Berita Terbaru :
Wisatawan Dipinggir Jalan Pacet Cangar Dibubarkan Petugas
Tidak Pernah Putus Asa, 17 Tahun Kiai Ini Berdakwah Tanpa Jemaah
Selama Lebaran Terminal Bayuangga Lumpuh
Jumlah Kasus Positif Covid 19 Ponorogo 24 Orang, Yang 8 Sudah Sembuh
Warga Binaan Lapas Wanita Silaturahmi Secara Virtual
Seorang Warga Ponorogo Tewas Menenggak Racun Serangga
Warga Serbu Amplop Lebaran Yang Dipasang di Pagar Rumah
Jamaah Thoriqah Syatariyah Shalat Ied Hari Ini
PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Tanpa Vaksin, Dokter Tiongkok Temukan Cara Baru Obati Pasien Covid-19
Rumah Via Vallen Didatangi Mobil Puskesmas dan Polisi
Lebaran Tim Medis Dan Pasien Covid 19, Sampaikan Pesan Protokol Kesehatan
Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
PSBB Tahap 2 Surabaya Raya Akan Berakhir, Namun Pertambahan Covid 19 Masih Tinggi
Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
   

Puluhan Petani Demo Bangunan Cafe yang Menyumpat Saluran Pertanian
Mataraman  Jum'at, 14-02-2020 | 12:15 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Puluhan petani di nganjuk raai-ramai mendatangi bangunan cafe yang ada di desa sebelah. Massa memprotes atas bangunan saluran air diatas tanah pemerintah yang lebih kecil dari saluran pemerintah, yang berdampak pada saluran air mampet dan mengancam irigasi sawah warga. Mereka meminta agar pemilik cave membongkar dan menyesuaikan dengan saluran milik pemerintah.

Sekitar 50 petani dari dua desa terdampak saluran air, Desa Ngangkatan dan Desa Talang Kecamatan Rejoso Nganjuk, Jumat (1/2) poagi melakukan aksi protes di depan bangunan cave arni di Desa Ngangkatan Rejoso Nganjuk.

Massa berjalan dari kantor desa menuju cafe dengan membawa poster. Mereka juga memasang postet di dalam genangan air disisi salurqm bangunan cafe Arni yang mampet dan tidak mengalir ke persawahan.

Suparlan, Kades Desa Talang, mengatakan, ada sekitar 1 hektar lebih sawah petani disekitar lokasi cave arni terdampak langsung, area sawah yang baru ditanami padi rusak akibat genangan air luberan dari drainase sungai muara ke persawahan dan sungai besar.

Namun jika terjadi hujan deras, maka dimungkinkan akan berdampak ke puluhan hektar sawah petani. Petani menuntut agar bangunan saluran yang dibangun oleh Cafe Arni bisa di bongkar dan diperlebar sesuai dengan lebat saluran sebelumnya selebat 2 meter lebih. "Jika pemilik cafe tidak segera membongkar, maka warga siap menbongkar paksa saluran tersebut," kata Suparlan.

Sementara Putut Subagio, pemilik Cafe Arni, mengaku sepakat dengan apa yang menjadi tuntutan warga, pihaknya sudah mulai membongkar gorong gorong. Namun jika melebarkan sesuai yang ada sebelumnya, pihaknya masih perlu melakukan koordinasi dengan dinas terkait.

Usai dilakukan mediasi bersama dan semua pihak memutuskan akan dilakukan rapat kembali pada senin depan bersama dinas terkait. (yos)

Berita Terkait

Puluhan Petani Demo Bangunan Cafe yang Menyumpat Saluran Pertanian

Gelar Demo, Ribuan Petani Tambak Ajak Ketua DPRD Long March

Demo Ratusan Petani di Kediri Diwarnai Aksi Saling Dorong

Bangun Drainase Terlalu Dalam, Petani Protes ke Desa
Berita Terpopuler
PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Covid-19  4 jam

Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Peristiwa  6 jam

Seorang Warga Ponorogo Tewas Menenggak Racun Serangga
Peristiwa  2 jam

Honda PCX Bakal Pakai Mesin Berkapasitas Lebih Besar dari Nmax?
Otomotif  17 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber