Berita Terbaru :
Diduga Beri Keterangan Palsu, Staf Bawaslu Dilaporkan Polisi
Sampai Saat Ini, Pemprov Jatim Belum Memutuskan Kenaikan UMP 2021
Musim Panen Raya , Petani Mengeluh Harga Jual Tomat Sayur Rendah
Bangkalan Masuk Kabupaten Kategori Potensi Bencana Hidrometeorologi
Dinkop : Tidak Ada Pendaftaran Bantuan UMKM Secara Online
Pengerjaan Gedung Shelter Covid 19 Dimulai
Bawaslu Gandeng Santri Jadi Mitra Pengawasan Pilkada
Ribuan Pohon Ditanam di Bumi Perkemahan Glagah Arum Senduro
Masa Pandemi Bisa Tingkatkan Imun Untuk Refreshing di Coban Bidadari
Sekretaris DPC PPP: Meski Sudah Bukan Ketua DPC, Status Ra Mamak Tetap Kader PPP
Usai Pilkada Nanti, 22 Desa di Ngawi Gelar Pilkades
Pemkot Siapkan Pembelajaran Tatap Muka
   

Soal Jual Beli Tanah Tidak Kunjung Dibayar, Kepala Desa Dilaporkan
Tapal Kuda Dan Madura  Rabu, 12-02-2020 | 14:35 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Seorang warga di Kota Probolinggo, melaporkan Oknum Kepala Desa ke polisi dengan tuduhan penggelapan cek senilai Rp 100 juta untuk pembayaran tanah, ternyata tidak bisa dicairkan.

Korban Prasetyo Adi Cahyono, (45), warga Kelurahan Kanigaran, Kabupaten Probolinggo, pada Rabu (12/2) siang, mendatangi kantor sentra pelayanan kepolisian terpadu, Polres Probolinggo Kota.

Prasetyo Adi Cahyono terpaksa melaporkan Oknum Kepala Desa Dringu, Bukhari ke polisi dengan kasus jual beli tanah. Dimana Kepala Desa membeli tanah waris yang salah satu ahli warisnya korban. Dengan membawa cek senilai Rp 100 juta yang diberi Bukhari, korban menunjukkan ke polisi bahwa cek tersebut tidak bisa dicairkan pada tanggal jatuh tempo.

Sebelum korban melapor, yang bersangkutan bersama saudaranya Seli dan Yayuk, menjual tanah waris ke Kepala Desa Dringu senilai Rp 420 juta. Selanjutnya sekeluarga sepakat menguasakan jual beli tanah ke Seli.

Transaksi di sebuah hotel di Kota Probolinggo. Pihak penjual dan pembeli sepakat, hingga akhirnya korban diberi cek senilai Rp 100 juta. Saat akhir jatuh tempo pencairan cek, ternyata tidak bisa dicairkan. "Saya sempat mendatangi kantor bank dan pihak bank memastikan cek tersebut asli. Namun pada jatuh tempo justru diblokir," kata Prasetyo.

Menurut Prastyo, sudah menghubungi via telepon namun nomornya Bukhori diblokir. Saat datang ke rumahnya hanya ditemui istrinya.

Sementara itu menurut Bukhari Subhan, Kepala Desa Dringu, saat dikonfirmasi melalui ponselnya, akan melapor balik Prasetyo dengan tuduhan pencemaran nama baik. Bukhari mengaku tidak mengenal pelapor. Hingga kini, kasus masih diselidiki intensif, satuan Reskrim Polres Probolinggo Kota. (pul)

Berita Terkait

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari

Adanya Dugaan Jual Beli Kamar di Rusunawa Gunung Sari

Soal Jual Beli Tanah Tidak Kunjung Dibayar, Kepala Desa Dilaporkan

Jual Beli Benih Lobster, Pengepul dan Kurir Diringkus
Berita Terpopuler
Usai Pilkada Nanti, 22 Desa di Ngawi Gelar Pilkades
Pilkada  9 jam

Pemkot Siapkan Pembelajaran Tatap Muka
Malang Raya  10 jam

Masa Pandemi Bisa Tingkatkan Imun Untuk Refreshing di Coban Bidadari
Malang Raya  7 jam

Ribuan Pohon Ditanam di Bumi Perkemahan Glagah Arum Senduro
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber