Berita Terbaru :
PSBB Surabaya Raya Diperpanjang Kembali Sampai 9 Juni 2020
Pakar Komunikasi Unair Menilai PSBB Kurang Efektif
Akhir PSBB Tahap Dua, Jumlah Pelanggaran Masih Tinggi
Kabar Gembira, 17 Dari 77 Pasien Corona di Kabupaten Probolinggo Sembuh
Ibu Ini Ngamuk Ngamuk Jalannya Diportal, Begini Ceritanya
Data Terbaru Kasus Covid 19 Masih Ada Tambahan 479 Orang
Wisatawan Dipinggir Jalan Pacet Cangar Dibubarkan Petugas
Tidak Pernah Putus Asa, 17 Tahun Kiai Ini Berdakwah Tanpa Jamaah
Selama Lebaran Terminal Bayuangga Lumpuh
Jumlah Kasus Positif Covid 19 Ponorogo 24 Orang, Yang 8 Sudah Sembuh
Warga Binaan Lapas Wanita Silaturahmi Secara Virtual
Seorang Warga Ponorogo Tewas Menenggak Racun Serangga
Warga Serbu Amplop Lebaran Yang Dipasang di Pagar Rumah
Jamaah Thoriqah Syatariyah Shalat Ied Hari Ini
PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
   

Wisata Tandem Paralayang Terkendala Cuaca Buruk
Mlaku - Mlaku  Senin, 10-02-2020 | 20:15 wib
Reporter : Rafli Firmansyah
Kota Batu pojokpitu.com, Aneka tempat hiburan di Batu, Jawa Timur ikut mendapat angin segar di libur week end. Salah satunya adalah wisata tandem paralayang di gunung banyak Kota Batu yang mengalami meningkatan kunjungan wisatawan.

Namun sayang mereka terganggu dengan angin kencang dan cuaca yang tiba-tiba mendung, sehingga tak bisa secara maksimal memenuhi permintaan.

Moment liburan weekend, ternyata respon para wisatawan terhadap wisata tandem paralayang, di gunung banyak Kota Batu cukup besar. Wisatawan yang datang dari berbagai daerah untuk menjajal wisata yang tergolong ekstrem ini.

Sebanyak 12 pilot paralayang berlisensi melayani setiap permintaan. Rata-rata pengunjung belum pernah mengenal paralayang sebelumnya, sehingga harus bertandem dengan pilot.

Wisatawan cukup mengeluarkan Rp 450 ribu sekali terbang, untuk menikmati sensasi mengelilingi sebagian Kota Batu dari udara selama 15 menit.

Namun sayang, mereka terganggu dengan angin kencang dan cuaca yang tiba-tiba mendung, sehingga tak bisa secara maksimal memenuhi permintaan.

Salah satu pilot tandem paralayang, Taufiq Muchsin, mengatakan, kondisi cuaca yang cepat berubah membuat para pilot tandem tak bisa maksimal memenuhi permintaan.

Jika cuaca sejak pagi hingga siang tetap cerah, para pilot bisa terbang hingga 20 kali per hari. Namun untuk cuaca saat ini, hanya bisa terbang pada pagi hari.

Hal ini dikarenakan arah hembusan angin menjadi syarat utama untuk bisa terbang paralayang di Kota Batu. Sebab jika angin berhembus dari arah barat ke timur, maka para pilot tidak akan bisa take off.

Karena saat ini musim hujan, wisata tandem paralayang ini juga masih sangat bergantung pada kondisi cuaca. Sebab itu hanya saat cuaca sedang bagus saja wisatawan bisa mencoba tandem paralayang ini.

Berita Terkait

Wisata Tandem Paralayang Terkendala Cuaca Buruk

Gunung Sumo Ilang, Surga Bagi Olahraga Paralayang

Festival Paralayang di Bukit Tunggangan Trenggalek Diikuti Atlet Berbagai Daerah di Indonesia

Wabup Soedjarno Buka Kejuaraan Paralayang Liga Jatim Seri 2 di Ponorogo
Berita Terpopuler
PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Covid-19  5 jam

Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Peristiwa  8 jam

Seorang Warga Ponorogo Tewas Menenggak Racun Serangga
Peristiwa  3 jam

Akhir PSBB Tahap Dua, Jumlah Pelanggaran Masih Tinggi
Metropolis  44 menit



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber