Berita Terbaru :
Pemkot Surabaya Gelar Seleksi Kompetensi Bidang CPNS
KPU Surabaya Pastikan Penetapan Paslon Dilakukan Secara Internal
Terdakwa Kasus Watu Dakon Divonis 10 Bulan
Empat Staf Terpapar Covid 19, Kantor Dispenduk Capil Ditutup Sementara
16 Nakes RSUD Dr. Soedono Terkonfirmasi Positif Covid-19
KPU Gelar Tahapan Tanggapan Masyarakat Terkait DPS
Modus Cari Rongsokan, Seorang Pemuda Curi Motor Hingga Dikeroyok Warga
Pengungsi Syiah Kini Menjadi Jamaah Ahlussunah Wal Jamaah
Polsi Melakukan Kordinasi Dengan KPU Gesik Jelang Penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati
Bunuh Akibat Cemburu, Tiga Tersangka Ditangkap
Machfud-Mujiaman Prioritaskan Pembangunan Pasar Jadi Nyaman, Aman, Sehat dan Murah
Innalillahi Wainnna Ilaihirrajiun, Mantan Bupati Kabupaten Gresik Dua Periode Meninggal Dunia
Sopir Ngantuk, Truk Terjun ke Jurang Sedalam 6 Meter
Bahaya, Lantai Sekolah Dasar Kemayoran 1 Bangkalan Bergetar
Jenazah Pria Paruh Baya Ditemukan di Dalam Kamar Mandi Pasar
   

Siltap Kepala Desa Berpotensi Menguras ADD
Mataraman  Jum'at, 14-02-2020 | 15:29 wib
Reporter : Edwin Adji
Pacitan pojokpitu.com, Niatan Bupati Pacitan Indartato, talangi kekurangan dana desa penyetaraan penghasilan tetap perangkat desa tak berjalan mulus. Pasalnya para perangkat desa was-was pembayaran gaji yang semestinya dibayar, mendapat masalah kelak. Sementara Siltap kepala desa tersebut juga berpotensi mengurangi alokasi dana desa.

Penghasilan tetap perangkat desa di Kabupaten Pacitan, berpotensi menguras apbdes yang bersumber dari alokasi dana desa. Khususnya, bagi desa yang memiliki jumlah perangkat desa lebih dari sepuluh orang.

Selain kenaikan Siltap setara pegawai negeri sipil golongan II A, Pagu ADD yang tak banyak berubah dari tahun sebelumnya juga menjadi faktor utama tingginya penyerapan.

Dalam peraturan pemerintah nomor 11 tahun 2019 tentang peraturan pelaksanaan undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa, dimana besaran gaji pembantu kades telah diatur secara rinci.

Dimulai dari kades yang berhak mendapat gaji minimal Rp 2,4 juta per bulan dan sekretaris desa yang berhak memperoleh Siltap minimal Rp 2,2 juta per bulan.
Demikian juga perangkat desa yang menerima gaji minimal Rp 2 juta atau setara gaji PNS golongan II A, besaran itu pun mau tak mau mempengaruhi penghitungan add yang sudah ditetapkan.

Dimana  pembagian ADD untuk Siltap berpotensi melebihi batas maksimal 60 persen. Bahkan, berpotensi menguras ADD selama setahun bagi desa yang utamanya memiliki perangkat lebih dari sepuluh orang.

Bupati Pacitan, Indartato, berharap, agar siltap kepala desa tersebut dapat terpenuhi.dimana alokasi dana desa di Pacitan sendiri minimal 10 persen. "Jika hal tersebut dinaikkan maka dapat mempengaruhi pembangunan di Pacitan," ujar Indarto.

Sementara, pada tahun ini 6 desa tertinggal bakal mendapat dana desa tambahan. Besaranya sesuai dengan ketentuan dan rumus yang di tata oleh kementrian.

Targetnya dalam setahun silam,mereka bakal naik kasta minimal berkembang. Namun sebaliknya jika target tersebut tak terpenuhi maka desa tersebut bakal mendapat punisment, seperti pengurangan dana desa.

Berita Terkait

Masuk Bui, Mantan Kades Sumber Salak Tersangka Korupsi Dana Desa

Indra Lesmana dan Dewa Budjana Bikin Terobosan di Tengah Pandemi Corona

Siltap Kepala Desa Berpotensi Menguras ADD

Sejumlah Kepala Desa di Saradan Bersitegang Saat Musrenbang
Berita Terpopuler
Adu Banteng Truk,Penyelamatan Supir Berlangsung Dramatis
Peristiwa  8 jam

Sebanyak 600 Santri Al Izzah Diisolasi
Malang Raya  6 jam

Bahaya, Lantai Sekolah Dasar Kemayoran 1 Bangkalan Bergetar
Peristiwa  4 jam

Sopir Ngantuk, Truk Terjun ke Jurang Sedalam 6 Meter
Peristiwa  4 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber