Berita Terbaru :
Korupsi Dana Desa Ratusan Juta Rupiah, Mantan Kades Ditahan
Krisis Stok Darah, PMI Berburu Kantong Darah ke Lingkup TNI
Pemkot Surabaya Gelar Seleksi Kompetensi Bidang CPNS
KPU Surabaya Pastikan Penetapan Paslon Dilakukan Secara Internal
Terdakwa Kasus Watu Dakon Divonis 10 Bulan
Empat Staf Terpapar Covid 19, Kantor Dispenduk Capil Ditutup Sementara
16 Nakes RSUD Dr. Soedono Terkonfirmasi Positif Covid-19
KPU Gelar Tahapan Tanggapan Masyarakat Terkait DPS
Modus Cari Rongsokan, Seorang Pemuda Curi Motor Hingga Dikeroyok Warga
Pengungsi Syiah Kini Menjadi Jamaah Ahlussunah Wal Jamaah
Polsi Melakukan Kordinasi Dengan KPU Gesik Jelang Penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati
Bunuh Akibat Cemburu, Tiga Tersangka Ditangkap
Machfud-Mujiaman Prioritaskan Pembangunan Pasar Jadi Nyaman, Aman, Sehat dan Murah
Innalillahi Wainnna Ilaihirrajiun, Mantan Bupati Kabupaten Gresik Dua Periode Meninggal Dunia
Sopir Ngantuk, Truk Terjun ke Jurang Sedalam 6 Meter
   

KPAI Pastikan Penanganan Kasus Perundungan Sesuai SPPA
Malang Raya  Jum'at, 14-02-2020 | 08:20 wib
Reporter : Rohim Alfarizi
Malang pojokpitu.com, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengunjungi Mapolresta Malang Kota. Kedatanganya ini untuk memastikan proses penanganan kasus perundungan atau bullying yang melibatkan siswa SMP 16 Kota Malang , sesuai dengan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Komisioner KPAI Retno Listyarti menjelaskan maksud dan tujuan  berkunjung ke Polresta Malang Kota untuk memastikan proses penanganan kasus perundungan , yang melibatkan siswa SMP Negeri 16 Kota Malang, baik dari proses pemeriksaan, harus didampingi oleh orangtuanya. Hal itu sudah dilakukan Polresta Malang Kota.
 
"KPAI  juga meminta hak rehabilitasi anak, mulai dari saksi, korban maupun pelaku. Pemberian pendampingan dan pertimbangan rekomendasi dari psikolog juga diperlukan, terutama bagi  korban," kata Retno Listyarti, Komisioner KPAI.
 
Terkuaknya kasus perundungan ini memunculkan berbagai persepsi, yang menyebabkan jari tangan MS, terpaksa harus diamputasi. Hal yang paling mengejutkan adalah pernyataan Kepala Disdikbud Kota Malang, Zubaidah, yang menyatakan jari MS terluka akibat kejepit gesper.
 
Selain itu, KPAI  juga akan membicarakan terkait sekolah korban, korban masih nyaman bersekolah di SMPN 16 atau tidak. Jika  tidak, Diknas perlu mencarikan sekolah yang tak jauh dari rumahnya.(end)

Berita Terkait

Madura Harus Punya Rumah Aman Untuk Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

KPAI Pastikan Penanganan Kasus Perundungan Sesuai SPPA

Komnas Perlindungan Anak Terus Monitor Penanganan Perkara

Tantang Guru, KPAI Sarankan Pendidikan Karakter Anak Dikuatkan di Sekolah
Berita Terpopuler
Adu Banteng Truk,Penyelamatan Supir Berlangsung Dramatis
Peristiwa  8 jam

Bahaya, Lantai Sekolah Dasar Kemayoran 1 Bangkalan Bergetar
Peristiwa  5 jam

Sebanyak 600 Santri Al Izzah Diisolasi
Malang Raya  7 jam

Sopir Ngantuk, Truk Terjun ke Jurang Sedalam 6 Meter
Peristiwa  4 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber