Berita Terbaru :
Dampak Corona, Orderan Grab Car Sepi
Kampung Siaga Corona, Warga Tanam Tanaman Obat Keluarga
Bumerang Buatan Atlet Lokal Dikenal Mancanegara
Longsor Jalur Pacitan Ponorogo, Material Tutup Seluruh Badan Jalan
Akses Jalan Jompo Secara Resmi Mulai Dibuka Kembali
Diduga Pasien Posotif Covid-19 Berkeliaran, Pasar Tradisional Lockdown
Jumlah PDP dan ODP Naik dan Positif Tetap 10 Orang
Sidak Diatas Kapal, Polisi Temukan Ratusan Penumpang Tidur Berdekatan
Pemerintah Beri Diskon Listrik 450 VA Dan 900 VA
Pengendara Motor Tercebur Ke Sungai, Evakuasi Sangat Dramatis
Takut Corona Mewabah, Warga Slambur Karantina Wilayah
Jokowi Putuskan Pembatasan Skala Besar dan Darurat Kesehatan
Per Hari Ini Jumlah Pasien Positif Corona 1.528, Tersebar di 32 Provinsi
Alat Rapid Test Baru Didistribusikan di Puskesmas Hari Ini
Wakil Bupati Sidoarjo Datangi Massa Terkait Penolakan Ruang Isolasi
   

Syamsul Arifin, ASN Kasus Rasisme Papua Divonis 5 Bulan Penjara
Peristiwa  Kamis, 30-01-2020 | 14:30 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Atas vonis 5 bulan penjara ini, Syamsul Arifin langsung bebas dari Rutan Medaeng. Foto Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Syamsul Arifin, PNS Satpol PP di Kecamatan Tambaksari yang mengucapkan kata SARA di asrama mahasiswa Papua, divonis 5 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (30/1) siang.

Dalam Amar putusannya, majelis hakim yang diketuai Yohanes Hehamoni menyatakan terdakwa Syamsul Arifin terbukti secara sah dan menyakinkan berkata SARA di depan asrama mahasiswa Papua di jalan Kalasan, pada 18 Agustus 2019.

Perbuatan PNS Satpol PP Kecamatan Tambaksari ini jelas melanggar Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis. Perbuatan terdakwa juga telah melukai hati masyarakat Papua khususnya yang tinggal di Surabaya. "Atas pertimbangan tersebut, hakim menjatuhkan pidana hukuman selama 5 bulan kepada terdakwa Syamsul Arifin," kata Yohanes Hehamoni dalam amar putusan.

Atas vonis 5 bulan membuat Syamsul Arifin larut dalam tangis gembira. Syamsul langsung menyatakan menerima, sementara jaksa penuntut umum yang sebelumnya menuntut 8 bulan penjara menyatakan pikir-pikir.

Pantas Syamsul Arifin gembira, disebabkan sudah menjalani penahanan sejak 30 Agustus 2019 di tahanan Polda Jatim. Serta dilanjutkan di rutan kelas 1 Surabaya di Medaeng Sidoarjo. Artinya Syamsul Arifin langsung bebas dan akan kembali berdinas sebagai PNS di Kecamatan Tambaksari.

Dengan selesainya persidangan Syamsul Arifin ini, maka tinggal dua terdakwa, yakni Tri Susanti alias Mak Susi dan Andria Andriansyah, yang masih menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya. Saat ini Mak Susi yang didakwa menyebarkan berita hoaks, dalam tahap agenda pembelaan usai dituntut 12 bulan penjara. Sedangkan terdakwa Andria Andriansyah, youtuber yang mengunggah video kerusuhan Papua, menunggu agenda vonis majelis hakim. (pul)

Berita Terkait

Syamsul Arifin, ASN Kasus Rasisme Papua Divonis 5 Bulan Penjara

Pengurangan Atlit Masih Menunggu PP Keluar Dari Presiden

Jatim Siap Menjadi Tuan Rumah Pendamping Pon

DPD RI Surati Presiden Terkait Nasib 13 Cabor Yang Gagal Dilombakan Pada PON XX 2020 Papua
Berita Terpopuler
Tidak Punya Ongkos, Satu Keluarga Asal Madura Dari Daerah Endemis Dapat Tiket Gr...selanjutnya
Peristiwa  6 jam

Dalam 2 Hari Sebanyak 125 ODR Dalam 1 Desa
Peristiwa  9 jam

Christina Sembuh Dari Corona, Resepnya Tidak Panik dan Terus Ikut Tahapan Pengo...selanjutnya
Sosok  11 jam

Gelar Tayub dan Reog Hajatan Sunatan Dibubarkan Muspika
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Viral, Wakil Bupati Sidoarjo Ikut Memakamkan Pasien Positif Corona
Pojok Pitu

Seorang Dokter Sidoarjo Tertular Virus Covid 19, Satu Perawat PDP
Pojok Pitu

Gubernur Jatim Takziah ke Kediaman Ibunda Presiden Jokowi
Jatim Awan

Santri di Jombang Gelar Sholat Ghoib Ibunda Presiden
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber