Berita Terbaru :
16 Nakes RSUD Dr. Soedono Terkonfirmasi Positif Covid-19
KPU Gelar Tahapan Tanggapan Masyarakat Terkait DPS
Modus Cari Rongsokan, Seorang Pemuda Curi Motor Hingga Dikeroyok Warga
Pengungsi Syiah Kini Menjadi Jamaah Ahlussunah Wal Jamaah
Polsi Melakukan Kordinasi Dengan KPU Gesik Jelang Penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati
Bunuh Akibat Cemburu, Tiga Tersangka Ditangkap
Machfud-Mujiaman Prioritaskan Pembangunan Pasar Jadi Nyaman, Aman, Sehat dan Murah
Innalillahi Wainnna Ilaihirrajiun, Mantan Bupati Kabupaten Gresik Dua Periode Meninggal Dunia
Sopir Ngantuk, Truk Terjun ke Jurang Sedalam 6 Meter
Bahaya, Lantai Sekolah Dasar Kemayoran 1 Bangkalan Bergetar
Jenazah Pria Paruh Baya Ditemukan di Dalam Kamar Mandi Pasar
Kelangkaan Elpiji 3 Kg Diduga Ada Permainan Oknum di Tingkat Bawah
Proyek Irigasi Sawah Diduga Salahi Spesifikasi
Sebanyak 600 Santri Al Izzah Diisolasi
Warga Tolak Penggusuran Oleh Pihak Kebun PT.Glen Nevis
   

Wisata Tandem Paralayang Terkendala Cuaca Buruk
Mlaku - Mlaku  Senin, 10-02-2020 | 20:15 wib
Reporter : Rafli Firmansyah
Kota Batu pojokpitu.com, Aneka tempat hiburan di Batu, Jawa Timur ikut mendapat angin segar di libur week end. Salah satunya adalah wisata tandem paralayang di gunung banyak Kota Batu yang mengalami meningkatan kunjungan wisatawan.

Namun sayang mereka terganggu dengan angin kencang dan cuaca yang tiba-tiba mendung, sehingga tak bisa secara maksimal memenuhi permintaan.

Moment liburan weekend, ternyata respon para wisatawan terhadap wisata tandem paralayang, di gunung banyak Kota Batu cukup besar. Wisatawan yang datang dari berbagai daerah untuk menjajal wisata yang tergolong ekstrem ini.

Sebanyak 12 pilot paralayang berlisensi melayani setiap permintaan. Rata-rata pengunjung belum pernah mengenal paralayang sebelumnya, sehingga harus bertandem dengan pilot.

Wisatawan cukup mengeluarkan Rp 450 ribu sekali terbang, untuk menikmati sensasi mengelilingi sebagian Kota Batu dari udara selama 15 menit.

Namun sayang, mereka terganggu dengan angin kencang dan cuaca yang tiba-tiba mendung, sehingga tak bisa secara maksimal memenuhi permintaan.

Salah satu pilot tandem paralayang, Taufiq Muchsin, mengatakan, kondisi cuaca yang cepat berubah membuat para pilot tandem tak bisa maksimal memenuhi permintaan.

Jika cuaca sejak pagi hingga siang tetap cerah, para pilot bisa terbang hingga 20 kali per hari. Namun untuk cuaca saat ini, hanya bisa terbang pada pagi hari.

Hal ini dikarenakan arah hembusan angin menjadi syarat utama untuk bisa terbang paralayang di Kota Batu. Sebab jika angin berhembus dari arah barat ke timur, maka para pilot tidak akan bisa take off.

Karena saat ini musim hujan, wisata tandem paralayang ini juga masih sangat bergantung pada kondisi cuaca. Sebab itu hanya saat cuaca sedang bagus saja wisatawan bisa mencoba tandem paralayang ini.

Berita Terkait

Festival Layang-Layang Jadi Hiburan di Tengah Pandemi

Atlet Paralayang Terbang di Atas Gunung Blego

Wisata Tandem Paralayang Terkendala Cuaca Buruk

Gunung Sumo Ilang, Surga Bagi Olahraga Paralayang
Berita Terpopuler
Adu Banteng Truk,Penyelamatan Supir Berlangsung Dramatis
Peristiwa  7 jam

Sebanyak 600 Santri Al Izzah Diisolasi
Malang Raya  5 jam

Bahaya, Lantai Sekolah Dasar Kemayoran 1 Bangkalan Bergetar
Peristiwa  3 jam

Warga Tolak Penggusuran Oleh Pihak Kebun PT.Glen Nevis
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber