Berita Terbaru :
Dishub Gelar Operasi Kestib, Tertibkan Truck Kelebihan Tonase
TNI Akan Akan Lakukan Latihan Tempur Sikatan Daya
Kabupaten Trenggalek Terapkan Lelang Ikan Online Berbasis Aplikasi, Pertama di Jawa Timur
Tekan Penyebaran Covid-19, Pemkot Malang Kembali Tutup Jalan Ijen dan Veteran
Imam Masjid Girilaya : Machfud Arifin Pemimpin Yang Terbukti Peduli, Bukan Pemimpin Obral Janji
Waspada Bencana, BPBD Gandeng Badan Geologi Teliti Potensi Likuefaksi di Jatim
Warga Panen Ikan Saat Debit Air Waduk Dawuhan Mengering
Seorang Pemuda Ngaku Dapat Bisikan Gaib Untuk Begal Payudara Wanita
Polrestabes Surabaya Terima 100 Ribu Masker Kesehatan Untuk Masyarakat Miskin
Pemkot Tutup Karanggayam, 20 Club Persebaya Mengadu dan Dukung MA-Mujiaman
Pemkab Gresik Sangat Serius Untuk Meningkatkan Pelayanan Kesehatan
Euphoria Sepak Bola Usia Dini
Dewan Adat Majapahit Protes Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Sejumlah Karyawati Pabrik
Dua Pasang Calon Walikota Blitar Deklarasikan Kampanye Damai dan Sehat
Deklarasi Damai, Kampanye Pilkada Kota Surabaya Harus Sesuai Protokol Kesehatan
   

Anak Usia Sekolah Rawan Gangguan Gigi dan Telinga
Kesehatan  Jum'at, 14-02-2020 | 06:16 wib
Reporter : Herpin Pranoto
Madiun pojokpitu.com, Dinas Kesehatan Kota Madiun melaksanakan pemeriksaan jemput bola ke sekolah, untuk pemantauan kesehatan anak. Dari pemeriksaan, banyak ditemukan gangguan gigi dan telinga, pada anak usia sekolah.

Petugas Puskemas Oro Oro Ombo melakukan pemeriksaan kesehatan anak usia sekolah di SDN Siti Hajar Jalan Slamet Riyadi Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun. Sebanyak 48 murid dilakukan pemeriksaan kesehatan umum, yang meliputi cek tensi darah, tes buta warna, cek telinga, kulit dan gigi.

Pemeriksaan jemput bola, dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Madiun, melalui puskesmas, karena masih rendahnya kesadaran masyarakat, untuk memantau kesehatan anak usia sekolah. Orang tua, biasanya baru mendatangi puskesmas, klinik dan rumah sakit, ketika anaknya sudah menderita sakit. Tak jarang, kondisi tersebut, berdampak fatal, karena penyakitnya sudah parah.  

"Dari hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan penyakit berbahaya. Dari  48 murid, sebanyak 30 anak, umumnya mengalami gangguan kesehatan gigi dan telinga. Gangguan pada gigi, yang ditemukan gigi berlubang, karang gigi, dan gigi sulung tak segera dicabut," kata Drg. Kus Ariwijayanti, Dokter Gigi Puskesmas Oro Oro Ombo.

Gangguan pada telinga,yang ditemukan berupa penyumbatan telinga, oleh kotoran. Jika tak segera ditangani, bisa mengurangi kemampuan pendengaran dan menyebabkan iritasi dan infeksi.

Penanganan lebih lanjut, murid yang mengalami gangguan kesehatan, akan dirujuk menjalani perawatan ke puskesmas setempat. Petugas menghimbau, orang tua dan wali murid, untuk memantau kesehatan anaknya, melalui pemeriksaan rutin di puskesmas terdekat.(end)

Berita Terkait

Anak Usia Sekolah Rawan Gangguan Gigi dan Telinga
Berita Terpopuler
Puluhan Santri Pesantren Terpapar Covid 19
Covid-19  11 jam

Dispendukcapil Tolak Permintaan RSUD Soal Perubahan Akta Bayi
Peristiwa  8 jam

Padat Karya Mangrove bagi Pemulihan Ekonomi Nasional
Peristiwa  16 jam

LSM Yakini RSUD Tak Melakukan Mal Administrasi
Peristiwa  22 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber