Berita Terbaru :
Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Relawan Gas Satu Deklarasi Dukung Paslon 01
Wisata Religi di Bulan Maulid Dengan Mengunjungi Museum Rosulullah
Tingkatkan Efektif Sekolah Daring di Sekolah Luar Biasa
Pandemi, Warga Sulap Atap Toko Menjadi Kebun Tanaman Hidroponik
Obyek Wisata Budug Asu Bisa Lewati 2 Jalur Berbeda
Usaha Tidak Terdampak Pandemi, Terus Alami Peningkatan Konsumen Timbang Tebu
Bekerja Sebagai Mekanik Sepi Mencari Kutu Air Bernilai Fantastis
Polisi Ungkap 10 Kasus Narkoba Dan Mengamankan Belasan Tersangka
Untuk Beli Susu Anak, Ojol Nekat Curi Sepeda Bermerek
Jual Beli Online Motor Lewat Medsos, Bilang Nyoba Malah Dibawa Kabur
Ubah Pandemi Jadi Rejeki
Pantai Biru, Tempat Sampah Disulap Menjadi Wahana Wisata Baru di Bangkalan
   

Wisata Tandem Paralayang Terkendala Cuaca Buruk
Mlaku - Mlaku  Senin, 10-02-2020 | 20:15 wib
Reporter : Rafli Firmansyah
Kota Batu pojokpitu.com, Aneka tempat hiburan di Batu, Jawa Timur ikut mendapat angin segar di libur week end. Salah satunya adalah wisata tandem paralayang di gunung banyak Kota Batu yang mengalami meningkatan kunjungan wisatawan.

Namun sayang mereka terganggu dengan angin kencang dan cuaca yang tiba-tiba mendung, sehingga tak bisa secara maksimal memenuhi permintaan.

Moment liburan weekend, ternyata respon para wisatawan terhadap wisata tandem paralayang, di gunung banyak Kota Batu cukup besar. Wisatawan yang datang dari berbagai daerah untuk menjajal wisata yang tergolong ekstrem ini.

Sebanyak 12 pilot paralayang berlisensi melayani setiap permintaan. Rata-rata pengunjung belum pernah mengenal paralayang sebelumnya, sehingga harus bertandem dengan pilot.

Wisatawan cukup mengeluarkan Rp 450 ribu sekali terbang, untuk menikmati sensasi mengelilingi sebagian Kota Batu dari udara selama 15 menit.

Namun sayang, mereka terganggu dengan angin kencang dan cuaca yang tiba-tiba mendung, sehingga tak bisa secara maksimal memenuhi permintaan.

Salah satu pilot tandem paralayang, Taufiq Muchsin, mengatakan, kondisi cuaca yang cepat berubah membuat para pilot tandem tak bisa maksimal memenuhi permintaan.

Jika cuaca sejak pagi hingga siang tetap cerah, para pilot bisa terbang hingga 20 kali per hari. Namun untuk cuaca saat ini, hanya bisa terbang pada pagi hari.

Hal ini dikarenakan arah hembusan angin menjadi syarat utama untuk bisa terbang paralayang di Kota Batu. Sebab jika angin berhembus dari arah barat ke timur, maka para pilot tidak akan bisa take off.

Karena saat ini musim hujan, wisata tandem paralayang ini juga masih sangat bergantung pada kondisi cuaca. Sebab itu hanya saat cuaca sedang bagus saja wisatawan bisa mencoba tandem paralayang ini.

Berita Terkait

Festival Layang-Layang Jadi Hiburan di Tengah Pandemi

Atlet Paralayang Terbang di Atas Gunung Blego

Wisata Tandem Paralayang Terkendala Cuaca Buruk

Gunung Sumo Ilang, Surga Bagi Olahraga Paralayang
Berita Terpopuler
Ubah Pandemi Jadi Rejeki
Malang Raya  10 jam

Jual Beli Online Motor Lewat Medsos, Bilang Nyoba Malah Dibawa Kabur
Malang Raya  9 jam

Pantai Biru, Tempat Sampah Disulap Menjadi Wahana Wisata Baru di Bangkalan
Mlaku - Mlaku  11 jam

Bekerja Sebagai Mekanik Sepi Mencari Kutu Air Bernilai Fantastis
Metropolis  6 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber