Berita Terbaru :
Sekolah di Tuban Ini Gratiskan Biaya Siswa Baru Selama Setahun
Kabar Gembira, 135 Pasien Covid 19 Kabupaten Mojokerto Sembuh
Ada Lagi Yang Positif Covid-19, Telaga Sarangan Ditutup
Sejumlah 14 Destinasi Wisata di Trenggalek Kembali Dibuka Pada Era New Normal
KPU Malang Akhiri Verfikasi Paslon Perseorangan Dan Sarankan Kampanye Secara Virtual
Tim Kemensos Beri Pendampingan Hukum Kepada Keluarga Korban Pembunuhan Bocah 5 Tahun
Pedagang Pasar Diwajibkan Pakai Masker Pelindung Wajah
Pembeli Hewan Kurban Menurun 25 Persen Menjelang Hari Raya
KPU Malang Sarankan Kampanye Secara Virtual
Dishub Bojonegoro Gelar Operasi Kendaraan Parkir
Gabungan Forkopimda Ngawi Bubarkan Kerumunan Warga
Pengadilan Agama Gandeng Dispendukcapil Untuk Percepat Keluarkan Status
Komisi IX DPR RI Targetkan Pembahasan RUU SKN Selasai Tahun Ini
   

Sistem Tata Kota Harus Dibenahi Agar Tak Banjir
Metropolis  Kamis, 06-02-2020 | 17:15 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Surabaya pojokpitu.com, Musim hujan menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, termasuk di Surabaya. Pengamat tata ruang ITS, Adjie Pamungkas, menyebut Surabaya belum sepenuhnya menyiapkan kota untuk kena banjir. Hal ini lantaran banjir di Kota Surabaya pekan lalu, cukup parah meskipun Pemkot Surabaya telah berupaya mengantisipasi.

Akibatnya, menurut Adjie Pamungkas, aliran air yang seharusnya ditampung di area hulu sampai hilir terus menurun bahkan menetap selama beberapa hari di permukiman warga. "Tentu akan menjadi semakin parah dampaknya ketika kabupaten kota tidak memiliki sistem drainase yang baik," imbuhnya.

Dirinya pun mencontohkan Surabaya,yang memiliki penataan ruang kota cukup baik, hanya saja Pemkot Surabaya tidak merancang kota agar terhindar dari banjir. "Hal ini selain karena kontur kota surabaya yang flat plain, juga adanya alih fungsi lahan yang tidak semestinya," tuturnya.

Pemanfaatan ruang terbuka hijau juga kurang maksimal, sebab fungsinya hanya berupa estetika dan pengurang polusi udara. Padahal, jika konsep ruang terbuka hijau atau area taman dibangun untuk bisa berkolaborasi dalam mengendalikan aliran air, fungsi RTH akan lebih maksimal.

Hal itu dilihat dari kontur lingkungan RTH dan median jalan yang cembung mengakibatkan air tidak mudah ditampung ke dalam tanah. Dirinya pun menyayangkan adanya pembangunan box culvert, yang sejatinya justru tidak bisa membuat air meresap ke tanah lebih cepat. "Seluruh bagian dari masyarakat ikut andil dalam menanggulangi bencana banjir. Sebab banjir sifatnya pentahelix, perlu adanya dukungan dari berbagai pihak untuk menyelesaikannya," kata Adji.
 
Seperti tidak membuang sampah sembarangan."Terpenting pemerintah daerah juga harus mengerahkan masyarakat untuk mau menyediakan lahan sebagai boezem atau tempat penampungan air semenatara. gunanya, ketika air di hilir penuh, boezem bisa menampung air agar tidak meluber ke jalan," kata Adjie Pamungkas. (yos)

Berita Terkait

Dampak Pengerjaan Box Culvert, Kandangan Kebanjiran

Jasa Tirta Pastikan Banjir di Sejumlah Wilayah Jawa Timur Bukan Karena Luapan Sungai

Sistem Tata Kota Harus Dibenahi Agar Tak Banjir

Warga Korban Banjir Keluarkan Perabot Untuk Dikeringkan
Berita Terpopuler
Pengadilan Agama Gandeng Dispendukcapil Untuk Percepat Keluarkan Status
Teknologi  11 jam

Dishub Bojonegoro Gelar Operasi Kendaraan Parkir
Peristiwa  8 jam

Gabungan Forkopimda Ngawi Bubarkan Kerumunan Warga
Peristiwa  10 jam

Sejumlah 14 Destinasi Wisata di Trenggalek Kembali Dibuka Pada Era New Normal
Mlaku - Mlaku  3 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber