Berita Terbaru :
Warga Serbu Amplop Lebaran Yang Dipasang di Pagar Rumah
Jamaah Thoriqah Syatariyah Shalat Ied Hari Ini
PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Tanpa Vaksin, Dokter Tiongkok Temukan Cara Baru Obati Pasien Covid-19
Rumah Via Vallen Didatangi Mobil Puskesmas dan Polisi
Lebaran Tim Medis Dan Pasien Covid 19, Sampaikan Pesan Protokol Kesehatan
Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
PSBB Tahap 2 Surabaya Raya Akan Berakhir, Namun Pertambahan Covid 19 Masih Tinggi
Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Cegah Covid 19, Rutan Medaeng Berlakukan Drive Thru Pengunjung
Waspada! Anak Muda Paling Rentan Alami Masalah Mental Selama Pandemi
Puluhan Napi Gunakan Fasilitas Video Call Untuk Berlebaran Dengan Keluarga
Tercatat Sebanyak 25 Masjid di Kota Batu Gelar Sholat Ied
Lebaran Ala Petugas Medis RS PHC Surabaya
Pesan Bang Hotman Paris Pada Momen Idul fitri Tahun Ini
   

Sistem Tata Kota Harus Dibenahi Agar Tak Banjir
Metropolis  Kamis, 06-02-2020 | 17:15 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Surabaya pojokpitu.com, Musim hujan menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, termasuk di Surabaya. Pengamat tata ruang ITS, Adjie Pamungkas, menyebut Surabaya belum sepenuhnya menyiapkan kota untuk kena banjir. Hal ini lantaran banjir di Kota Surabaya pekan lalu, cukup parah meskipun Pemkot Surabaya telah berupaya mengantisipasi.

Akibatnya, menurut Adjie Pamungkas, aliran air yang seharusnya ditampung di area hulu sampai hilir terus menurun bahkan menetap selama beberapa hari di permukiman warga. "Tentu akan menjadi semakin parah dampaknya ketika kabupaten kota tidak memiliki sistem drainase yang baik," imbuhnya.

Dirinya pun mencontohkan Surabaya,yang memiliki penataan ruang kota cukup baik, hanya saja Pemkot Surabaya tidak merancang kota agar terhindar dari banjir. "Hal ini selain karena kontur kota surabaya yang flat plain, juga adanya alih fungsi lahan yang tidak semestinya," tuturnya.

Pemanfaatan ruang terbuka hijau juga kurang maksimal, sebab fungsinya hanya berupa estetika dan pengurang polusi udara. Padahal, jika konsep ruang terbuka hijau atau area taman dibangun untuk bisa berkolaborasi dalam mengendalikan aliran air, fungsi RTH akan lebih maksimal.

Hal itu dilihat dari kontur lingkungan RTH dan median jalan yang cembung mengakibatkan air tidak mudah ditampung ke dalam tanah. Dirinya pun menyayangkan adanya pembangunan box culvert, yang sejatinya justru tidak bisa membuat air meresap ke tanah lebih cepat. "Seluruh bagian dari masyarakat ikut andil dalam menanggulangi bencana banjir. Sebab banjir sifatnya pentahelix, perlu adanya dukungan dari berbagai pihak untuk menyelesaikannya," kata Adji.
 
Seperti tidak membuang sampah sembarangan."Terpenting pemerintah daerah juga harus mengerahkan masyarakat untuk mau menyediakan lahan sebagai boezem atau tempat penampungan air semenatara. gunanya, ketika air di hilir penuh, boezem bisa menampung air agar tidak meluber ke jalan," kata Adjie Pamungkas. (yos)

Berita Terkait

Dampak Pengerjaan Box Culvert, Kandangan Kebanjiran

Jasa Tirta Pastikan Banjir di Sejumlah Wilayah Jawa Timur Bukan Karena Luapan Sungai

Sistem Tata Kota Harus Dibenahi Agar Tak Banjir

Warga Korban Banjir Keluarkan Perabot Untuk Dikeringkan
Berita Terpopuler
PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Covid-19  2 jam

Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Peristiwa  4 jam

Honda PCX Bakal Pakai Mesin Berkapasitas Lebih Besar dari Nmax?
Otomotif  15 jam

Bursa Transfer: Bek Tangguh ke MU, Bomber Maut ke Liverpool
Sepak Bola  14 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber