Berita Terbaru :
Ratusan Seniman Mengelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Balaikota Surabaya
Begini Kronologis Warga Ponorogo Terkena OTT Kejaksaan
Tim Satgas Awasi 6 Orang Positif Covid 19 di Rumah Makan Rawon Nguling
Dump Truk Bermutan Pasir Terlibat Kecelakaan, Sopir Terjepit
Jangan Dibuang, Buktikan 3 Manfaat Teh Celup Untuk Kecantikan Kulit
Bunga Monstera Diburu Penggemar Tanaman Hias
Tak Ingin Lagi Didiskriminasi, Sopir Angkot Hingga Guru SMP Swasta Dukung Machfud Arifin Walikota
SKB CPNS Akan Diselenggarakan Oktober Mendatang
Selama 1 Bulan, 2.296 Masyarakat Bojonegoro Ikuti Rapit Test Gratis
Bantu Siswa Belajar Daring, Kelurahan Siapkan Wifi Gratis
Angka Pelangar Lalu Lintas di Sumenep Meningkat, Salah Satunya Pengendara di Bawah Umur
Reskrim Polsek Bantur Ringkus Jaringan Pengedar Sabu
Khozanah Akan Legowo Jika Tak Dapat Rekom PKB
Tak Penuhi Protokol Kesehatan, THM Dilarang Buka
Warga Nduri Ponorogo Krisis Air Bersih
   

Syamsul Arifin, ASN Kasus Rasisme Papua Divonis 5 Bulan Penjara
Peristiwa  Kamis, 30-01-2020 | 14:30 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Atas vonis 5 bulan penjara ini, Syamsul Arifin langsung bebas dari Rutan Medaeng. Foto Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Syamsul Arifin, PNS Satpol PP di Kecamatan Tambaksari yang mengucapkan kata SARA di asrama mahasiswa Papua, divonis 5 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (30/1) siang.

Dalam Amar putusannya, majelis hakim yang diketuai Yohanes Hehamoni menyatakan terdakwa Syamsul Arifin terbukti secara sah dan menyakinkan berkata SARA di depan asrama mahasiswa Papua di jalan Kalasan, pada 18 Agustus 2019.

Perbuatan PNS Satpol PP Kecamatan Tambaksari ini jelas melanggar Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis. Perbuatan terdakwa juga telah melukai hati masyarakat Papua khususnya yang tinggal di Surabaya. "Atas pertimbangan tersebut, hakim menjatuhkan pidana hukuman selama 5 bulan kepada terdakwa Syamsul Arifin," kata Yohanes Hehamoni dalam amar putusan.

Atas vonis 5 bulan membuat Syamsul Arifin larut dalam tangis gembira. Syamsul langsung menyatakan menerima, sementara jaksa penuntut umum yang sebelumnya menuntut 8 bulan penjara menyatakan pikir-pikir.

Pantas Syamsul Arifin gembira, disebabkan sudah menjalani penahanan sejak 30 Agustus 2019 di tahanan Polda Jatim. Serta dilanjutkan di rutan kelas 1 Surabaya di Medaeng Sidoarjo. Artinya Syamsul Arifin langsung bebas dan akan kembali berdinas sebagai PNS di Kecamatan Tambaksari.

Dengan selesainya persidangan Syamsul Arifin ini, maka tinggal dua terdakwa, yakni Tri Susanti alias Mak Susi dan Andria Andriansyah, yang masih menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya. Saat ini Mak Susi yang didakwa menyebarkan berita hoaks, dalam tahap agenda pembelaan usai dituntut 12 bulan penjara. Sedangkan terdakwa Andria Andriansyah, youtuber yang mengunggah video kerusuhan Papua, menunggu agenda vonis majelis hakim. (pul)

Berita Terkait

Aliansi Mahasiswa Papua Gelar Unjuk Rasa di Grahadi

Tuntut 7 Tahanan Politik Dibebaskan, Mahasiswa Asal Papua Demo di Malang

Syamsul Arifin, ASN Kasus Rasisme Papua Divonis 5 Bulan Penjara

Pengurangan Atlit Masih Menunggu PP Keluar Dari Presiden
Berita Terpopuler
Tim Satgas Awasi 6 Orang Positif Covid 19 di Rumah Makan Rawon Nguling
Covid-19  1 jam

Dump Truk Bermutan Pasir Terlibat Kecelakaan, Sopir Terjepit
Peristiwa  1 jam

Petugas PPDP Temui Kendala Saat Mencoklit Data Pemilih
Pilkada  12 jam

Warga Nduri Ponorogo Krisis Air Bersih
Peristiwa  11 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber