Berita Terbaru :
Seorang Warga Ponorogo Tewas Menenggak Racun Serangga
Warga Serbu Amplop Lebaran Yang Dipasang di Pagar Rumah
Jamaah Thoriqah Syatariyah Shalat Ied Hari Ini
PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Tanpa Vaksin, Dokter Tiongkok Temukan Cara Baru Obati Pasien Covid-19
Rumah Via Vallen Didatangi Mobil Puskesmas dan Polisi
Lebaran Tim Medis Dan Pasien Covid 19, Sampaikan Pesan Protokol Kesehatan
Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
PSBB Tahap 2 Surabaya Raya Akan Berakhir, Namun Pertambahan Covid 19 Masih Tinggi
Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Cegah Covid 19, Rutan Medaeng Berlakukan Drive Thru Pengunjung
Waspada! Anak Muda Paling Rentan Alami Masalah Mental Selama Pandemi
Puluhan Napi Gunakan Fasilitas Video Call Untuk Berlebaran Dengan Keluarga
Tercatat Sebanyak 25 Masjid di Kota Batu Gelar Sholat Ied
Lebaran Ala Petugas Medis RS PHC Surabaya
   

Jasa Tirta Pastikan Banjir di Sejumlah Wilayah Jawa Timur Bukan Karena Luapan Sungai
Metropolis  Kamis, 13-02-2020 | 09:20 wib
Reporter : Selvy Wang
Raymond Baliant Ruritan, Dirut Perum Jasa Tirta 1
Surabaya pojokpitu.com, Banjir yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur, dipastikan Jasa Tirta bukan akibat luapan sungai. Namun disebabkan oleh proses pemompaan air dari wilayah terdampak ke sungai.

Musim hujan yang dimulai sejak akhir 2019 lalu, menyebabkan sejumlah wilayah di Jawa Timur mengalami kejadian banjir, seperti di Surabaya, Mojokerto, Sidoarjo, Gresik dan Pasuruan. Melihat hal itu, Perum Jasa Tirta 1 memastikan banjir tersebut bukan disebabkan luberan dari sungai, namun persoalannya adalah bagaimana memompa air dari wilayah terdampak menuju sungai.

Menurut Raymond Baliant Ruritan, Dirut Perum Jasa Tirta 1, sejauh ini daya tampung sungai untuk menerima debit banjir masih mencukupi. Bahkan untuk Sungai Brantas dan Bengawan Solo, pihaknya mengontrol secara realtime dan online.

Datanya diteruskan ke pihak terkait seperti BBWS Brantas dan Bengawan Solo, serta pemerintah daerah, sebagai antisipasi saat curah hujan tinggi. Ia mencontohkan, saat hujan deras terjadi di Surabaya, maka air dari Kali Brantas Mojokerto yang menuju Kali Surabaya yang melewati pintu air Mlirip Mojokerto akan dikecilkan .

"Namun kami juga mengantisipasi kerawanan debit air sungai tinggi di beberapa anak sungai Kali Brantas, yakni Sungai Sadar di Mojokerto dan Sungai Watudakon di Jombang. Sedangkan untuk Surabaya sendiri diakui memiliki sistem drainase yang bagus sehingga banjir cepat surut," kata Raymond Baliant Ruritan.

Di sisi lain, Kementerian PU-PR juga membangun bendung gerak baru di Karangnongko dan Gondang Bojonegoro, untuk mereduksi potensi banjir di Sungai Bengawan Solo.(end)

Berita Terkait

Dampak Pengerjaan Box Culvert, Kandangan Kebanjiran

Jasa Tirta Pastikan Banjir di Sejumlah Wilayah Jawa Timur Bukan Karena Luapan Sungai

Sistem Tata Kota Harus Dibenahi Agar Tak Banjir

Warga Korban Banjir Keluarkan Perabot Untuk Dikeringkan
Berita Terpopuler
PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Covid-19  2 jam

Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Peristiwa  4 jam

Honda PCX Bakal Pakai Mesin Berkapasitas Lebih Besar dari Nmax?
Otomotif  15 jam

Bursa Transfer: Bek Tangguh ke MU, Bomber Maut ke Liverpool
Sepak Bola  14 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber