Berita Terbaru :
Mahasiswa Malasyia Meninggalkan Indonesia Dengan Menggunakan Penerbangan Khusus
Mudik ke Kampung Halaman, Pria Diisolasi di Kantor Desa
Pengemudi Jatuh Tak Sadarkan Diri, Warga Takut Mendekat
Video Call Kondisi Pasien Positif Covid 19 Terus Membaik
Sebanyak 14 PDP Berhasil Disembuhkan,1 Positif Masih Diisolasi
Tim Gugus Tugas Covid-19 Rapid Test Keluarga PDP
Sebar Berita Hoax, Seorang Warga Tertangkap Polisi
Pasca Libur, Pemohon SIM di Polresta Sidoarjo Membludak
ASN Jatuh ke Jurang Saat Potong Pohon Jati
Salah Paham Suara Motor, Seorang Pemuda Dikeroyok
Seorang Warga Negatif Dari Covid 19 Setelah Menjalani Test Poliymerase Chain Reaction
Anggaran 40 M Alokasikan Pemkab Madiun Untuk Penanganan Covid-19
Viral Tim Medis Ber-APD Evakuasi Orang Terlantar Tak Beridentitas Pingsan
Kades Minta Pemkab Nganjuk Memperlakukan Khusus Ratusan Warga Berstatus OTG
Perbaiki Atap, Seorang Pekerja Tersengat Listrik
   

Seni Decoupage Mulai Digemari Ibu RT Mengisi Waktu
Rehat  Jum'at, 14-02-2020 | 00:13 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Pembuatannya cukup sederhana dan mudah, namun diperlukan jiwa seni. Hasil seni karya Sri Restuasih ini, kini sudah tersebar di sejumlah kolektor dan penggemar seni di Indonesia. Foto Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Seorang ibu rumah tangga di Jombang memiliki hobi yang unik. Hobi yang disebut seni decoupage atau gunting tempel, kini sudah menjadi sumber tambahan penghasilan keluarganya.

Seni gunting tempel merupakan hoby Sri Restuasih, warga Desa Ceweng Kecamatan Diwek, Jombang. Ibu 2 orang anak tersebut setiap waktu menghabiskan hari-harinya di sebuah galery jodi craf yang ditata dan dihias dengan apik. 

Berbagai media kebutuhan seni decoupage yang sudah disiapkan dikerjakan dengan tenang. Selain bahan bekas, bahan-bahan decoupage seperti tisu bermotif harus dibeli dari luar negeri. Tisu bergambar ini dipotong sesuai kebutuhan, kemudian ditempel ke bahan lembaran plastik jenis khusus dengan cara dipanaskan. Sebelum akhirnya ditempelkan di kanvas menjadi pemandangan 3 dimensi. 

Sri Restuasih, mengaku membuat decoupage hanya menyalurkan hoby. Pembuatan seni ini sebenarnya cukup mudah, namun dibutuhkan ketelatenan. Hasil seninya selama ini dipajang galeri dan dijual dengan harga terendah Rp 25 ribu hingga Rp 600 ribu. Pemasarannya melalui pasar online dan offline.
 
Media sederhana lain yang laku keras di pasaran, decoupage media telenan berbahan kayu. Telenan yang hanya biasa digunakan sebagai alas mengiris bumbu dapur ini, dihias dengan apik dan cermat. Sehingga menjadi hiasan ruangan ataupun tempat menggantung kunci yang menarik. Selain itu sejumlah botol bekas, kaleng krupuk serta bahan bekas jenis lain juga menjadi bahan untuk memenuhi galeri miliknya.

Decoupage adalah seni menggunting dan menempel. Bahasa decoupage sendiri berasal dari bahasa prancis decouper. Meskipun tidak banyak yang menekuninya, jika dikerjakan secara serius menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. (pul)

Berita Terkait

Seni Decoupage Mulai Digemari Ibu RT Mengisi Waktu

Doyan Sabu, Dua Ibu Rumah Tangga Diadili

Ibu Rumah Tangga Tertangkap Jadi Pengedar Upal
Berita Terpopuler
Jelang Puasa dan Dampak Corona, Harga Daging Naik
Ekonomi Dan Bisnis  13 jam

Aplikasi Ini Tawarkan Gratis Kuota Selama di Rumah Saja
Teknologi  17 jam

Tebing Sungai Longsor Setiap Hujan Datang, Warga Kian Resah
Peristiwa  5 jam

FK Unair Sumbang Washable Hazmat ke RSUD dr Soetomo
Metropolis  13 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber