Berita Terbaru :
Remaja Tewas Setelah Seruduk Bokong Truk
Korupsi Dana Desa Ratusan Juta Rupiah, Mantan Kades Ditahan
Krisis Stok Darah, PMI Berburu Kantong Darah ke Lingkup TNI
Pemkot Surabaya Gelar Seleksi Kompetensi Bidang CPNS
KPU Surabaya Pastikan Penetapan Paslon Dilakukan Secara Internal
Terdakwa Kasus Watu Dakon Divonis 10 Bulan
Empat Staf Terpapar Covid 19, Kantor Dispenduk Capil Ditutup Sementara
16 Nakes RSUD Dr. Soedono Terkonfirmasi Positif Covid-19
KPU Gelar Tahapan Tanggapan Masyarakat Terkait DPS
Modus Cari Rongsokan, Seorang Pemuda Curi Motor Hingga Dikeroyok Warga
Pengungsi Syiah Kini Menjadi Jamaah Ahlussunah Wal Jamaah
Polsi Melakukan Kordinasi Dengan KPU Gesik Jelang Penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati
Bunuh Akibat Cemburu, Tiga Tersangka Ditangkap
Machfud-Mujiaman Prioritaskan Pembangunan Pasar Jadi Nyaman, Aman, Sehat dan Murah
Innalillahi Wainnna Ilaihirrajiun, Mantan Bupati Kabupaten Gresik Dua Periode Meninggal Dunia
   

Kisah nenek Juama, Merawat 3 Anaknya yang Buta
Rehat  Kamis, 13-02-2020 | 14:46 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Untuk menyambung hidup, keluarga ini hanya mendapat bantuan dari tetangga sekitar. Ironisnya, hingga saat ini tidak ada satupun bantuan dari pemerintah mengalir. Foto Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Kisah pilu dialami seorang nenek di Kabupaten Probolinggo. Betapa tidak, di usainya yang senja, masih harus merawat 3 anaknya yang mengalami kebutaan. Bahkan 2 diantaranya lumpuh dan mengalami keterbelakangan mental.

Juama (55) janda warga Dusun Mawar, Desa Pesisir Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo tinggal di rumah yang tidak layak huni. Bangunan berukuran 6x4 itu kondisinya sangat memprihatinkan. Dinding tembok banyak yang jebol dan jendela dibiarkan menganga tanpa kaca.

Separuh bangunan terbuat dari anyaman bambu yang sudah banyak berlubang. Nyaris tidak ada perabot rumah tangga, yang ada hanya 1 tempat tidur tanpa kasur.

Siapa sangka, ibu 4 anak itu setiap hari harus merawat Sukur, Waras, Slamet, dan Suhariyah yang mengalami kebutaan. Bahkan kondisi Sukur, Waras, Slamet dan Suhariyah juga mengalami stroke dan keterbelakangan mental. Sedangkan anak pertama Jauhari tinggal di Kalimantan.

Hari demi hari, di usianya yang senja yang bisa dilakukan Juama hanya bisa merawat ke anaknya itu. Mulai dari memandikan, menyuapi hingga menuntun salah satu anaknya untuk sekedar jalan-jalan. Sampai saat ini, belum satupun bantuan yang dia dapat, baik bantuan beras miskin, PKH maupun BPJS.

"Hidup saya susah, hidup mengandalkan bantuan dari tetangga, saya tidak bekerja karena tidak ada yang menemani, saya tidak pernah mendapat bantuan baik beras atau uang, suami saya pergi dengan perempuan lain," kata Juama. 

Sementara itu menurut Maher, tetangga Juama, rumahnya sangat tidak layak untuk dihuni. Bahkan sampai sejauh ini peran pemerintah belum terlihat. "Selama ini tetangga bahu-membahu membantu untuk memberi makan," kata Maher.

Keluarga ini berharap, pemerintah segera hadir untuk memberikan bantuan. Mulai rumah tidak layak huni, bantuan beras hingga memberi kartu jaminan kesehatan gratis untuk warga miskin. (pul)

Berita Terkait

Kisah nenek Juama, Merawat 3 Anaknya yang Buta

Selama 10 Tahun Rebutan Warisan Lahan 12,9 Hektar Hingga Kini Belum Kelar

Musim Rambutan, Warga Dapat Penghasilan Lebih

Satu Keluarga Jadi Terdakwa Rebutan Saham Zhangrandi
Berita Terpopuler
Adu Banteng Truk,Penyelamatan Supir Berlangsung Dramatis
Peristiwa  8 jam

Sebanyak 600 Santri Al Izzah Diisolasi
Malang Raya  7 jam

Bahaya, Lantai Sekolah Dasar Kemayoran 1 Bangkalan Bergetar
Peristiwa  5 jam

Sopir Ngantuk, Truk Terjun ke Jurang Sedalam 6 Meter
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber