Berita Terbaru :
Dua Petugas Medis Terkonfirmasi Positif Covid-19
Walikota Malang Pastikan PSBB Tak Diperpanjang
Sidang DPR
PSBB Jilid III, Desa Waru Menjadi Pusat Percontohan Menekan Angka Penyebaan Virus Covid-19
Hadapi Pandemi, Polres Tulungagung Siapkan Belasan Kampung Tangguh
Hari Pertama Masuk Kerja, ASN dan Jurnalis Jalani Rapid Test
Rumah Makan Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Pandemi Covid 19 Ternyata Berdampak Pada Penjual Janur dan Ketupat
Polsek Sukolilo Pantau Pengamanan Perumahan Terapkan Protap Covid 19
Usaha Jasa Sablon Kaos Kebanjiran Order di Tengah Pandemi Covid 19
Rayakan Lebaran di Rusunawa, Walikota Bawakan Opor Ayam dan Lontong Ketupat Untuk Pasien Karantina
Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
   

Seorang Janda Menangis Mendatangi Pengadilan dan Bupati Mohon Keadilan
Mataraman  Selasa, 04-02-2020 | 16:20 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Seorang janda dinganjuk mendatangi kantor pengadila negeri nganjuk seorang diri, ia meminta agar ada penundaan eksekusi rumahnya karena menganggap proses lelang rumahnya tak sesuai aturan. Ia juga meminta kepada bupati nganjuk bisa memfasilitasi persoalannya. Sempat terjadi histeris saat janda tersebut diterima bupati.

Dengan membawa selembar surat permohonan keadilan dan foto putranya yang meninggal gantung diri, Sukarni (52) warga Dusun Ngadirejo Desa Ngadiboyo Kecamatan Rejoso Nganjuk, menemui Kepala Pengadilan Nganjuk Sugiyo Mulyoto.

Janda tiga anak itu berjalan menuju kantor pengadilan negeri Nganjuk, namun belum bisa ditemui langsung oleh ketua PN karena sedang berada di pendopo kabupaten. Namun Sukarni ditemui oleh Durahman Panitera Muda PN Nganjuk.

Sukarni menuju pendopo Kabupaten Nganjuk, dengan harapan bisa ketemu dengan ketua PN dan Bupati Nganjuk, untuk menyerahkan surat permohonan keadilan dan punundaan eksekusi rumahnya.

Di pendopo, Sukarni ditemui oleh Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat, bupati mengaku akan segera melakukan koordinasi dengan pihak bank terkait dan pihak PN Nganjuk.

Menurut Sukarni, ia nekat mendatangi ketua pengadilan negeri dan bupati nganjuk Novi Rahman Hidayat, karena Sudah tak punya pilihan lain dalam membantu untuk bisa memberikan keadilan sehingga bisa membatalkan atau menunda eksekusi rumahnya.

Sukarni juga menulis surat yang ditujukan ke Presiden RI Joko Widodo dan Gubernur Jawa Timur, agar bisa memberikan keadilan baginya.
Sebab proses persidangan dan lelang rumahnya dinilai tak memberikan rasa adil baginya. Ia tidak pernah diberitahu soal proses lelang, dan tidak ada apraiseal yang datang untuk survei harga rumahnya.

Ia meminta agar besok tanggal 5 Februari rumahnya tidak dieksekusi dan ada waktu penundaan hingga proses bandingnya selesai.

Menurut Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat, ia menerima atas keluhan warhanya dan segera akan brrkoordinasi dengan pihak terkait agar bisa ditunda proses eksekusinya. "Saya juga akan segera memanggil bank yang telah melelang rumahnya hingga berujung eksekusi. Karena Sukarno meminjam uang ke bank dan belum bisa membayar angsuran," kata Novi.

Sementara Ketua Pengadilan Nganjuk Sugiyo Mulyoto, yang ditemui oleh Sukarni, di pendopo enggan menanggapi persoalan tersebut, ketua PN menyarakan agar sukarni bisa menemuinya di kantornya.

Sukarni sempat menunggu Ketua Pengadilan Negeri Nganjuk di kantornya sekitar jam 2 siang, namun belum bisa ketemu karena ketua PN masih berada di luar kantor. (yos)

Berita Terkait

Ahli Waris Pasang Papan Nama di Lahan Yang Dikuasai Salah Satu BUMN

Seorang Janda Menangis Mendatangi Pengadilan dan Bupati Mohon Keadilan

Hakim Sidang di Lokasi Sengketa Pembebasan Tanah Jalan Raya Wiyung

Hakim Gelar Sidang di Lokasi Perkara Nenek Gugat Keponakan
Berita Terpopuler
Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
Covid-19  10 jam

Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Pendidikan  9 jam

Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Peristiwa  9 jam

Hadapi Pandemi, Polres Tulungagung Siapkan Belasan Kampung Tangguh
Peristiwa  2 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber