Berita Terbaru :
Putra TNI Dapat Pelatihan Pencegahan Penggunaan Narkoba
Diduga Korsleting Listrik, Atap Rumah Terbakar
Ratusan Pekerja Seni dan Pemilik Usaha Sound Sistem di Banyuwangi Gelar Aksi di Depan Kantor Gugus Tugas Covid-19
Bawaslu Jatim Banyak Menemukan Petugas PPDP Tidak Mematuhi Prosedur Coklit
Dimasa Pandemi, Seniman Pilih Buka Angkringan
Pemkot Surabaya Klarifikasi Pernyataan Risma Surabaya Hijau
Satu PDP Meninggal Dunia, Keluarga Tolak Pemulasaraan Protokol Kesehatan
Empat Rumah di Royal Kencana Disatroni Maling
Ulama Jember Doa Bersama Untuk Korban Bom Beirut
Seluruh Pegawai Puskesmas Maospati Jalani Tes Swab
Komisi A Minta Peran Aktif Guru di Wilayah Minim Akses Internet
Ipong Kantongi 4 Kandidat Pendampingnya di Pilkada 2020
Baru Keluar Penjara, Pencuri Modus Cari Kos Kembali Berulah
Rumah Roboh Timpa Penghuni, Seluruh Perabotan Tak Terselamatkan
Terobos Lampu Merah, 2 Pelajar Terkapar Terlibat Kecelakaan
   

Semakin Mewabah, Dokter Paru Sosialisasi Virus Corona Pada Kepala SMA se-Surabaya
Peristiwa  Jum'at, 14-02-2020 | 16:45 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Surabaya pojokpitu.com, Virus corona kian mewabah. Dokter paru RSUD Dr Soetomo pun melakukan sosialisasi terkait virus corona, Novid-2019, pada kepala sekolah SMA se-Surabaya. Ini dilakukan agar edukasi ke siswa lebih mudah dan tidak perlu panik berlebih ketika memiliki tanda-tanda sakit seperti flu.

Sosialisasi tersebut dilakukan di aula Fakultas Kedokteran Unair siang tadi. Dokter paru RSUD Dr Soetomo menyebut, saat ini warga tengah mencemaskan wabah virus corona lantaran persebarannya yang begitu cepat. Bukan itu saja, virus corona juga memiliki ciri yang hampir mirip dengan penyakit influenza biasa. Sehingga terjadi kejadian pemesanan masker secara massal, sebagai upaya antisipasi penularan virus corona meski belum ditemukan kasus yang dinyatakan konfirm atau positif terserang virus tersebut.

Tim dokter paru RSUD Dr Soetomo yang menangani kasus pasien dalam pengawasan virus corona menyebut, masyarakat tak perlu khawatir jika memiliki ciri seperti sakit flu dan sesak napas, selama tidak memiliki riwayat datang dari luar negeri.

"Khususnya negara yang memiliki kasus dengan virus corona. Sebab, kecil kemungkinan akan tertular, sehingga jikalau dirawat, tidak diperlukan uji swab," kata Dr Soedarsono, Sp.P(K), dokter spesialis paru RSUD Dr Soetomo.

Edukasi pada kepala sekolah terkait virus corona diharapkan memberikan wawasan bagi siswa agar tidak terlalu cemas pada penyakit flu. Juga, agar tidak perlu khawatir jika memiliki tetangga yang baru datang dari natuna, pasca diisolasi.

Saat ini di ruang isolasi khusus RSUD Dr Soetomo ada 3 pasien dalam pengawasan virus corona. Namun semuanya dinyatakan negatif.(end)

Berita Terkait

Satgas Covid-19, Indonesia Masih dalam Keadaan Krisis

Ilmuwan New York Temukan 80 Persen Antibodi Virus Korona pada ASI

Ini Penjelasan Airlangga soal Komite Penanganan Covid-19 yang Dibentuk Presiden Jokowi

Kasus Covid-19 Indonesia Salip Tiongkok
Berita Terpopuler
Terobos Lampu Merah, 2 Pelajar Terkapar Terlibat Kecelakaan
Peristiwa  5 jam

Tim Satgas Awasi 6 Orang Positif Covid 19 di Rumah Makan Rawon Nguling
Covid-19  7 jam

Dump Truk Bermutan Pasir Terlibat Kecelakaan, Sopir Terjepit
Peristiwa  8 jam

Karena Takut Covid 19, Seorang Ibu Melahirkan Bayinya di Kamar Mandi
Malang Raya  6 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber