Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Ekonomi Dan Bisnis 

Musim Hujan, Budidaya Ikan Cupang Ponorogo Kebanjiran Order
Kamis, 13-02-2020 | 05:22 wib
Oleh : Heru Kuswanto
Ponorogo pojokpitu.com, Di musim penghujan, pembudidaya ikan cupang di Ponorogo kebanjiran order. Ikan cupang sendiri bisa digunakan untuk menghambat berkembangnya nyamuk aedes aegypti yang tak lain penyebab penyakit demam berdarah.

Beralamat Kelurahan Mangkujayan Kecamatan Kota Ponorogo, pembudidaya ikan cupang diserbu pembeli, baik dari Ponorogo hingga luar daerah Ponorogo. Hampir setiap hari, Ika Candra Dewi yang tak lain pembudidaya ikan cupang terus melayani pembeli ikan cupang dari berbagai jenis.

Banyaknya pembeli ikan cupang ini, karena memasuki musim penghujan dimana musim hujan rawan berkembangnya nyamuk jenis Aedes Aegypti. Untuk menanggulangi berkembangnya nyamuk demam berdarah tersebut, warga membeli ikan cupang, sebab dipercaya ikan ini bisa menghambat berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti.

"Untuk harganya ikan cupang bervariasi mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 20 ribu tergantung jenisnya. Selain itu, ikan cupang ini bisa hidup lebih dari 2 tahun dan makanannya jentik-jentik berbagai jenis nyamuk," kata Ika Candra Dewi, pembudidaya ikan cupang.

Sementara pembudidaya ikan cupang di Ponorogo ini, setiap bulannya mampu menjual sebanyak 750 ekor ikan cupang. Ikan cupang sendiri tiap harinya mampu memakan sebanyak 70 hingga 80 jentik nyamuk.(end)

Berita Terkait


Musim Hujan, Budidaya Ikan Cupang Ponorogo Kebanjiran Order

Budidaya Ikan Cupang Beromset Jutaan Rupiah Tiap Bulan

DBD Mewabah, Ikan Cupang Laris Manis Diburu Warga

Dikenal Rakus Memakan Jentik, Ikan Cupang Ramai Permintaan


Dampak DBD, Penjualan Ikan Cupang Meningkat

Kontes Ikan Cupang yang Memiliki Harga Selangit

Ratusan Ikan Cupang Mengikuti Kontes Kecantikan Di Sidoarjo
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber