Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Pihak Satpol PP yang melihat langsung merampas barang tersebut dan dibawa ke kantor Satpol PP. Dalam razia gepeng ini sebanyak 4 orang terkena razia. Foto Wildan
Satpol PP Temukan Pengemis Bawa Celurit Saat Razia
Kamis, 13-02-2020 | 14:22 wib
Oleh : Syaiful Anwar dan Wildan Lipu Prasasti
Sumenep pojokpitu.com, Di saat melakukan penertiban Gepeng, Gelandang dan Pengemis, Satuan Satpol PP Kabupaten Sumenep, , menemukan seorang Gepeng membawa senjata tajam.

Giat operasi penangkapan gembel dan pengemis dengan target yang berkeliaran di area kota. Petugas menemukan seorang pengemis tua sedang membawa senjata sajam berbentuk celurit. Dengan sigap Satpol PP langsung merampas sajam tersebut.

Dalam giat kali ini, Satpol PP berhasil menangkap 4 gepeng di berbagai tempat. Diantaranya, area lampu merah, depan toko dan sekitar taman Adipura Sumenep. Ke-4 gepeng yang diamankan berkisar sudah lanjut usia. beruntung saat penangkapan tidak ada perlawanan, hanya saja ada beberapa gepeng yang ketakutan bahkan sampai menangis.

Terkait gepeng yang membawa sajam, pelaku mengaku baru beli dan akan digunakan untuk mencari rumput. Petugas menilai celurit yang dibawa tidak akan digunakan untuk hal kriminal, karena melihat kondisi fisik sudah tua serta berjalan saja sangat sulit.

Menindaklanjuti hasil dari giat razia gembel dan pengemis, Satpol PP Sumenep akan mendata dan selanjutnya diserahkan ke dinas sosial setempat, untuk dilakukan pembinaan, atau pemulangan kepada keluarganya masing-masing. (pul)

Berita Terkait


Satpol PP Temukan Pengemis Bawa Celurit Saat Razia

Hasil Razia, 40 Gelandangan dan Pengemis Diamankan

Puluhan Gepeng Terjaring Razia Satpol PP

Satpol PP dan Dinsos Jaring Belasan Gepeng dan Orgil


Dua Anak Di Bawah Umur Terjaring Razia Gepeng
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber