Berita Terbaru :
Pasca Kepala Puskesmas Kedung Solo Meninggal Dunia Diduga Covid 19, Seluruh Pegawai Puskesmas Di Swab
112 Peserta UTBK di Unair dan ITS Reaktif
3 Pasien Positif Covid 19 Jalani Isolasi Lebih 2 Bulan
Pelaku Pembuangan Bayi Akhirnya Terungkap
Tahap 3, Bantuan Tunai Sosial Terus Berlanjut
Unras Gelar Aksi Tolak RUU HIP
Efektivitas Rendah, Rapid Tes Tak Perlu Berbayar
Kasus Covid-19 di Pacitan Meningkat Tajam, PLTU Jadi Ancaman Kluster Lokal
Akan Ada Revisi Perbup dan Perwali Untuk Percepat Penanganan Covid
Pandemi Covid 19, Kasus Narkoba Meningkat Didominasi Pengedar Lama
Sempat Rawat Inap di Puskesmas Selama 5 Hari, Santoso Tewas di Jalan Setapak Diduga Terpeleset
Polda Jatim Bentuk Satgas Nusantara Amankan Pilkada Di Masa Pandemi
Bakal Dikerjakan II Tahap, Revitalisasi Pasar Watualang Telan Biaya Hampir Rp 4 Miliar
Satpol PP Siap Turunkan Paksa Baliho Bodong
Kepala Bappeda Jatim Saat Ini Sedang Menjalani Perawatan Di Rumah Sakit Dokter Soetomo
   

Awalnya Terbuang, Kini Biji Salak Jadi Minuman Kopi Berkhasiat Alami
Icip - Icip  Sabtu, 08-02-2020 | 00:05 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Banyaknya biji salak yang terbuang tanpa guna, menginspirasi seorang warga di Jombang mengolah menjadi minuman. Dengan berbekal inovatif dan ketekunan dirinya mengolah biji salak menjadi kopi biji salak yang memiliki multi manfaat. Selain memiliki khasiat untuk meningkatkan stamina biji, salak ini mengandung nutrisi yang baik buat kesehatan.

Di tangan Kuswartono, warga Desa Kedungrejo Kecamaan Megaluh, Jombang, biji salak yang biasanya dibuang bisa bernilai ekonomis. Biji yang dihasilkn dari perkebunan salak di desa tetangganya di jadikan minuman sejenis kopi.

Cara mengolahnya tidak ubahnya seperti kopi, biji salak setelah dijemur kering langsung dimasukkan mesin oven. Dengan suhu panas tertentu sekitar 2 jam, biji salak telah gosong dan dikeluarkan.

Untuk menjadikan seperti bubuk kopi, biji salak digiling hingga 2 kali menggunakan mesin penggiling. Penggilingan yang kedua, biji salak telah berubah menjadi serbuk halus dan jadi bubuk kopi salak.

Agar menarik, bubuk biji salak dikemas dengan kemasan yang memikat. Usaha ini telah mempekerjakan 4 orang, karena kapasitas produksinya berkisar 25 kilogram perhari.  

Kuswartono, pemilik usaha kopi biji salak ini mengatakan untuk menjadi minuman yang bermanfaat  produsen telah melakukan sejumlah uji lab uji nutrisi biji salak.  "Hasilnya ternyata kopi biji salak  memilik banyak fungsi seperti mengatasi asam urat, mencegah hipertensi dan menambah stamina. Produk rumahan ini kini mudah didapat di toko swalayan, toko tradisional dan toko online," kata Kuswartono.
 
Untuk memenuhi kebutuhan produksinya pemilik usaha ini bekerja sama dengan sentra salak Desa Sentul Kecamatan Tembelang, yang menjadi tetangga desanya.  namun karena banyak peminat kini pihaknya sudah mulai kesulitan mendapatkan bahan baku.

Harga bubuk kopi inipun cukup terjangkau setiap 100 gramnya hanya dijual Rp 10 ribu. Anda penasaran dan ingin merasakan sensasi lain kopi biji salak. (yos)

Berita Terkait

Awalnya Terbuang, Kini Biji Salak Jadi Minuman Kopi Berkhasiat Alami
Berita Terpopuler
Dua Warga Blitar Tewas Usai Pesta Miras
Peristiwa  8 jam

Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Peristiwa  9 jam

Satu Desa di Ponorogo Di-Lockdown, Puluhan Warga Diisolasi
Peristiwa  11 jam

Sopir Truk Asal Semarang Ditemukan Meninggal di dalam Truk Saat Parkir di SPBU
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber