Berita Terbaru :
Pandemi Covid Berimbas Penjualan Janur di Lamongan
Pasca Lebaran Harga Daging Meroket Capai Rp 140 Ribu Per Kilo
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Laka Laut Kapal Penyebrangan Pulau Gili Ketapang, Muatan Ikan Tenggelam
Drainase Jelek, Pabrik PSI Disidak Bupati
Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
LPT Unair Berhenti Layani Pemeriksaan Spesimen 14 Hari Ke Depan
Terseret Banjir Kali Lamong Dua Orang Meningal Dunia
Puluhan Warga Surabaya Serukan Aksi Tolak PSBB Jilid 3
New Normal Tak Pengaruhi Pembelajaran Praktikum Mahasiswa FK
Pemkot Bantah Cuitan Viral Seorang Dokter di Twitter
Tim Labfor Olah TKP Lokasi Kejadian Tewasnya 2 Bocah Dalam Mobil
Peduli Terhadap Warga yang Terdampak Pandemi Dengan Sediakan Lapak Gratis
Perketat Arus Balik Polda Jatim Sekat Perbatasan
Rumah Sakit Darurat Siap Difungsikan
   

Gedung Eks RS. Mardi Santoso Dijual
Opini  Selasa, 11-02-2020 | 19:47 wib
Reporter : Nanang Purwono
Surabaya pojokpitu.com, Gedung eks Rumah Sakit Mardi Santoso di jalan Bubutan Surabaya sedang ditawarkan untuk dijual. Penjualan lahan ini tampak pada sebuah spanduk yang terpasang di pagar.

Gedung dengan arsitektur klasik moderen ini terakhir difungsikan sebagai restoran yang bernama "Hallo Surabaya". Usaha restoran ini menarik karena memberi kesempatan kepada para pengunjung untuk menikmati suasana bangunan, yang bernuansa klasik. Meski, yang tersisa adalah banguanan bagian depan dari bekas Rumah Sakit Mardi Santoso, yang sebelumnya, di era Belanda, dipakai sebagai panti asuhan khusus perempuan.

Di awal tahun 2000-an, bagian samping dan belakang dibongkar. Hanya menyisakan bagian depan, seperti yang dapat dilihat sekarang. Pada masa kejayaannya, bangunan kuno ini berbentuk kotak dengan taman di bagian tengah sehingga bangunan ini ramah lingkungan. Nyaman bagi penghuninya. Karenanya, bangunan ini sangat cocok untuk rumah sakit. Maka digunakanlah bangunan bekas panti asuhan ini sebagai rumah sakit yang bernama RS. Mardi Santoso.

Sebelum digunakan sebagai rumah sakit, gedung ini adalah bangunan panti asuhan untuk perempuan, yang dikelola oleh Majelis Gereja. Gedung itu dibangun pada tahun 1913 dan ini merupakan gedung pantai asuhan baru. Sebelum ada gedung panti asuhan baru di jalan Bubutan, gedung panti asuhan lama bertempat di jalan Boomstraat, kini jalan Branjangan, di kawasan kota lama Soerabaja.

Panti Asuhan lama itu dibangun oleh Majelis Gereja pada tahun 1835 (Oud Soerabaia, Von Faber). Dalam perkembangannya, gedung panti asuhan di jalan Boomstraat (Jl. Branjangan) dirasa sangat sempit, pengab dan tidak cocok untuk kebutuhan perkembangan anak anak panti. Pada tahun 1871 ada gagasan untuk membuat rumah panti yang baru. Namun karena kesulitan keuangan, gagasan itu tidak terlaksana.

Pada tahun 1911 Majelis menerima lotere, dan satu tahun kemudian,1912, pihak majelis mulai melakukan pencarian lahan untuk didirikan rumah panti asuhan yang baru. Tepatnya tanggal 1 Maret 1912 Majelis Gereja melakukan penawaran atas lahan di jalan Bubutan. Baru tahun 1913 sebuah rumah panti asuhan yang baru mulai dibangun di atas lahan di jalan Bubutan. Maka berdirilah sebuah bangunan yang megah yang sangat representatif untuk perkembangan anak anak panti.

Menurut laman RS. Mardi Santoso yang sekarang beralamat di Jl.Demak 443 Surabaya, gedung megah di jalan Bubutan itu beralih fungsi dari panti asuhan menjadi rumah sakit terjadi pada tahun 1995 oleh Perkumpulan Mardi Santoso. Berikutnya pengelolahan rumah sakit beralih dari Perkumpulan Mardi Santoso ke Gereja Protestan indonesia bagian barat, lalu beralih lagi ke Yayasan kesehatan GPIB. Belakangan nama rumah sakit berubah nama menjadi Rumah Sakit Griya Husada.

Setelah digunakan sebagai rumah sakit, bagian samping dan belakang dari bangunan ini sempat dibongkar dan mangkrak selama bertahun tahun. Bangunan ini sempat bersinar kembali ketika dipakai sebagai restoran yang bernama "Hallo Surabaya". Umur restoran juga tidak bertahan lama, akhirnya sosok bangunan menjadi menyeramkan. Cat cat mengelupas dan tembok terlihat kusam. Lahan lahan di muka, samping dan belakang lebat ditumbuhi oleh ilalang. Bangunan megah itu menjadi hilang ditelan jaman.

Kini, kabar terbaru, bangunan bekas Panti Asuhan, RS. Mardi Santoso dan Hallo Surabaya ditawarkan untuk dijual. Ini kesempatan bagi pemerintah kota Surabaya untuk penyelamatan aset bersejarah dan menggunakannya untuk etalase kreativitas dan produktivitas ekonomi warganya. Apalagi pemerintah kota sedang memetakan aset bersejarah sebagai ruang untuk inovasi pemberdayaan ekonomi. Jika pemerintah kota tidak bertindak, maka cepat atau lambat, bangunan indah nan bersejaraah ini akan hilang kerena alasan kapital. Ayo, jangan sampai ada alasan "kecolongan!!"(end)

Berita Terkait

Gedung Eks RS. Mardi Santoso Dijual
Berita Terpopuler
Klaster Pabrik Rokok, 1 Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19
Covid-19  6 jam

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Peristiwa  3 jam

Petugas Check Point Amankan Pengendara Motor Nekat Masuk Jalan Tol
Peristiwa  8 jam

Jokowi Minta Tambahkan Personil TNI Polri Untuk Turunkan Kurva Covid 19 di Jatim...selanjutnya
Covid-19  7 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber