Berita Terbaru :
Tetek Melek, Lukisan Filosofi Yang Eksis Lagi di Masa Pandemi
Atrian Panjang Saat Uji Coba Tiket Kapal Online Pelabuhan Ketapang
Satlantas Polres Madiun Kota Cek Posko Mudik Observasi Covid 19
PSBB 19 Titik Dihentikan, Pemkot Akan Evaluasi
Penumpang Kereta Terancam Tidak Bisa Naik, Jika Tidak Gunakan Masker
Gubernur Jatim Sebut Pengajuan PSBB Harus Memiliki Plan Of Action
KOI Jatim Bantu 22 Ton Beras ke Gubernur Jatim
Cek Kesehatan Penumpang dan Awak Bis, Petugas Temukan Dua Penumpang Bis ODP
Pemkab Ponorogo Akan Kucurkan Sembako Senilai Rp 200 Ribu
Kerap Bertengkar, Istri Diduga Nekat Curi Mobil Milik Suami
Tebing Longsor, Lalu Lintas Jatim Jateng Terganggu
Peternak Ayam Petelur Mulai Kehilangan Pelanggan
Satreskrim Polres Ngawi Bekuk Pelaku Pencurian Gabah
Spesialis Pencuri Toko Pakaian Lintas Kota Ditembak Polisi
Tim Medis Terus Pantau Kesehatan 3 Pasien Positif Corona Ponorogo
   

Kreatif, Popok Bayi Disulap Jadi Vas Bunga Hingga Paving
Rehat  Kamis, 30-01-2020 | 23:02 wib
Reporter : Iqbal Mustika dan Handoko Khusumo
Banyuwangi pojokpitu.com, Limbah popok bayi yang seringkali dibuang sembarangan tentunya bisa mencemari lingkungan. Sebab limbah popok susah terurai dan bisa membuat saluran air mudah tersumbat.

Agar warga tak lagi membuang popok bekas ke sungai, sekelompok warga di Kelurahan Taman Baru, Banyuwangi, memiliki ide kreatif mengolah popok bekas menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Seperti vas bunga, hiasan dinding, hingga paving blok, maupun bata ringan. Basecamp sederhana itu berada di jalan Karangasem Nomor 06, Kelurahan Taman Baru, Banyuwangi. Di halaman rumah milik warga ini, beberapa kerajinan seperti pot bunga, hiasan dinding, asbak, hingga paving blok, dan bata ringan ditata rapi untuk dipamerkan kepada warga yang melintas.

Kerajinan-kerajinan tangan sederhana terbuat dari limbah popok bayi yang biasanya dibuang sembarangan oleh warga di aliran sungai. Berbekal keprihatinan banyaknya warga yang membuang limbah popok bayi secara sembarangan itu, maka Komunitas Peduli Limbah Taman Baru (Komplit) mulai berinovasi.

Choirul Anwar sang penggagas ide kreatif, mengaku setiap hari mulai ramai didatangi warga yang mendonasikan popok-popok bekas bayinya untuk dijadikan bahan baku kerajinan. Warga yang datang tak perlu khawatir harus membersihkan terlebih dahulu popok bekas tersebut sebelum serahkan. Sebab komunitas tersebut tetap menerima, sekalipun popok bekas tersebut masih tersisa kotoran maupun air seni dari sang bayi.

Setelah limbah popok terkumpul, mulai mengolah limbah popok. Limbah popok harus direndam  semalaman. Selain agar tekstur popok menjadi lembek dan bisa menjadi adonan. Merendam popok ini juga bertujuan agar kotoran yang ada pada popok bisa dengan mudah dipisahkan. Langkah itu juga untuk mempermudah proses pemilahan gel yang ada didalam kain popok untuk nantinya dijadikan bahan baku.

Setelah terpisah, gel popok bayi yang direndam dicampur dengan sebuah formula agar adonan bisa lengket dan mudah dibentuk. Selama proses itu, seluruh perajin harus menggunakan masker, maupun sarung tangan, agar tak mudah terkena virus-virus yang ada pada popok-popok tersebut. Jika langkah mengolah adonan selesai, barulah proses cetak dilakukan sesuai bentuk kerajinan yang diinginkan.

Selanjutnya, kerajinan-kerajinan setengah jadi masuk ke proses pewarnaan menggunakan cat tembok untuk kemudian di jemur di bawah terik matahari. "Dalam sehari jika cuaca mendukung, kami bisa memproduksi 5 hingga 10 macam kerajinan berbagai bentuk, maupun paving blok, dan bata ringan. Semua itu dilakukan secara swadaya agar masyarakat tak membuang limbah popok bayinya secara sembarangan di sungai yang dapat mencemari lingkungan," kata Choirul Anwar.

Sementara itu Abdur Rachman Lurah Taman Baru mengaku, meski baru berjalan sejak 3 bulan terakhir, ide kreatif mengolah limbah popok bayi menjadi barang bernilai ekonomis semakin dilirik warga. Terbukti mulai banyak didatangi warga yang ingin mendonasikan limbah popok bayinya. Serta warga yang datang ingin membeli hasil kerajinan dari limbah popok bayi untuk dijadikan hiasan.

Pihak komunitas tidak mematok harga hasil kerajinan. Terpenting, dari hasil inovasi itu bisa mengedukasi, agar warga tak lagi membuang limbah popok secara sembarangan ke sungai-sungai. Karena dapat mencemari lingkungan, dan tentunya dapat menimbulkan banjir. (PUL)

Berita Terkait

Kreatif, Popok Bayi Disulap Jadi Vas Bunga Hingga Paving
Berita Terpopuler
Nekat Pulang Kampung, 65 orang Dikarantina di Hotel Selama 14 Hari
Covid-19  9 jam

Rujak Bawean Menjadi Kuliner Pelepas Rindu Perantau Dari Pulau Putri
Icip - Icip  18 jam

Baru Bebas Lantaran Progam Asimilasi, Residivis Dihajar Warga Usai Kepergok Cur...selanjutnya
Peristiwa  21 jam

Keterlaluan, Baru Bebas Progam Asimilasi, Lalu Dimassa Lagi Karena Curi Motor
Peristiwa  11 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber