Berita Terbaru :
Tim Gugus Tugas Covid Ponorogo Mulai Perketat Ijin Kegiatan Massal
Hutan Bukit Bentar Di Petak 21 Terbakar
Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru Terjang Sejumlah Daerah Aliran Sungai
Remaja Tewas Setelah Seruduk Bokong Truk
Korupsi Dana Desa Ratusan Juta Rupiah, Mantan Kades Ditahan
Krisis Stok Darah, PMI Berburu Kantong Darah ke Lingkup TNI
Pemkot Surabaya Gelar Seleksi Kompetensi Bidang CPNS
KPU Surabaya Pastikan Penetapan Paslon Dilakukan Secara Internal
Terdakwa Kasus Watu Dakon Divonis 10 Bulan
Empat Staf Terpapar Covid 19, Kantor Dispenduk Capil Ditutup Sementara
16 Nakes RSUD Dr. Soedono Terkonfirmasi Positif Covid-19
KPU Gelar Tahapan Tanggapan Masyarakat Terkait DPS
Modus Cari Rongsokan, Seorang Pemuda Curi Motor Hingga Dikeroyok Warga
Pengungsi Syiah Kini Menjadi Jamaah Ahlussunah Wal Jamaah
Polsi Melakukan Kordinasi Dengan KPU Gesik Jelang Penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati
   

Wisata Grand Watu Dodol Banyuwangi Dipenuhi Sampah Kiriman
Mlaku - Mlaku  Sabtu, 08-02-2020 | 02:20 wib
Reporter : Iqbal Mustika dan Handoko Khusumo
Pengelola wisata pantai di wilayah Banyuwangi Utara mengeluhkan banyaknya sampah kiriman yang mengotori kawasan pantai. Foto Handoko
Banyuwangi pojokpitu.com, Sampah kiriman mulai memenuhi area pantai sejak datangnya musim hujan. Kuat dugaan sampah kiriman ini datang dari Kabupaten Bondowoso dan Jember pasca terjadinya banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.

Sampah memenuhi pantai watu dodol, Desa Bangsring, Kecamatan, Wongsorejo, Banyuwangi. Sampah kiriman berupa sampah organik. Namun tidak sedikit pula sampah plastik.

Menurut Ketua Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) pesona bahari, Abdul Azis, banyaknya sampah sangat menggangu aktivitas di kawasan pantai. Wisatawan juga tidak merasa nyaman dengan keberadaan sampah-sampah tersebut.

"Sampah kiriman semakin hari semakin banyak, tidak hanya mengotori pantai, sampah juga membuat perairan Selat Bali khususnya bagian utara tampak kotor. Keberadaan sampah di perairan Selat Bali juga mengganggu aktivitas nelayan dan pengelola perahu wisata," kata Abdul Azis.

Perahu melintas di perairan yang banyak sampah harus hati-hati. Sebab sampah plastik kadang menyangkut ke baling-baling perahu. Selama ini anggota Pokmaswas bersama nelayan setiap hari selalu membersihkan sampah tersebut. Setiap hari pagi hingga sore bersihkan sampahnya bisa lebih dari 4 bak motor roda 3. Karena jika tidak dibersihkan akan terus menumpuk dan membahayakan nelayan.

"Meski pada pagi hari dibersihkan, tengah hari sampah kiriman sudah menumpuk kembali, sehingga sore hari harus dibersihkan lagi," kata Abdul Azis.

Dia menduga sampah itu merupakan kiriman dari wilayah hulu sungai. Sampah organik seperti ranting pohon dan dedaunan kemungkinan berasal dari alam. Namun kalau sampah plastik dia meyakini masyarakat sengaja membuang sampah rumah tangga ke sungai. (pul)

Berita Terkait

Wisata Grand Watu Dodol Banyuwangi Dipenuhi Sampah Kiriman
Berita Terpopuler
Adu Banteng Truk,Penyelamatan Supir Berlangsung Dramatis
Peristiwa  9 jam

Sebanyak 600 Santri Al Izzah Diisolasi
Malang Raya  7 jam

Bahaya, Lantai Sekolah Dasar Kemayoran 1 Bangkalan Bergetar
Peristiwa  5 jam

Sopir Ngantuk, Truk Terjun ke Jurang Sedalam 6 Meter
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber