Berita Terbaru :
Laga Persahabatan Antara Polres Malang Melawan Jurnalis Malang Raya, Polres Malang Unggul 2 - 0
Diduga Korsleting Listrik, 3 Gudang Barang Bekas Ludes Terbakar
Nylonong, Tabrak Truk Dua Bocah dan Ibunya Meninggal Dunia
Ketua Aisyiyah Surabaya : MA-Mujiaman Satu-Satunya Figur yang Tepat Pimpin Surabaya
Dua Nakes Positif Corona, Puskesmas Sanan Kulon Ditutup
Aksi Pelaku Pembobolan Lima Kotak Amal Masjid Terekam CCTV
Dijanjikan Bisnis Dengan Keuntungan Besar, Biduan Ini Malah Ditipu Ratusan Juta Oleh Teman Sendiri
Deteksi Dini Santri dan Pengasuh Tebuireng di Rapid Test Antigen
Pembelajaran Tata Surya Melalui Augmented Reality
Nokia C1, Hp Di Bawah 1 Juta Yang Oke
Bos Facebook Pilih Smartphone Ini Ketimbang Iphone
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Kecanduan Pil Koplo, Seorang Anak Nekat Aniaya Kedua Orang Tuanya
Masih Banyak Warga Terjaring Razia Yustisi
Bupati Madiun Beranikan Diri Senam Bareng Pasien Positif Covid
   

Puluhan Petani Demo Bangunan Cafe yang Menyumpat Saluran Pertanian
Mataraman  Jum'at, 14-02-2020 | 12:15 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Puluhan petani di nganjuk raai-ramai mendatangi bangunan cafe yang ada di desa sebelah. Massa memprotes atas bangunan saluran air diatas tanah pemerintah yang lebih kecil dari saluran pemerintah, yang berdampak pada saluran air mampet dan mengancam irigasi sawah warga. Mereka meminta agar pemilik cave membongkar dan menyesuaikan dengan saluran milik pemerintah.

Sekitar 50 petani dari dua desa terdampak saluran air, Desa Ngangkatan dan Desa Talang Kecamatan Rejoso Nganjuk, Jumat (1/2) poagi melakukan aksi protes di depan bangunan cave arni di Desa Ngangkatan Rejoso Nganjuk.

Massa berjalan dari kantor desa menuju cafe dengan membawa poster. Mereka juga memasang postet di dalam genangan air disisi salurqm bangunan cafe Arni yang mampet dan tidak mengalir ke persawahan.

Suparlan, Kades Desa Talang, mengatakan, ada sekitar 1 hektar lebih sawah petani disekitar lokasi cave arni terdampak langsung, area sawah yang baru ditanami padi rusak akibat genangan air luberan dari drainase sungai muara ke persawahan dan sungai besar.

Namun jika terjadi hujan deras, maka dimungkinkan akan berdampak ke puluhan hektar sawah petani. Petani menuntut agar bangunan saluran yang dibangun oleh Cafe Arni bisa di bongkar dan diperlebar sesuai dengan lebat saluran sebelumnya selebat 2 meter lebih. "Jika pemilik cafe tidak segera membongkar, maka warga siap menbongkar paksa saluran tersebut," kata Suparlan.

Sementara Putut Subagio, pemilik Cafe Arni, mengaku sepakat dengan apa yang menjadi tuntutan warga, pihaknya sudah mulai membongkar gorong gorong. Namun jika melebarkan sesuai yang ada sebelumnya, pihaknya masih perlu melakukan koordinasi dengan dinas terkait.

Usai dilakukan mediasi bersama dan semua pihak memutuskan akan dilakukan rapat kembali pada senin depan bersama dinas terkait. (yos)

Berita Terkait

Puluhan Petani Ponorogo Demo Aktifitas Tambang

Puluhan Petani Demo Bangunan Cafe yang Menyumpat Saluran Pertanian

Gelar Demo, Ribuan Petani Tambak Ajak Ketua DPRD Long March

Demo Ratusan Petani di Kediri Diwarnai Aksi Saling Dorong
Berita Terpopuler
Kecanduan Pil Koplo, Seorang Anak Nekat Aniaya Kedua Orang Tuanya
Peristiwa  8 jam

Sulap Limbah Popok Bayi Jadi Pot Bunga yang Indah
Life Style  19 jam

Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Peristiwa  8 jam

Dua Dara Berhijab Sulap Telenan Kayu Menjadi Sovenir Telenan Lukis Nan Cantik
Life Style  17 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber