Berita Terbaru :
Nilai Bantuan Sembako Covid-19 Dituding Tidak Sesuai Dengan Jumlah Nominal Rupiah
Calon Penumpang Pewasawat Keluhkan Tingginya Biaya Rapid Test di Bandara Juanda Surabaya
Pendistribusian Bansos Pangan BPNT Diperketat
Temuan Beras Apek dan Berkutu Semakin Meluas
Terlalu Mendadak, Siswa Bingung Tes Rapid
Peserta SBMPTN Mengaku Kecewa Mendapat Informasi Wajib Tes Covid-19 Mendadak
Bagi Masker Kampanyekan Jatim Bermasker
Gugus Tugas Covid Jatim Dapat Support Obat Avigan Dari IHC
Pemkot Akan Gratiskan Tes Covid-19 Bagi Peserta UTBK yang Tidak Mampu
Pencoblosan Dimodifikasi Menyesuaikan Protokol Kesehatan
Peserta KIP dan KTP Surabaya Bisa Tes Rapid Gratis
Ratusan Demo Driver Tuntut Rapid Tes Gratis
Kampus Siapkan Ruang UTBK Dengan Protokol Kesehatan
Jamaah Mukimin Asal Jatim di Arab Saudi Akan Melaksanakan Haji Tahun 2020
Tim BPCB Trowulan Identifikasi Temuan Cagar Budaya 2 Arca Kala
   

Syamsul Arifin, ASN Kasus Rasisme Papua Divonis 5 Bulan Penjara
Peristiwa  Kamis, 30-01-2020 | 14:30 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Atas vonis 5 bulan penjara ini, Syamsul Arifin langsung bebas dari Rutan Medaeng. Foto Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Syamsul Arifin, PNS Satpol PP di Kecamatan Tambaksari yang mengucapkan kata SARA di asrama mahasiswa Papua, divonis 5 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (30/1) siang.

Dalam Amar putusannya, majelis hakim yang diketuai Yohanes Hehamoni menyatakan terdakwa Syamsul Arifin terbukti secara sah dan menyakinkan berkata SARA di depan asrama mahasiswa Papua di jalan Kalasan, pada 18 Agustus 2019.

Perbuatan PNS Satpol PP Kecamatan Tambaksari ini jelas melanggar Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis. Perbuatan terdakwa juga telah melukai hati masyarakat Papua khususnya yang tinggal di Surabaya. "Atas pertimbangan tersebut, hakim menjatuhkan pidana hukuman selama 5 bulan kepada terdakwa Syamsul Arifin," kata Yohanes Hehamoni dalam amar putusan.

Atas vonis 5 bulan membuat Syamsul Arifin larut dalam tangis gembira. Syamsul langsung menyatakan menerima, sementara jaksa penuntut umum yang sebelumnya menuntut 8 bulan penjara menyatakan pikir-pikir.

Pantas Syamsul Arifin gembira, disebabkan sudah menjalani penahanan sejak 30 Agustus 2019 di tahanan Polda Jatim. Serta dilanjutkan di rutan kelas 1 Surabaya di Medaeng Sidoarjo. Artinya Syamsul Arifin langsung bebas dan akan kembali berdinas sebagai PNS di Kecamatan Tambaksari.

Dengan selesainya persidangan Syamsul Arifin ini, maka tinggal dua terdakwa, yakni Tri Susanti alias Mak Susi dan Andria Andriansyah, yang masih menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya. Saat ini Mak Susi yang didakwa menyebarkan berita hoaks, dalam tahap agenda pembelaan usai dituntut 12 bulan penjara. Sedangkan terdakwa Andria Andriansyah, youtuber yang mengunggah video kerusuhan Papua, menunggu agenda vonis majelis hakim. (pul)

Berita Terkait

Aliansi Mahasiswa Papua Gelar Unjuk Rasa di Grahadi

Tuntut 7 Tahanan Politik Dibebaskan, Mahasiswa Asal Papua Demo di Malang

Syamsul Arifin, ASN Kasus Rasisme Papua Divonis 5 Bulan Penjara

Pengurangan Atlit Masih Menunggu PP Keluar Dari Presiden
Berita Terpopuler
Masuk Bui, Mantan Kades Sumber Salak Tersangka Korupsi Dana Desa
Hukum  8 jam

Batasi Aktifitas, Tiga Ruas Jalan Nanti Malam Kembali Ditutup
Metropolis  4 jam

Diduga Depresi, Suharti Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur
Malang Raya  9 jam

Ratusan Demo Driver Tuntut Rapid Tes Gratis
Metropolis  2 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber