saat ditangkap polisi dikawasan jalan demak surabaya.

AKBP Memo Ardian, Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, menjelaskan, saat disergap, tersangka kedapatan membawa sabu sebanyak 26 kilogram dan ekstasi sebanyak 12 ribu butir yang disimpan di dalam tas ransel.

"Diduga narkoba tersebut hendak dikirimkan ke kurir jaringannya. Dalam catatan polisi, Mustofa adalah pengedar besar narkoba yang dikenal licin dan sudah lama menjadi incaran polisi.  Mustofa sendiri merupakan pengedar besar narkoba jaringan Malaysia, Bangkalan Madura," jelas AKBP Memo Ardian.

Tertangkapnya Mustofa ini setelah Satnarkoba Polrestabes Surabaya, menangkap terlebih dahulu jaringannya. Achong yang merupakan kurir Mustofa, sebelumnya mengambil sabu dan ekstasi untuk dikirimkan ke sejumlah pembeli di Kota Surabaya , Sidoarjo dan Madura.

Aelain mengamankan achong, saat ini Satnarkoba Polrestabes Surabaya masih mengembangkan kasusnya ke Lapas Madiun, karena diduga jaringan mustofa dikendalikan dari dalam Lapas. (yos)

Berita Terkait

Melawan Polisi, Perampok Bersenjata Bondet Tewas Ditembak

Begini Kronologis Tembak Mati Spesialis Pencuri Motor

Beraksi Saat Pandemi, Satu Ditembak Mati Satu Lainnya Dilumpuhkan

Polisi Tembak Mati Residivis dan Amankan Tiga Orang Pelaku Kriminal
Berita Terpopuler
Wisata Tematik Beiji Park Gelar Simulasi New Normal
Mlaku - Mlaku  9 jam

Ratusan Warga Gelar Aksi Protes Pembangunan Double Track Tanpa Underpass
Metropolis  8 jam

Akhirnya Bapak-Anak Kompak Tinggal di Penjara Karena Maling HP
Peristiwa  8 jam

Harga Hewan Kurban Naik Jelang Idul Adha
Ekonomi Dan Bisnis  7 jam



Cuplikan Berita
Tiga Pedagang Reaktif, Pasar Kunir Ditutup
Pojok Pitu

Tolak Tracing, Warga Usir Petugas Medis Covid-19
Pojok Pitu

Budidaya Bonsai Kelapa Mulai Digemari di Mojokerto
Jatim Awan

Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber