Berita Terbaru :
16 Nakes RSUD Dr. Soedono Terkonfirmasi Positif Covid-19
KPU Gelar Tahapan Tanggapan Masyarakat Terkait DPS
Modus Cari Rongsokan, Seorang Pemuda Curi Motor Hingga Dikeroyok Warga
Pengungsi Syiah Kini Menjadi Jamaah Ahlussunah Wal Jamaah
Polsi Melakukan Kordinasi Dengan KPU Gesik Jelang Penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati
Bunuh Akibat Cemburu, Tiga Tersangka Ditangkap
Machfud-Mujiaman Prioritaskan Pembangunan Pasar Jadi Nyaman, Aman, Sehat dan Murah
Innalillahi Wainnna Ilaihirrajiun, Mantan Bupati Kabupaten Gresik Dua Periode Meninggal Dunia
Sopir Ngantuk, Truk Terjun ke Jurang Sedalam 6 Meter
Bahaya, Lantai Sekolah Dasar Kemayoran 1 Bangkalan Bergetar
Jenazah Pria Paruh Baya Ditemukan di Dalam Kamar Mandi Pasar
Kelangkaan Elpiji 3 Kg Diduga Ada Permainan Oknum di Tingkat Bawah
Proyek Irigasi Sawah Diduga Salahi Spesifikasi
Sebanyak 600 Santri Al Izzah Diisolasi
Warga Tolak Penggusuran Oleh Pihak Kebun PT.Glen Nevis
   

Majelis Hakim Sidang di Tempat, Perkara Penyerobotan Tanah Bernilai Milyaran Rupiah
Hukum  Kamis, 13-02-2020 | 18:01 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Sidoarjo pojokpitu.com, Di Kabupaten Sidoarjo, angka paling tinggi adalah kasus tanah dibanding kasus lain. Kali ini majelis hakim Pengadilan Negeri Sidoarjo yang diketuai oleh Muhamad Peten Sili SH bersama anggotanya melakukan sidang di lokasi yang disengketakan yang nilainya mencapai milyaran rupiah di Desa Siwalan Panji Kecamatan Buduran Sidoarjo.

Setelah melalui beberapa tahapan persidangan di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Ketua Majelis Hakim, Muhamad Peten Sili SH meminta kepada pihak tergugat maupun penggugat, dalam hal ini penggugat Piter Susilo sebagai kuasa hukum dari Anton dengan pihak kuasa hukum tergugat diwakili oleh Suratno SH mengikuti sidang di lokasi tanah yang disengketakan.
 
Piter Susilo SH, kuasa hukum dari Anton selaku pembeli tanah seluas 993 meter persegi di kawasan lingkar timur, Desa Siwalan Panji Kecamatan Buduran Sidoarjo tahun 2016. Laporan maupun gugatan dilayangkan karena kliennya ingin membalik nama sertifikat atas pembelian tanah dari prihadi.
 
Namun ketika pihak notaris mengajukan balik nama ke BPN Sidoarjo, ternyata diblokir oleh Mustofa, atas nama sertifikat. Padahal tanah sertifikat atas nama Mustofa sudah dijual kepada Prihadi dan dibuktikan adanya ikatan jual beli secara resmi. Beberapa tahun kemudian, tanah tersebut dijual lagi kepada kliennya yaitu Anton seharga Rp 2,5 milyar.
 
Untuk itu, Piter Susilo melapokan atas nama Mustofa , Prihadi dan Pitin (istri Mustofa) kepada Polresta Sidoarjo dan mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Sidoarjo.
 
Pihak kuasa hukum penggugat tidak hanya melaporkan tiga orang tersebut, akan tetapi juga melaporkan BPN, karena hanya berbekal foto copy sertifikat mengabulkan blokir oleh Mustofa.
 
Sementara itu, ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Sidoarjo akan melanjutkan sidang gugatan ini di Pengadilan Negeri Sidoarjo dalam tahap pembuktian dari kedua belah pihak.(end)

Berita Terkait

Majelis Hakim Sidang di Tempat, Perkara Penyerobotan Tanah Bernilai Milyaran Rupiah

JPU Hadirkan 5 Saksi Kunci Kasus Dugaan Penyerobotan Tanah 20 Hektar Milik Puskopkar

Warga Protes, Tanah Diserobot Pabrik PT Quality Work
Berita Terpopuler
Adu Banteng Truk,Penyelamatan Supir Berlangsung Dramatis
Peristiwa  6 jam

Sebanyak 600 Santri Al Izzah Diisolasi
Malang Raya  5 jam

Bahaya, Lantai Sekolah Dasar Kemayoran 1 Bangkalan Bergetar
Peristiwa  3 jam

Warga Tolak Penggusuran Oleh Pihak Kebun PT.Glen Nevis
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber