Berita Terbaru :
TNBTS Tutup Pendakian Ke Gunung Semeru
Brio Ditabrak Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang Pintu, Korban Alami Luka-Luka
Terbakar Cemburu, Bacok Tetangga Dengan Sabit
Razia Kos, Petugas Amankan 3 Pasangan Bukan Suami Istri, Salah Satunya Seorang Pegawai Negeri
Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Rumahnya
Tim Gugus Tugas Lakukan Penyemprotan Disinfektan ke Kantor DPPKAD Ponorogo
Terekam CCTV, Kawanan Pengamen Gondol Motor di Minimarket
1 Pegawai Meninggal dan 12 Positif, Kantor Pajak Ponorogo Di-Lock Down
Jelang Pemungutan Suara, Pemprov Jatim Gelar Rakor Kesiapan Pilkada 9
Diduga Belum Berizin, Proyek Diamond Village Juanda Disoal Warga
Sisir 18 Desa, Polisi Lakukan Penyelidikan Lanjut Atas Kasus Penelantaran Bayi
Kasus Covid 19 Ponorogo Meningkat Signifikan
Tertimpa Dahan Pohon, Pengendara Motor Kritis
Banjir Kiriman Rendam 54 Rumah Warga di Kawasan Kota
Balita Korban Terseret Air Bah Ditemukan Meninggal
   

Buruh Tani Tak Mampu Rawat Kedua Anaknya yang Lumpuh
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 11-02-2020 | 03:15 wib
Reporter : Felli Kosasi
Jember pojokpitu.com, Seorang buruh tani di Jember sejak puluhan tahun silam, merawat 2 anaknya yang menderita kelumpuhan dan salah satunya tidak dapat melihat. Meski hidup di rumah berdinding bambu, sang orangtua merawat dengan sabar dan iklas.

Di rumah berdinding bambu Desa Karang Paiton,Kecamatan Ledokombo, Jember inilah, Iyah (65), seorang ibu yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani harus merawat 2 anaknya yang menderita lumpuh dan buta.

Muhamad (30), dan Yani (25), sejak lahir memang ditakdirkan telah lumpuh sedangkan Yani juga tidak dapat melihat.

Muhamad hanya bisa tidur di lantai, sedangkan Yani meski lumpuh dan buta masih bisa duduk. Untuk makan dan minum, Muhamad harus disuapi sedangkan Yani kadang bisa makan sendiri.

Ketika masih balita, keduanya kerap dibawa ke rumah sakit di Glenmore Banyuwangi, dan oleh pihak rumah sakit hanya diberi obat cair untuk diminumkan.

Hingga kini, kondisi kedua anak tersebut tetap begitu. Meski demikian keduanya jarang sakit. Muhamad dan Yani semula ikut neneknya di Desa Sukosari, Kecamatan Sukowono, Jember.

Setelah sang nenek meninggal dunia, keduanya dipindah ke Desa Karang Paiton, Kecamatan Ledokombo Jember, rumah Iyah sendiri. Mereka tinggal di Kecamatan Ledokombo sudah 1,5 tahun lamanya.

Kedua anak malang tersebut memenuhi kebutuhan hidupnya dari penghasilan sang ibu yang tiap hari hanya dibayar Rp 30 ribu sebagai buruh tani.

Sejak keduanya masih kecil, Iyah dan suaminya telah bercerai. Sang suami kini tinggal di Madura bersama istri barunya. Setelah bercerai itulah, Iyah harus banting tulang memenuhi kebutuhan anaknya. Muhamad dan Yani adalah anak kedua dan ketiga dari 5 bersaudara. Selain Muhamad dan Yani, anak-anak Iyah sudah berkeluarga.

Sebagai bagian dari warganya, Kapten infantri Harsono, Danramil Ledokombo, akan terus berkoordinasi dengan Muspika, guna membantu keduanya, setidaknya ditangani secara medis.(end)

Berita Terkait

Hebat, Pria Lumpuh Ciptakan Kreasi Layak Jual

Buruh Tani Tak Mampu Rawat Kedua Anaknya yang Lumpuh
Berita Terpopuler
Satu Keluarga Terseret Air, Satu Bayi Belum Ditemukan
Peristiwa  8 jam

Banjir Bandang Genangi Jalan Propinsi Pengendara Nekat Terobos Arus Banjir
Peristiwa  7 jam

Laskar Sakera dan DPAC Barisan Kader Gus Dur Bantur Siap Amankan Pilkada dan Duk...selanjutnya
Politik  12 jam

Gunung Semeru Terus Keluarkan Guguran Lava
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Kejam, Sesosok Bayi Mungil Ditelantarkan di Pos Ronda
Pojok Pitu

Tebing Dipadat Pemukiman Longsor, Rumah Warga Nyaris Ambruk
Pojok Pitu

Diguyur Hujan Lebat Satu Jam, Sejumlah Ruas Jalan Protokol Tergenang Banjir
Jatim Awan

Lahar Dingin Gunung Semeru Penuhi Sungai Besuk
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber