Berita Terbaru :
Knight Floorball Club Siap Ciptakan Pemain Berkualitas Untuk Timnas Indonesia
40 Persen Kasus Covid Terbaru Adalah Anak Muda
Laga Persahabatan Antara Polres Malang Melawan Jurnalis Malang Raya, Polres Malang Unggul 2 - 0
Diduga Korsleting Listrik, 3 Gudang Barang Bekas Ludes Terbakar
Nylonong, Tabrak Truk Dua Bocah dan Ibunya Meninggal Dunia
Ketua Aisyiyah Surabaya : MA-Mujiaman Satu-Satunya Figur yang Tepat Pimpin Surabaya
Dua Nakes Positif Corona, Puskesmas Sanan Kulon Ditutup
Aksi Pelaku Pembobolan Lima Kotak Amal Masjid Terekam CCTV
Dijanjikan Bisnis Dengan Keuntungan Besar, Biduan Ini Malah Ditipu Ratusan Juta Oleh Teman Sendiri
Deteksi Dini Santri dan Pengasuh Tebuireng di Rapid Test Antigen
Pembelajaran Tata Surya Melalui Augmented Reality
Nokia C1, Hp Di Bawah 1 Juta Yang Oke
Bos Facebook Pilih Smartphone Ini Ketimbang Iphone
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Kecanduan Pil Koplo, Seorang Anak Nekat Aniaya Kedua Orang Tuanya
   

Wisata Tandem Paralayang Terkendala Cuaca Buruk
Mlaku - Mlaku  Senin, 10-02-2020 | 20:15 wib
Reporter : Rafli Firmansyah
Kota Batu pojokpitu.com, Aneka tempat hiburan di Batu, Jawa Timur ikut mendapat angin segar di libur week end. Salah satunya adalah wisata tandem paralayang di gunung banyak Kota Batu yang mengalami meningkatan kunjungan wisatawan.

Namun sayang mereka terganggu dengan angin kencang dan cuaca yang tiba-tiba mendung, sehingga tak bisa secara maksimal memenuhi permintaan.

Moment liburan weekend, ternyata respon para wisatawan terhadap wisata tandem paralayang, di gunung banyak Kota Batu cukup besar. Wisatawan yang datang dari berbagai daerah untuk menjajal wisata yang tergolong ekstrem ini.

Sebanyak 12 pilot paralayang berlisensi melayani setiap permintaan. Rata-rata pengunjung belum pernah mengenal paralayang sebelumnya, sehingga harus bertandem dengan pilot.

Wisatawan cukup mengeluarkan Rp 450 ribu sekali terbang, untuk menikmati sensasi mengelilingi sebagian Kota Batu dari udara selama 15 menit.

Namun sayang, mereka terganggu dengan angin kencang dan cuaca yang tiba-tiba mendung, sehingga tak bisa secara maksimal memenuhi permintaan.

Salah satu pilot tandem paralayang, Taufiq Muchsin, mengatakan, kondisi cuaca yang cepat berubah membuat para pilot tandem tak bisa maksimal memenuhi permintaan.

Jika cuaca sejak pagi hingga siang tetap cerah, para pilot bisa terbang hingga 20 kali per hari. Namun untuk cuaca saat ini, hanya bisa terbang pada pagi hari.

Hal ini dikarenakan arah hembusan angin menjadi syarat utama untuk bisa terbang paralayang di Kota Batu. Sebab jika angin berhembus dari arah barat ke timur, maka para pilot tidak akan bisa take off.

Karena saat ini musim hujan, wisata tandem paralayang ini juga masih sangat bergantung pada kondisi cuaca. Sebab itu hanya saat cuaca sedang bagus saja wisatawan bisa mencoba tandem paralayang ini.

Berita Terkait

Festival Layang-Layang Jadi Hiburan di Tengah Pandemi

Atlet Paralayang Terbang di Atas Gunung Blego

Wisata Tandem Paralayang Terkendala Cuaca Buruk

Gunung Sumo Ilang, Surga Bagi Olahraga Paralayang
Berita Terpopuler
Kecanduan Pil Koplo, Seorang Anak Nekat Aniaya Kedua Orang Tuanya
Peristiwa  10 jam

Nylonong, Tabrak Truk Dua Bocah dan Ibunya Meninggal Dunia
Peristiwa  3 jam

Sulap Limbah Popok Bayi Jadi Pot Bunga yang Indah
Life Style  21 jam

Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber