Berita Terbaru :
Untuk UMKM Sektor Usaha Mikro Rp 2.4 Triliun, Koperasi Rp 224.45 Milyar
Bupati Pacitan Imbau Waspadai Potensi Tsunami 20 Meter di Pesisir Selatan Jawa
Masa Pandemi Yang Berimbas Pada Ekonomi Menambah Angka Penyebab Penceraian
Antisipasi Gelombang Tsunami, Pemerintah Lumajang Pasang Lima Alat Pendeteksi Dini
Kantor KPID Jawa Timur Ditutup Pasca Salah Satu Komisioner Meninggal Karena Covid 19
Klarifikasi Kapolres Blitar Terkait Resignya Kasat Sabhara
Mantan Perangkat Desa Menggelar Aksi Di Depan DPRD
Polisi Perairan Fasilitasi Pembelajaran Daring Masyarakat Pesisir
Pengadaan Mobil Alphard Buat Bupati di Era Pandemi
Dilakukan Pencarian Selama 2 Hari, Korban Laka Air Remaja 14 Tahun Diketemukan
Pj Bupati Sidoarjo Akan Tancap Gas Dan Akan Menambah Jumlah Ruang Isolasi
Terpeleset Seorang Ibu Tewas Dilindas Truk Boks
1 ASN Meninggal Dunia Terpapar Covid-19
Mantan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Zaenal Abidin Divonis 4 Tahun Penjara
Diduga Salahgunakan Kewenangan Untuk Kepentingan Paslon Nomer 1, KIPP Laporkan Risma Ke Bawaslu
   

Kasus Netizen Hina Walikota Risma, Polisi Juga Periksa Saksi Ahli Bahasa, Pidana dan ITE
Hukum  Rabu, 29-01-2020 | 18:55 wib
Reporter : Nanda Andrianta
Surabaya pojokpitu.com, Penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya sudah memeriksa 9 saksi, terkait kasus ujaran kebencian yang menimpa walikota Surabaya, Tri Tismaharini. 9 saksi yang diperiksa tersebut berasal dari 3 kalangan, yaitu dari masyarakat, LSM hingga para saksi ahli.

Kasus ujaran kebencian yang menimpa Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, kini sudah memasuki babak pemeriksaan saksi. Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho mengungkap, ada 9 saksi dari kalangan masyarakat, LSM hingga saksi ahli yang sudah diperiksa.

Tak tanggung-tanggung, ada 3 saksi ahli dari rumpun keilmuan yang berbeda, untuk dimintai keterangannya dalam kasus yang menimpa orang nomor 1 di Surabaya. Mereka adalah saksi ahli bahasa, saksi ahli pidana, dan saksi ahli informasi dan transaksi elektronik, atau ITE

Saksi ahli bahasa dihadirkan untuk meneliti kata-kata dalam postingan Zikria Dzatil yang dianggap telah menghina Walikota Risma, apakah termasuk dalam koridor ujaran kebencian. Ahli pidana dihadirkan untuk menentukan delik pidananya. Sedangkan ahli ITE juga dihadirkan, lantaran ujaran kebencian yang dilontarkan netizen bernama Zikria Dzatil itu melalui media maya, atau media sosial facebook.


Seperti yang diberitakan sebelumnya, tanggal 24 Januari lalu, sejumlah warga yang menyebut diri mereka forum arek Suroboyo Wani, melakukan aksi di depan Mapolrestabes Surabaya, untuk memprotes sebuah akun facebook bernama Zikria Dzatil, yang diduga melakukan ujaran kebencian kepada Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. Mereka juga melaporkan netizen tersebut ke Satreskrim Polrestabes Surabaya, agar diproses lebih lanjut.(end)





Berita Terkait

Kasus Netizen Hina Walikota Risma, Polisi Juga Periksa Saksi Ahli Bahasa, Pidana dan ITE

Oknum Pesilat Sebar Ujaran Kebencian Diduga Untuk Adu Domba Di Media Sosial

Sidang Dugaan Ujaran Kebencian, Putusan Hakim Alfian Tanjung Bebas

Sidang Kasus Ujaran Kebencian, Kuasa Hukum Sebut Dakwaan Jaksa Tak Berdasar
Berita Terpopuler
Diduga Salahgunakan Kewenangan Untuk Kepentingan Paslon Nomer 1, KIPP Laporkan R...selanjutnya
Pilkada  7 jam

Laka Adu Jangkrik, Satu Tewas Empat Luka-Luka
Peristiwa  13 jam

Pengadaan Mobil Alphard Buat Bupati di Era Pandemi
Peristiwa  5 jam

Dilakukan Pencarian Selama 2 Hari, Korban Laka Air Remaja 14 Tahun Diketemukan
Malang Raya  6 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Massa Hadang Penjemputan Pasien Covid 19
Pojok Pitu

Belasan Kartu Keluarga Dijadikan Bungkus Tempe
Pojok Pitu

Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas ...selanjutnya
Jatim Awan

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber