Berita Terbaru :
78 Kg Sabu-Sabu dan Puluhan Ribu Pil Ekstasi, Koplo dan Happy Five Dimusnahkan
Usai Apel Pagi PNS Dilingkungan Pemkab Gresik Rebutan Buah-Buahan
64.849 Peserta BPJS Kesehatan Akan Dinonaktifkan
Pemilik Tambang Tewas Tertimbun Longsoran
69 Kelurahan Di Surabaya Nol Kasus Covid 19
Perempuan MKGR Target 10 Ribu Untuk Kemenangan Mahfud Arifin
Belajar 12 Tahun Menjadi Prioritas Utama Paslon Er-Ji
Haul KH Abdul Hamid, Dilakukan Virtual dan Membatasi Jamaah Hadir
FK3 Resmi Cabut Dukung Kelana Beralih Dukung Paslon Nomor Urut 1
Diduga Peninggalan Kerajaan Majapahit, Digali Secara Liar Oleh Oknum dan Kini Dikubur Kembali
Dampak Positif Covid, Merebaknya UMKM
Waspada Banjir, Kerja Bhakti Bersihkan Sungai Dari Sampah
Pelanggar yang Terjaring Operasi Zebra Tidak Ditilang Tetapi Dihipnoterapi
Kantor PLN Ponorogo Tutup Akibat Covid 19
Jaksa Agung Muda Pengawas Sidak Barang Bukti di Kejaksaan Negeri Sidoarjo
   

Buruh Tani Tak Mampu Rawat Kedua Anaknya yang Lumpuh
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 11-02-2020 | 03:15 wib
Reporter : Felli Kosasi
Jember pojokpitu.com, Seorang buruh tani di Jember sejak puluhan tahun silam, merawat 2 anaknya yang menderita kelumpuhan dan salah satunya tidak dapat melihat. Meski hidup di rumah berdinding bambu, sang orangtua merawat dengan sabar dan iklas.

Di rumah berdinding bambu Desa Karang Paiton,Kecamatan Ledokombo, Jember inilah, Iyah (65), seorang ibu yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani harus merawat 2 anaknya yang menderita lumpuh dan buta.

Muhamad (30), dan Yani (25), sejak lahir memang ditakdirkan telah lumpuh sedangkan Yani juga tidak dapat melihat.

Muhamad hanya bisa tidur di lantai, sedangkan Yani meski lumpuh dan buta masih bisa duduk. Untuk makan dan minum, Muhamad harus disuapi sedangkan Yani kadang bisa makan sendiri.

Ketika masih balita, keduanya kerap dibawa ke rumah sakit di Glenmore Banyuwangi, dan oleh pihak rumah sakit hanya diberi obat cair untuk diminumkan.

Hingga kini, kondisi kedua anak tersebut tetap begitu. Meski demikian keduanya jarang sakit. Muhamad dan Yani semula ikut neneknya di Desa Sukosari, Kecamatan Sukowono, Jember.

Setelah sang nenek meninggal dunia, keduanya dipindah ke Desa Karang Paiton, Kecamatan Ledokombo Jember, rumah Iyah sendiri. Mereka tinggal di Kecamatan Ledokombo sudah 1,5 tahun lamanya.

Kedua anak malang tersebut memenuhi kebutuhan hidupnya dari penghasilan sang ibu yang tiap hari hanya dibayar Rp 30 ribu sebagai buruh tani.

Sejak keduanya masih kecil, Iyah dan suaminya telah bercerai. Sang suami kini tinggal di Madura bersama istri barunya. Setelah bercerai itulah, Iyah harus banting tulang memenuhi kebutuhan anaknya. Muhamad dan Yani adalah anak kedua dan ketiga dari 5 bersaudara. Selain Muhamad dan Yani, anak-anak Iyah sudah berkeluarga.

Sebagai bagian dari warganya, Kapten infantri Harsono, Danramil Ledokombo, akan terus berkoordinasi dengan Muspika, guna membantu keduanya, setidaknya ditangani secara medis.(end)

Berita Terkait

Hebat, Pria Lumpuh Ciptakan Kreasi Layak Jual

Buruh Tani Tak Mampu Rawat Kedua Anaknya yang Lumpuh
Berita Terpopuler
Obyek Wisata Budug Asu Bisa Lewati 2 Jalur Berbeda
Malang Raya  13 jam

Tingkatkan Efektif Sekolah Daring di Sekolah Luar Biasa
Malang Raya  11 jam

Hasil Otopsi Korban Pembunuhan Ada Tindak Kekerasan
Peristiwa  6 jam

Seorang Laki-Laki Tanpa Identitas Tenggelam di Sungai Bengawan Solo
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber