Berita Terbaru :
Kabar Gembira, 17 Dari 77 Pasien Corona di Kabupaten Probolinggo Sembuh
Ibu Ini Ngamuk Ngamuk Jalannya Diportal, Begini Ceritanya
Data Terbaru Kasus Covid 19 Masih Ada Tambahan 479 Orang
Wisatawan Dipinggir Jalan Pacet Cangar Dibubarkan Petugas
Tidak Pernah Putus Asa, 17 Tahun Kiai Ini Berdakwah Tanpa Jamaah
Selama Lebaran Terminal Bayuangga Lumpuh
Jumlah Kasus Positif Covid 19 Ponorogo 24 Orang, Yang 8 Sudah Sembuh
Warga Binaan Lapas Wanita Silaturahmi Secara Virtual
Seorang Warga Ponorogo Tewas Menenggak Racun Serangga
Warga Serbu Amplop Lebaran Yang Dipasang di Pagar Rumah
Jamaah Thoriqah Syatariyah Shalat Ied Hari Ini
PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Tanpa Vaksin, Dokter Tiongkok Temukan Cara Baru Obati Pasien Covid-19
Rumah Via Vallen Didatangi Mobil Puskesmas dan Polisi
Lebaran Tim Medis Dan Pasien Covid 19, Sampaikan Pesan Protokol Kesehatan
   

Jarang Tersentuh Perbaikan, Jalan Kendal-Gendingan Rusak Parah
Sorot  Selasa, 11-02-2020 | 10:37 wib
Reporter : Ito Wahyu
Kerusakan Jalan Kendal-Gendingan hingga kini belum tersentuh perbaikan. Sejumlah warga sempat menanami jalan rusak dengan pohon pisang, namun kini sudah dicabut setelah ada kesepakatan dengan pihak desa. Foto Ito Wahyu
Ngawi pojokpitu.com, Jalan yang menghubungkan Wilayah Desa Karanggupito, Kecamatan Kendal, dan Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo kondisinya rusak parah. Bahkan setiap selesai hujan selalu terjadi genangan, hingga menyebabkan rawan kecelakaan.

Kerusakan akses itu merata mulai ruas Kendal-Gendingan. Warga sempat menanaminya dengan pohon pisang untuk menandai adanya jalan berlubang.

Nanang, warga Dusun Tanon, Desa Sidorejo, Kecamatan Kendal mengatakan kerusakan jalan sebenarnya terjadi sudah cukup lama. Menurutnya total panjang yang rusak mencapai 2,5 km. "Kami berharap agar jalan tersebut segera diperbaiki, mengingat merupakan jalan poros dan penghubung antar desa dan kecamatan sekitar," kata Nanang.

Sementara, kepala Desa Sidorejo, Djarman, tak menampik sebelumnya warga sempat menanami pohon pisang di jalan yang rusak tersebut. Maksud warga menanami pohon pisang sebagai tanda jika ada lubang. Tapi saat ini pohon pisang sudah diambil dan jalan yang berlubang mulai di urug dengan swadaya masyarakat.

Kondisi tersebut jika tidak segera mendapat penanganan dapat membahayakan pengguna jalan. Karena bisa terperosok ke dalam lubang. Penyebab kerusakan jalan selain karena tergerus aliran air dari tebing saat hujan juga sering dilintasi truk overtonase. (pul)

Berita Terkait

Pengalihan Arus Lalin Pengaruhi Konstruksi Jalan dan Jembatan

Pelengsangan Jalan Raya Poros Desa Ranuyoso Ambrol

Warga Sukarela Tambal Jalan Pantura Berlubang

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Rusak Parah, Hambat Aktifitas Warga
Berita Terpopuler
PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Covid-19  5 jam

Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Peristiwa  7 jam

Seorang Warga Ponorogo Tewas Menenggak Racun Serangga
Peristiwa  3 jam

Honda PCX Bakal Pakai Mesin Berkapasitas Lebih Besar dari Nmax?
Otomotif  18 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber